INDUSTRY.co.id - Aceh, Peneliti ganja asal Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Aceh, Profesor Musri Musman, menyatakan tanaman ganja berpotensi menjadi obat untuk menyembuhkan pasien yang terpapar Virus Corona atau COVID-19. 

Advertisement

Menurutnya, kandungan minyak dari ekstrak ganja mampu menahan penyebaran virus di dalam tubuh.

"Saya berasumsi dengan keyakinan terhadap hasil kajian (pengobatan menggunakan ganja) yang prosedurnya terpenuhi, bisa kita bawa pada kasus corona yang cara masuknya sama seperti penyakit paru-paru," kata Musri dikutip daei laman acehkini, Senin (23/3).

Advertisement

Menurut Musri, Virus Corona masuk ke dalam tubuh seseorang melalui saluran paru-paru, yang kemudian menimbulkan penyakit pneumonia atau radang paru-paru.

Menurutnya, sejumlah penelitian telah menguji penggunaan minyak dari ekstrak ganja atau disebut Cannabidiol (CBD) untuk pengobatan penyakit paru-paru.

Advertisement

Selain itu, CBD juga telah diuji untuk mengobati asma dan herpes. 
 
"Selama ini ada yang sudah menggunakannya dalam penyakit paru-paru yang disebabkan karena inveksi virus. Mereka menggunakan CBD yang ada di ganja, itu harus diekstrak dulu kemudian difraksionasikan," tutur dia. 

Menurut Musri, kandungan CBD terdapat pada daun, bunga, dan biji ganja. 

Advertisement

Tetapi dia menegaskan kandungan CBD hanya didapat jika tanaman ganja diekstrak, bukan dihisap.

"Mengobatinya tidak dengan menghisap ganja, tadi memberikan ekstrak minyaknya. Kalau salah pengertian nanti salah lagi kami," ujarnya.

Musri berharap Kementerian Kesehatan agar segera menguji penggunaan ekstrak ganja tersebut untuk penyembuhan pasien corona. 

"Jika diminta untuk menguji, saya siap membantu," pungkasnya.