INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia jalin kemitraan dengan pemerintah Inggris terkait pendanaan penelitian yang bertujuan untuk mewujudkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia yang unggul dan bertaraf Internasional.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengatakan, harapan dari kemitraan ini adalah untuk riset, teknologi dan inovasi yang nyata dan akan memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia tetapi juga untuk menciptakan kebudayaan ilmiah, kebudayaan riset bertaraf Internasional.
“Bersama-sama kita telah membuat komitmen pendanaan kurang lebih 8 juta poundsterling untuk menstimulasi komunitas-komunitas iptek di kedua negara untuk berkolaborasi,” ungkap Moazzam Malik di Jakarta (6/4/2017).
Seperti diketahui Pemerintah Indonesia melalui Kementrian riset, teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) bersama Pemerintah Inggris melalui British Council di Indonesia dan Kedubes Inggris pada tahun lalu telah meluncurkan kemitraan penguatan dan pendanaan riset dan inovasi bernama UKA-Indonesia Science dan Technology Fund.
Newton Fund adalah bentuk kemitraan dimana Kemenristek dan Dikti bekerjasama dengan pemangku kepentingan di Inggris dan Indonesia untuk mengidentifikasi topik-topik pengembangan iptek yang menjadi prioritas bersama.
“kerjasama melalui pendanaan pengembangan penelitian iptek ini diharapkan dapat memberikan hasil penelitian yang nyata dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekaligus untuk menciptakan kecerdasan bangsa. Partisipasi berbagai lembaga ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mewujudkan budaya iptek unggul di Indonesia,” tutup Moazzam.