Melirik Cuan Investasi Properti di Pusat Kota Surabaya

Oleh : Ridwan | Minggu, 05 April 2020 - 09:30 WIB

Grand Shamaya
Grand Shamaya

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pertumbuhan perekonomian Indonesia terus dipacu sehingga pertumbuhannya bisa lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Hal ini membuat potensi investasi di Indonesia semakin besar.

Namun saat ini, minat investor untuk berinvestasi masih terkonsentrasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Padahal, beberapa kota besar lainnya sudah bertumbuh dan makin potensial untuk jadi sasaran investasi, salah satunya Surabaya. 

Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya saat ini menjadi patokan sebuah standar penilaian bisnis dan investasi setelah Jakarta. Termasuk untuk sektor properti. Kendati bisnis dan investasi properti secara umum dipandang masih melambat, namun kota Pahlawan ini menunjukkan kelasnya sebagai pasar yang tak pernah surut.

CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono mengatakan, saat ini pasar properti Surabaya menjadi lebih menjanjikan. "Kelas atasnya sudah terbentuk, kelas bawahnya kian membaik kesejahteraannya, ekonominya juga terus bertumbuh sehingga mendorong buying power meningkat," kata Hendra di Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya pada tahun 2018 tumbuh sebesar 6,20 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Ini artinya, pertumbuhan ekonomi Surabaya berada di atas Jawa Timur, dan ekonomi Nasional.

Menurut Hendra, pencapaian ini menjadikan Surabaya sebagai pasar paling potensial dan dinamis setelah kawasan Jadebotabek. Tak mengherankan jika kota ini juga menjadi favorit untuk bisnis dan investasi.

Kota Surabaya, Jawa Timur terbagi atas lima wilayah yaitu, Surabaya wilayah Pusat, Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Dari kelima kawasan tersebut, wilayah pusat menjadi daya tarik investasi yang cukup menjanjikan. Selain memiliki tingkat pertumbuhan yang cukup baik, pengembangan sektor properti di kawasan Surabaya Pusat juga cukup masif. Jangan heran jika di seluruh penjuru kawasan Surabaya Pusat telah berdiri gedung-gedung pencakar langit.

Salah satu perusahaan properti yang jeli melihat kondisi ini yaitu PP Properti Tbk. yang menghadirkan proyek Grand Shamaya di Pusat Kota Surabaya. Grand Shamaya menjadi proyek masterpiece milik PP Properti. Tak hanya menghadirkan desain kelas dunia, Grand Shamaya juga menjadi tujuan investasi yang menjanjikan bagi para calon investor. Hal ini terlihat dari jumlah penjualan yang kian meningkat setiap bulannya. 

Berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektar, Grand Shamaya memberikan kenyamanan dan kualitas terbaik bagi para konsumen.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga mengungkapkan hal yang sama. Dikatakan Risma, peningkatan investasi khususnya di bidang properti dalam kurun waktu dua tahun belakangan meningkat tajam, meninggalkan Bandung dan Semarang. Oleh karen itu, ia mengajak para investor untuk segera berinvestasi khususnya di sektor properti di Surabaya.

Risma tak hanya mengajak berinvestasi tapi juga mengungkapkan alasan kuat yang bisa mendorong para pengusaha untuk berinvestasi properti di Surabaya.

"Kami tidak hanya membangun dan membiarkan tumbuh kota ini. Tetapi saya juga berpikir bagaimana integritas jalan, dampak banjirnya seperti apa dan tidak asal memberikan izin sehingga baik investor maupun warga saya sama-sama untung," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Rabu, 03 Juni 2020 - 19:21 WIB

Beredar Kabar Anies Perpanjang PSBB, Mal di Jakarta Batal Dibuka, Ini Penjelasan Pemprov

Pemprov DKI Jakarta kembali menegaskan bahwa Mal belum diizinkan beroperasi di Jakarta. Sebelumnya tersiar informasi yang menyebutkan pusat perbelanjaan atau mal akan dibuka kembali pada 5 dan…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:52 WIB

Sah! Pemerintah Gelontorkan Rp677,2 Triliun Dana Covid-19, Ini Rinciannya...

Seusai rapat terbatas dengan Presiden melalui video conference, di Jakarta, pada rabu (3/6/2020), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa total anggaran untuk penanganan…

Taralite

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:42 WIB

Fintech P2P Lending Taralite Raih Izin Usaha Dari Otoritas Jasa Keuangan

Dengan adanya izin dari OJK tersebut, perusahaan yang merupakan bagian dari Grup OVO yang sebelumnya berstatus “Terdaftar” di OJK, kini meningkat menjadi perusahaan P2P Lending berlisensi…

Chief Credit Officer & Co-Founder, Christopher Gultom

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:20 WIB

Sambut New Normal, Akseleran Siapkan Strategi Mitigasi Risiko Kredit

Menyambut New Normal, Akseleran menyiapkan sejumlah strategi untuk memitigasi risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) guna mendukung kebangkitan perekonomian nasional.

Bank Bukopin serahkan bantuan ke terdampak covid-19 (Doc: Bank Bukopin)

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:10 WIB

Bank Bukopin dan Agen Laku Pandai Salurkan CSR ke Terdampak COVID-19 di Solo

Di tengah kondisi pandemi virus Corona (COVID-19), Bank Bukopin berkomitmen tetap hadir di tengah masyarakat untuk saling mendukung dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran COVID-19. Selain…