INDUSTRY.co.id - Jakarta, Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Februari 2017 sebanyak 6 juta orang atau turun sebesar 16,95 persen jika di banding bulan sebelumnya. Sementara untuk jumlah penumpang tujuan luar negeri turun 5,86 persen menjadi 1,3 juta orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, selama periode Januari-Februari 2017 jumlah penumpang domestik mencapai 13,3 juta orang atau naik sebesar 9,69 persen. Sedangkan untuk jumlah penumpang luar negeri mencapai 2,6 juta orang, angka tersebut naik 10,39 persen jika dibanding periode yang sama tahun 2016.

"Penurunan jumlah penumpang terjadi di semua bandara yang diamati, yaitu bandara Kualanamu, Medan yang mengalami penurunan tertinggi sebesar 22,44 persen. Sedangkan jumlah penumpang domestik terbesar melalui bandara Soekarno-Hatta mencapai 1,5 juta orang dari total jumlah penumpang domestik," ungkap Suhariyanto di Jakarta (3/4/2017).

Suhariyanto menambahkan, sementara itu untuk jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Februari 2017 tercatat 1,2 juta orang atau turun 5,81 persen dibanding Januari 2017. Penurunan terbesar terjadi di pelabuhan Belawan, Makasar dan Balikpapan masing-masing 73,76 persen.

"Selama periode Januari-Februari 2017 jumlah penumpang mencapai 2,4 juta orang atau turun 10,55 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2016," terangnya.

Sementara itu, jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Februari 2017 sebanyak 27,3 juta orang, angka tersebut turun 11,65 persen jika dibandingkan Januari 2017. Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek yang merupakan penumpang pelaju (commuter) yaitu sebesar 21,7 juta orang atau 79,52 persen dari total penumpang kereta api.

"Penurunan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera dengan masing-masing turun 10,10 persen, 17,48 persen, dan 14,41 persen. Sedangkan secara komulatif jumlah penumpang kereta api selama periode Januari-Februari 2017 mencapai 58,3 juta orang atau naik sebesar 6,24 persen dibanding periode yang sama tahun 2016," tutup suhariyanto.