Cadangan Devisa Tergerus Akhir Maret 2020

Oleh : Wiyanto | Selasa, 07 April 2020 - 17:17 WIB

Dolar Singapore (Foto/Rizki Meirino)
Dolar Singapore (Foto/Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar 121,0 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar 130,4 miliar dolar AS.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ujar Onny Widjanarko,D DirekturEksekutif, Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan keperluan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah kondisi “extraordinary” karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi COVID-19 secara cepat dan meluas ke seluruh dunia. Kepanikan pasar keuangan global dimaksud telah mendorong aliran modal keluar Indonesia dan meningkatkan tekanan Rupiah khususnya pada minggu kedua dan ketiga bulan Maret 2020.

Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia, berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi pasar berangsur-angsur pulih dan mekanisme pasar kembali berjalan sejak minggu terakhir Maret 2020. Bank Indonesia memandang bahwa tingkat nilai tukar Rupiah dewasa ini relatif memadai dan secara fundamental “undervalued”, dan diperkirakan akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 per dolar AS di akhir tahun 2020.

Selain itu, Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

RECOFTC mendampingi masyarakat Desa Pattaneteang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dalam kegiatan pengembangan usaha kopi pasca izin hutan desa. Pendampingan tersebut membuka akses masyarakat untuk mengelola hasil hutan secara mandiri dan berkelanjutan.

Kamis, 24 September 2020 - 07:47 WIB

Konflik Lahan Meningkat! Pegiat Resolusi Konflik Dorong Sinergi Multisektor Sebagai Kunci Penanganan Konflik Lahan Saat Pandemi

Jakarta- Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) mencatat peningkatan tajam jumlah pengaduan konflik lahan di tahun 2020, sehingga akumulasi kasus dari 2015…

PT. Asuransi Jiwasraya (persero)

Kamis, 24 September 2020 - 07:00 WIB

Penyidik Kejaksaan Agung Periksa 12 Saksi Terkait Kasus AJS

Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Rabu (23/9/20200 kembali melakukan pemeriksaan 12 (duabelas) orang saksi yang terkait dengan perkara tindak…

Cara Sehat Dankormar Mayjen Suhartono di Tengah Pandemi Corona

Kamis, 24 September 2020 - 06:00 WIB

Cara Sehat Dankormar Mayjen Suhartono di Tengah Pandemi Corona

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han), menghadapi pandemi corona dengan melaksanakan olahraga pagi jogging dan panahan di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak,…

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria

Kamis, 24 September 2020 - 05:30 WIB

Perkembangan Penanganan Insiden Tertembaknya Pendeta di Distrik Hitadipa Intan Jaya

Pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pendeta Yermia Zanambani yang tertembak di Distrik Hitadipa Kab. Intan Jaya.

Prajurit Batalyon Zeni 1 Mar Laksanakan Tugas Pendukungan

Kamis, 24 September 2020 - 05:00 WIB

Prajurit Batalyon Zeni 1 Mar Laksanakan Tugas Pendukungan

Adapun kegiatan pendukungan yang saat ini sedang dilaksanakan Yonzeni 1 Mar antara lain, penyiapan lahan program ketahanan pangan Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Markas Besar TNI Angkatan…