dr. Siti Nadia Tirmizi: Bukan Obati Malaria, Klorokuin adalah Obat Covid-19

Oleh : Nata Kesuma | Minggu, 05 April 2020 - 12:41 WIB

Obat Kloroquin (foto - Antara)
Obat Kloroquin (foto - Antara)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Klorokuin saat ini dijadikan sebagai obat Covid-19. Beredar di masyarakat bahwa klorokuin merupakan obat malaria yang masih digunakan. 

Padahal, Klorokuin tersebut sudah tidak lagi digunakan untuk pengobatan malaria.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonosis dr. Siti Nadia Tirmizi khawatir masyarakat akan menggunakan klorokuin untuk pengobatan Covid-19 secara berlebihan.

''Nanti otomatis kalau dia minum klorokuin karena dugaan awalnya Covid-19 tapi sebenarnya penyakitnya malaria, pasti demamnya akan turun sedikit tapi malarianya gak keobati, malah akan menjadi resisten malaria,'' kata dr. Siti Nadia Tarmizi dilansir dari laman Kemenkes Minggu (5/4).

Untuk penggunaan Covid-19, lanjutnya, tidak bisa hanya klorokuin saja tapi harus dibarengi obat lain seperti oseltamivir. 

Ia menekankan bahwa klorokuin sudah tidak lagi digunakan sebagai obat malaria karena terjadi resistensi terhadap penyakit tersebut.

Sekitar 2009-2010 klorokuin bisa dijual bebas, sebagai akibatnya resistensi yang sangat tinggi terhadap penggunaan klorokuin terutama pada penderita malaria. 

Kondisinya saat itu setiap kali orang merasa demam langsung mengonsumsi klorokuin, akibatnya demam hilang namun terjadi resistensi malaria.

''Kita khawatir, walaupun saat ini sedang pandemic Covid-19 tapi jangan sampai target kita mencapai eliminasi malaria pada tahun 2030 tidak tercapai,'' ujarnya.

Klorokuin sendiri sudah tidak masuk ke dalam pengobatan malaria, artinya klorokuin masih digunakan untuk obat-obat dengan penyakit lupus. 

Klorokuin sendiri sudah dihapus dari Daftar Obat Esensial (DOEN) dan Formularium Nasional (Fornas) untuk obat malaria sejak tahun 2010.

''Jadi memang ini yang menjadi konsen kami, walaupun klorokuin masih ada dalam jumlah terbatas tapi memang sudah peruntukannya untuk penyakit lupus dan berbeda dosisnya dengan pengobatan malaria,'' kata dr. Nadia.

Obat malaria yang digunakan saat ini adalah Dihidroartemisinin piperakuin (DHP) dengan Primakuin. 

Pada 2011 Badan POM sudah menyepakati klorokuin tidak lagi digunakan untuk pengobatan malaria. Bahkan pada leaflet klorokuin sudah dinyatakan indikasinya tidak untuk malaria.

Prinsipnya penggunaan klorokuin yang tidak sesuai peruntukannya akan berpotensi menyebabkan resistensi terhadap malaria. Sehingga eliminasi Malaria 2030 tidak tercapai.

''Posisi sekarang ada 214 kabupaten/kota yang belum mencapai eliminasi, yang sudah eliminasi 300 kabupaten/kota. Takutnya dengan kondisi Covid-19 ini untuk daerah yang belum mencapai eliminasi dan memang cenderung bahwa penyakit utamanya adalah malaria dan bukan karena Covid-19 tidak terjadi eliminasi malaria. Ini yang harus diwaspadai,'' tegasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, pada Kamis, 21 Januari 2021. Foto: BPMI Setpres/Lukas

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:49 WIB

Pemerintah Perpanjang PPKM hingga Dua Pekan Mendatang

Jakarta-Pemerintah akan kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua minggu ke depan mulai tanggal 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021.

Presiden Joko Widodo

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:38 WIB

Simak! Ini Tiga Sektor Industri yang Dapat Bertahan dan Berkembang Ditengah Pandemi

Ketiga sektor tersebut adalah sektor pangan, sektor farmasi dan rumah sakit, serta teknologi jasa keuangan dan pendidikan.

Amar Bank

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:30 WIB

Amar Bank Kembangkan Intelligence Banking Tingkatkan Layanan Keuangan Digital

Di Indonesia, permintaan layanan bank digital semakin besar seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet di tahun 2020 yang mencapai 175,4 juta orang atau 64% dari total penduduk…

Menteri Nadiem Makarim

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:25 WIB

Ayah Bunda dan Guru Tolong Catat! Nadiem Tegaskan AN Tidak Sama dengan UN: Bukan Evaluasi Individu Siswa dan Bukan Juga untuk Menghukum Sekolah!

Terkait isu strategis tentang Asesmen Nasional (AN), banyak masyarakat yang salah persepsi, untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim angkat suara dengan…

Ilustrasi galon sekali pakai

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:18 WIB

Digagas Dua Siswa SMA, Petisi Tolak Galon Sekali Pakai Terus Mendapat Dukungan Publik

Sebuah petisi penolakan terhadap produk air kemasan galon sekali di change.org terus mendapat dukungan publik. Sampai hari ini, Jumat (22/1/2021), sudah lebih dari 27.000 orang menandatangani…