INDUSTRY.co.id, Jakarta- Achmab Baidowi, Anggota Komisi VI DPR RI dalam siaran persnya yang diterima redaksi Rabu (22/4/2020) mengharapkan agar musim panen yang akan datang membuat stok pangan melimpah di tengah pandemi covid-19. Sementara itu di satu sisi kita akan memasuki musim puasa-lebaran yang juga berpengaruh kepada kenaikan harga pangan.

Advertisement

“Kami meminta Bulog selain harus menjaga stok pangan, juga harus membuat harga agar tetap terjangkau,  khususnya masyarakat tidak mampu,”ujar Sekreatris Fraksi PPP DPR RI, itu.

Menurut Baidowi, adanya lockdown di sejumlah negara membuat banyak negara memproteksi diri terhadap stok pangan, sehingga tidak ekspor. Ini merupakan momentum bagi Bulog untuk turut membantu mewujudkan swasembada pangan dengan memaksimalkan produksi dalam negeri. Selain itu secara teknis, Bulog harus siap ketika masyarakat butuh beras. Contoh, di Madura Jawa Timur saya mau beli beras 5 ton ke Bulog untuk disalurkan ke masyarakat terdampak covid-19, namun mereka butuh waktu lebih dari 15 hari untuk menyiapkan. Akhirnya saya harus cari alternatif lain, karena kalua menunggu 15 hari, jumlah orang yang kelaparan bakal meningkat. Ini membuat skema bisnis bulog akan terganggu, meski demikian pesanan ke bulog tetap berjalan dalam rangka membantu usaha BUMN.

Advertisement

Badowi  meminta RNI agar menjawab tantangan pemerintah bahwa harga gula tidak boleh lebih dari Rp12.500/kg, sementara kenyataan d lapangan harganya masih sebesar Rp18.000 di tingkat pengecer. Ini perlu terobosan dari RNI untuk bisa memstabilkan harga gula

Sementara itu PT Berdikari yang juga merupakan salah satu BUMN di bidang yang saat ini, kata dia,  diberikan kewenangan impor daging saat ini sulit melakukan impor karena adanya lockdown di berbagai negara. Maka sudah waktunya bagi PT berdikari untuk maksimalkan ternak dalam negeri.

Advertisement

“Di madura banyak budidaya sapi terkenal misalnya di Sapudi dan Saas. Tapi saya belum pernah mendengar PT Berdikari bicara potensi sapi Madura,”ujarnya.

 

Advertisement