INDUSTRY.co.id, Jakarta-Gubernur Jawa Tengah (Jateng)  Ganjar Pranowo belum lama ini mencanangkan program pelaksanaan Satgas Jogo Tonggo, (Jaga Tetangga) di setiap Rukun Warga (RW) di Jawa Tengah (Jateng) sebagai salah satu contoh upaya meningkatkan kepedulian antarwarga.

Advertisement

Himbauan Jaga Tetangga itu rupanya sejalan dengan program yang dicanangkan  Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat,  yang sudah intens, turun langsung membantu dan sosialisasi ke masyarakat untuk  peduli menjaga  lingkungan masing-masing.

Hingga saat ini, melalui Gerakan Sahabat Lestari, Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem itu, terus  mendorong Sahabat Lestari agar terus intens ikut "Jogo Tonggo".

Advertisement

Seperti pemberian bantuan disinfektan yang sudah disebar sebanyak 58.200 liter di dapil (Jepara, Kudus, Demak) dan penyemprotan lebih dari 312 titik selama periode April hingga Mei, ini.

Termasuk juga  pembagian beras untuk rakyat miskin yang terdampak Covid 19 dan sudah disalurkan 6,75 ton dari 10 ton yang disiapkan mulai periode awal Mei ini.

Advertisement

“Saya meminta Sahabat Lestari makin gencarkan "Jogo Tonggo" hadapi pandemi dengan turut serta meringankan beban masyarakat lain yang terdampak Covid. Sosialisasi pola hidup bersih seperti masker, cuci tangan, jaga gizi dan termasuk di Bansos Beras dan disinfektan,”ujar Sosok low profil yang akrab dipanggil Mbak Rerie, itu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2020).

Lestari Moerdijat mengajak masyarakat untuk meningkatkan rasa saling peduli dan bahu membahu utamanya di lingkungan masing-masing di tengah pandemi Covid 19. Pasalnya, wabah bukan hanya menggerogoti sisi kesehatan tetapi telah menghantam sektor ekonomi.

Advertisement

Sosok yang dikenal memiliki kepedulian pada masyarakat itu mengatakan, Satgas Jogo Tonggo yang diterapkan di Jawa Tengah dengan konsep saling menjaga tetangga yang terdampak wabah secara ekonomi maupun yang terpapar virus korona, bisa menjadi sebuah gerakan nasional untuk meredam dampak wabah Covid-19.

Konsep satgas Jogo Tonggo itu, menurut Rerie - sapaan akrab Lestari, diketuai ketua RW dibantu para ketua RT, dan beranggotakan tim kesehatan, tim ekonomi, serta tim keamanan. Ketua satgas diwajibkan melaporkan kegiatan sehari-hari kepada pihak desa atau kelurahan.

Seperti diberitakan di berbagai media, Himbauan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, soal pelaksanaan Satgas Jogo Tonggo mencakup dua hal, yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan, serta jaring ekonomi.

Jaring pengaman sosial dan keamanan meliputi sosialisasi, pendataan, dan pemantauan warga. Sedangkan jaring pengamanan ekonomi akan memastikan tidak ada satu pun warga yang kelaparan selama wabah dan mengusahakan kegiatan ekonomi warga berjalan dengan baik pascawabah.

"Dengan mekanisme pemantauan tersebut, data warga terdampak Covid-19, baik secara kesehatan maupun ekonomi hingga wilayah RT bisa lebih akurat," jelas Legislator kelahiran 30 November, itu.

Karena itu, menurut Rerie, apabila di setiap daerah di Indonesia diterapkan mekanisme pemantauan serupa dengan Jogo Tonggo, bukan hanya deteksi dini warga yang terpapar Covid-19 bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,  tetapi juga dampak ekonomi.

Melalui konsep ini, lanjut Rerie, persoalan data warga terdampak yang tumpang tindih dan bansos yang salah sasaran, bisa segera diatasi.

“Ya ini saya melihat, berbagai program yang disalurkan pemerintah pusat, daerah dan swasta untuk menanggulangi kelompok terdampak Covid-19 bisa tepat sasaran dan langsung dirasakan masyarakat,”ujarnya.

Soal Pandemi Corona, menurut Rerie, bukan saja menghantam masyarakat yang berada di kelompok ekonomi bawah, tetapi wabah Covid-19 juga sudah menghantam kelas pekerja yang selama ini dikelompokkan sebagai masyarakat kelas menengah.

 “Ya saya mendapat masukan, banyak yang kehilangan penghasilan. Hal itu menyebabkan para pekerja ini tidak punya lagi kemampuan bertahan hidup. Secara umum, mereka terlihat baik-baik, tapi mereka mulai terdampak secara ekonomi,” ujar Rerie.