Aturan PSBB Tak Ganggu Distribusi Pupuk ke Petani

Oleh : Herry Barus | Kamis, 09 April 2020 - 10:00 WIB

Pupuk Bersubsidi Ilustrasi (ist)
Pupuk Bersubsidi Ilustrasi (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Daerah tidak akan mengganggu penyaluran pupuk baik pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi kepada petani, terlebih saat ini sudah menjelang masa tanam yang akan berlangsung sejak April hingga September 2020.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk tetap menjaga ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian guna mendukung Pemerintah menjaga ketahanan pangan Nasional.

"Penyaluran pupuk kepada petani tidak terganggu dikarenakan pupuk termasuk dalam kategori barang penting yang pelaksanaan distribusinya tidak dibatasi dalam aturan PSBB. Terlebih pupuk merupakan barang strategis yang berperan penting dalam menentukan kelancaran pembangunan Nasional," kata Wijaya.

Wijaya menerangkan, syarat-syarat mengenai PSBB dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dalam aturan pembatasan tersebut terdapat beleid pengecualian terhadap pelayanan supermarket, minimarket, pasar, toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas, dan energi.

Untuk itu, lanjut Wijaya, pihaknya juga telah mendorong agar para produsen yang tergabung dalam Holding BUMN Pupuk dapat segera berkoordinasi dengan instansi-instansi kedinasan terkait, baik di tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten, termasuk dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta aparat TNI dan Polri.

"Tujuannya guna mendapatkan akses bagi kelancaran pengiriman pupuk bersubsidi dari pabrik sampai tingkat petani berdasarkan prinsip 6 Tepat, yakni tepat waktu, jumlah, harga, tempat, jenis dan mutu. Sehingga petani mendapat kepastian ketersediaan pupuk, dan produktifitas pangan Nasional pun tidak terganggu," ungkap Wijaya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Kamis, 28 Mei 2020 - 13:20 WIB

Kabar Gembira! Jokowi Bakal Guyur Insentif buat Petani dan Nelayan, Ini Skemanya

Presiden┬áJoko Widodo (Jokowi)┬ámembuka rapat terbatas dengan topik pembahasan insentif bagi petani dan nelayan dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok di Istana Merdeka, kompleks Istana…

Donald Trump

Kamis, 28 Mei 2020 - 13:15 WIB

Donald Trump Longgarkan Lockdown dan Ekonomi Dibuka, Wall Street Terbang Tinggi

Jelang kembali dibukanya ekonomi dan pelonggaran lockdown oleh Pemerintah Amerika Serikat, kondisi Wall Street langsung meningkat tajam di pasar modal.

MPL BULL

Kamis, 28 Mei 2020 - 12:20 WIB

Mobile Premier League Indonesia Hadirkan Tiga Game Lokal Baru

Mobile Premier League sebagai platform mobile esports berbasis ketangkasan terbesar di Asia Tenggara mengumumkan kolaborasinya bersama tiga pengembang game lokal Indonesia, yaitu Antpixel Studio,…

Ilustrasi deposito perbankan

Kamis, 28 Mei 2020 - 12:16 WIB

ATMR Perbankan BUKU 3, 4 Ditiadakan Hingga Tahun Depan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melanjutkan stimulus terhadap perbankan. Penyesuaian Implementasi Beberapa Ketentuan Perbankan Selama periode Relaksasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kamis, 28 Mei 2020 - 12:10 WIB

Masuki Era New Normal, Menperin Agus Revisi Kebijakan & Target Sektor Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperbarui aturan yang dapat mendukung sektor industri dalam kesiapan menerapkan tataran new normal atau kenormalan baru, yang menjadi salah satu…