INDUSTRY.co.id - Jakarta-Secara teknikal pergerakan IHSG secara teknikal mencoba bertahan di level support FR38.2% yang berada dikisaran 4590. Dimana signal positif apabila terus kuat dilevel tersebut dengan potensi kembali melakukan pengujian resistance upper bollinger bands. Meskipun demikian IHSG memiliki momentum dan pergerakan dari indikator Stochastic yang bearish diarea overbought.
"Sehingga kami perkirakan IHSG masih akan bergerak berfluktuatif cenderung mencoba menguat dengan support resistance 4590-4800," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (13/4/2020).
Saham-saham yang cukup menarik dan dapat dicermati secara teknikal diantaranya; HMSP, JSMR, LPKR, TLKM, INDF, BMRI.
Pekan lalu, IHSG (+0.48%) ditutup menguat 22.38 poin kelevel 4649.08 setelah sempat ter koreksi lebih dari sepersen diakhir sesi perdagangan dengan saham-saham sektor aneka Industri (+4.49%) memimpin penguatan. IHSG bergerak pada PBV 1.5x dan PER 14.9x cukup murah dibandingkan rata-ratanya. Namun Investor asing tetap melakukan aksi jual bersih sebesar 514.18 miliar rupiah sehingga total secara tahunan dari awal tahun 2020 posisi Investor asing net sell sebesar 12.64 triliun rupiah hal tersebut memberikan indikasi capital outflow yang memang nyata terjadi ditengah kekhawatiran krisis after pandemi coronavirus.
Bursa Eropa ditutup menguat lebih optimis dengan rata-rata lebih dari sepersen. Indeks Eurostoxx (+1.46%), FTSE (+2.90%) dan DAX (+2.24%) bergerak optimis dizona positif. para investor memilih untuk fokus pada dukungan yang tak tertandingi dari para pembuat kebijakan global. The Fed akan mengarungi pasar obligasi kota ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara itu, para menteri keuangan Uni Eropa menyetujui paket langkah-langkah 540 miliar euro ($ 590 miliar) untuk memerangi dampak ekonomi dari pandemi global. minyak ditutup lebih rendah pada Kamis karena investor melihat proposal pembatasan pasokan OPEC + tidak cukup untuk mengimbangi perkiraan untuk penghancuran permintaan dari wabah Covid-19. Pertemuan OPEC berakhir tanpa kesepakatan karena Meksiko meninggalkan pembicaraan.