INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bagi anak milenial, Investasi mungkin belum terlalu dipikirkan. Bahkan, beberapa dari mereka berpendapat bahwa investasi baru bisa dilakukan setelah ada uang lebih.
Padahal, investasi bisa dilakukan se-segera mungkin, karena nilai dari produk investasi tersebut bisa terus meningkat seiring berjalannya waktu. Jadi, semakin cepat melakukan investasi, semakin cepat pula untuk menikmati keuntungannya.
Keuntungannya terbagi dalam dua jenis, capital gain dan deviden. Capital gain adalah keuntungan yang didapat ketika saham perusahaan tersebut di market bergerak naik, sedangkan deviden adalah keuntungan yang diberikan perusahaan setelah jangka waktu tertentu, bentuknya pun bisa uang tunai atau peningkatan kepemilikan saham. Itulah yang didapat dari investasi saham.
Investasi Saham memang sangat menggiurkan, namun penting untuk memahami strategi dan trik sebelum memiliki saham agar resiko yang mungkin terjadi dapat diminimalisir. Caranya adalah, menonton video learning dan webinar dari GMT Institute.
“Member yang akan melakukan jual-beli saham secara short term atau pun medium term bisa mendapatkan stockpick atau rekomendasi saham dari para master trader partnersip GMT Institute, hanya dengan subscribe,” kata Dwi Ferry Kurniawan, penggagas modul saham dan partner GMT Institute melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (17/4/2020).
“Ditambah lagi, ada wadah konsultasi bernama portofolio checkup & assistance untuk membantu para member GMT Institute dalam mereview saham-saham yang member miliki, seperti bagaimana melakukan diversifikasi isi portfolio yangt tentunya akan dibantu oleh para master trader parnership GMT Institute”, tambah Ferry.
Selain itu, GMT Institute juga menyediakan modul-modul berguna untuk melakukan investasi saham, seperti, stock konsensus, berguna sebagai acuan para member GMT Institute dalam melakukan investasi saham secara long term, lalu, ada market outlook.
Market outlook, bertujuan memberikan gambaran peluang dan tantangan pasar modal Indonesia, untuk analisisnya, bisa menggunakan modul social content, yang mengulas kejadian dan perkembangan isu-isu pada masyarakat terkait pasar modal. “Kedua modul ini dapat diakses di Youtube dan website GMT Institute”, tutup Ferry.