INDUSTRY.co.id - Jakarta, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, Achmad Yurianto melarang masyarakat untuk membeli bahkan menyimpan secara mandiri obat yang dikabarkan memberikan kesembuhan pasien Corona atau Covid 19.
Yuri menegaskan, klorokuin merupakan jenis obat keras yang tidak boleh sembarangan dikonsumsi.
"Obat tersebut bukanlah sebagai langkah pencegahan. Oleh karena itu, tidak perlu masyarakat kemudian menyimpan Kloroquin, membeli Kloroquin dan menyimpannya," tegas Yurianto dilansir dari laman resmi Kemenkes Minggu (22/3).
Yurianto juga mengingatkan bahwa obat tersebut diberikan melalui resep dokter dan diawasi ketat oleh tenaga kesehatan.
"Ingat Kloroquin adalah obat keras yang hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter,” tegas Yurianto.
Menurut Yurianto, upaya pencegahan dan penyebaran Covid 19 adalah dengan mematuhi himbauan dari Pemerintah.
“Saat ini yang harus kita mengerti bersama dan harus kita patuhi bersama adalah kebijakan Pemerintah terkait dengan mengatur menjaga jarak, mengurangi aktivitas di luar (dirumah saja-red), menghindari kerumunan, dan sebagainya, tetap menjadi pilihan yang pertama,” pungkasnya.
Peelu diketahui, Chloroquine atau disebut Kloroquin merupakan obat untuk mengobati pasien malaria.
Kloroquin belakangan dianggap efektif digunakan untuk pengobatan pasien terinfeksi corona berdasarkan bukti praktek di Tiongkok dan Perancis yang menggunakan Kloroquin untuk perawatan pasien corona.
Dan diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan obat yang diyakini ampuh menyembuhkan pasien covid-19. Ada dua jenis obat yang disiapkan, yaitu avigan dan klorokuin.
"Obat ini sudah dicoba oleh satu dua tiga negara dan memberikan kesembuhan," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (20/3).
Jokowi menyatakan akan memesan 2 juta Avigan dan saat ini telah memiliki persediaan 3 juta Chloroquine.
"Kami telah datangkan 5 ribu Avigan dan dalam proses pemesanan 2 juta," sambung Jokowi .