Kontrak Proyek Jargas Senilai Rp309,1 miliar untuk 6 Kota dan kabupaten Diteken Secara Online

Oleh : Candra Mata | Kamis, 09 April 2020 - 10:16 WIB

Jaringan Pipa Gas PT PGN
Jaringan Pipa Gas PT PGN

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) telah melakukan penandatangan kontrak pembangunan jaringan gas (jargas) tahap kedua sebanyak 33.518 sambungan rumah (SR). 

Pembangunan jargas tersebut senilai Rp309,1 miliar akan diperuntukan untuk 6 (enam) kota/kabupaten.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso menyampaikan, pembangunan jargas ini diharapkan tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku dalam pencegahan Covid-19.

"Dalam melaksanakan pembangunan jargas ini, wajib memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku dalam pencegahan Covid-19. Untuk itu, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat," kata Alimuddin usai penandatanganan online di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Penandatangan paket kontrak sendiri dibagi menjadi dua tahapan secara online dan offline. Kontrak pertama, pembangunan jargas yang diperuntukkan bagi Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang dan Kab. Deli Serdang sebanyak 16.709 SR dengan nilai kontrak Rp156,3 miliar.

Sementara paket kontrak lain yang juga diteken adalah Kota Balikpapan, Kab Penajam Paser Utara dan Kota Tarakan sebanyak 16.809 SR dengan nilai kontrak mencapai Rp152,8

miliar.

Sebelumnya pada 10 Maret 2020, Kementerian ESDM dengan Pemerintah Daerah telah meneken 7 paket kontrak senilai Rp862,3 miliar, untuk membangun 82.157 SR di 15 kabupaten/kota.

Dengan adanya penandatangan kontrak tersebut, tercatat sudah ada 21 kabupaten/kota yang akan dibangun fasilitas jargas sepanjang 115.675 SR. Khusus tahun 2020 ini, Pemerintah akan menargetkan alokasi pembangunan jargas di 49 kabupaten/kota sebanyak 266.070 SR.

Alimuddin menambahkan, Pemerintah akan mengevaluasi paket kontrak yang belum diteken. Evaluasi ini dilakukan lantaran ada pengalihan anggaran untuk prioritas penanganan pandemi COVID-19.

"Pemerintah sudah mengumumkan kebutuhan anggaran yang besar untuk Covid-19, semua sektor akan kontribusi, nah nanti pilihan-pilihan yang prioritas mungkin ada yang jalan, mungkin karena durasi waktunya tidak cukup akan kami evaluasi," ungkap Alimuddin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Samantha Clayton Herbalife

Kamis, 28 Mei 2020 - 18:00 WIB

Jangan Tinggalkan Kebugaran Tubuh Saat WFH

Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah menghimbau masyarakat untuk menerapkan kebijakan "di rumah saja", termasuk bekerja dari rumah atau Work From Home. Kebijakan ini mempengaruhi rutinitas…

Bank BCA

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:45 WIB

PT Bank Central Asia Tbk Suntik Modal Rp1 Triliun, Bank Royal Berubah Nama Jadi Bank Digital BCA

Setelah sebelumnya mengakusisi, emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi mengganti namanya Bank Royal menjadi Bank Digital BCA dengan suntikan modal awal sebesar Rp1 triliun.

Persija Jakarta (Ist)

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:30 WIB

Manajemen Persija Jakarta Sangat Berharap Liga Segera Berjalan Kembali

Persija Jakarta telah mengambil sikap terkait lanjut atau tidaknya kompetisi musim ini. Manajemen Macan Kemayoran mempertimbangkan segala aspek baik dan buruk bila Liga Indonesia musim ini kembali…

Aktivitas industri makanan dan minuman (mamin)

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:10 WIB

Kabar Baik! Sepanjang Januari-April 2020, Ekspor Industri Pengolahan Tembus USD 42,75 Miliar

Sepanjang Januari-April 2020, pengapalan produk industri pengolahan mampu menembus hingga USD42,75 miliar atau naik sebesar 7,14 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Mochamad Iriawan, Ketum PSSI

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:00 WIB

Ketum PSSI-Menpora Bahas Persiapan Piala Dunia dan Kompetisi

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bertemu Menteri Pemuda Olahraga Zainudin Amali di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, belum lama ini . Dalam pertemuan ini, PSSI menyampaikan perkembangan…