Arus Peti Kemas di Pelabuhan Priok Turun 5,13 %, IPC Sebut Corona Biang Keladinya

Oleh : Candra Mata | Rabu, 25 Maret 2020 - 07:55 WIB

Ilustrasi Terminal Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)
Ilustrasi Terminal Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY co.idJakarta, Arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok dalam dua bulan terakhir turun sebesar 5,13 persen. 

Selama Januari-Februari 2020, jumlah peti kemas yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 992 ribu TEUs. 

Jumlah ini turun 53 ribu TEUs dibandingkan throughput Januari-Februari 2019, yang mencapai 1,045 ribu TEUs.

“Penurunan tersebut merupakan dampak langsung dari merebaknya virus Corona, yang awal penyebarannya terjadi di Wuhan, China. Kondisi ini bisa dimengerti, karena sejak wabah Corona merebak di China pada Desember 2019, produktivitas di sana langsung turun drastis,” kata Direktur Transformasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC, Ogi Rulino, di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Meskipun terjadi penurunan pada dua bulan pertama tahun ini, Ogi optimistis arus peti kemas akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. 

Apalagi situasi di China dilaporkan mulai pulih dan industrinya kembali bergerak.

Sejauh ini, IPC belum merumuskan perubahan target peti kemas tahun 2020. 

Menurut Ogi, pihaknya masih melakukan kajian serta mengamati perkembangan perekonomian global dalam 2-3 bulan ke depan.

“Terutama situasi di China, yang berkontribusi paling besar terhadap jumlah arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok,” jelasnya.

Adapun sebelumnya, IPC menargetkan arus peti kemas tahun 2020 sebesar 8,1 juta TEUs.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mekari Chat

Minggu, 17 Januari 2021 - 16:00 WIB

Mekari Chat Permudah Komuknikai Bisnis

Memastikan keamanan komunikasi dalam bisnis, khususnya di masa sekarang dimana komunikasi dan kolaborasi dilakukan jarak jauh, menjadi hal yang sangat krusial. Bisnis perlu memilih platform…

Sarang burung walet (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:48 WIB

Nilai Ekspor Sarang Burung Walet Bikin Geleng-geleng Kepala

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan tren ekspor Sarang Burung Walet (SBW) memberikan kontribusi bgai devisa negara.

Rencana Pembangunan Solar Park di Indonesia Timur (foto Kemnterian ESDM)

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:10 WIB

Tak Kalah dengan Portugal dan Arab Saudi, Dirjen EBTKE: Kami Akan Bangun Solar Park, Satu Hamparan Luas di Indonesia Timur yang Isinya Solar Panel Saja...

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan bahwa Pemerintah akan berencana mengembangkan taman panel surya atau surya…

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:35 WIB

PEFINDO Berikan Peringkat 'idAA-' kepada MTN Kimia Farma

PEFINDO memberikan peringkat “idAA-” kepada MTN Kimia Farma Tbk (Kimia Farma) sebesar Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2021.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:15 WIB

Warga Tolong Catat! Ini Daftar Kelompok Masyarakat yang Tak Bisa Disuntik Vaksin COVID-19 Sinovac

Pemerintah telah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat, Rabu (13/01/2021) lalu, ditandai dengan pemberian vaksin kepada Presiden RI Joko Widodo…