INDUSTRY.co.id, Jakarta-Pemerintah beberapa waktu lalu merilis stimulus jilid II untuk meminimalisir dampak dari virus corona atau Covid-19 terhadap perekonomian dalam negeri. Apalagi World Health Organization (WHO) telah menetapkan virus corona sebagai pandemi global.

Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, stimulus jilid II ini akan lebih berfokus pada sektor produksi terutama sektor manufaktur.

Sebab, sejak ditetapkan sebagai pandemi global, sektor tersebut kesulitan untuk mendapatkan barang modal dan bahan baku.

Advertisement

"Ini pun bukan pengumuman terakhir karena perkembangan dan situasi ekonomi ini masih dinamis. Kita akan terus terbuka dengan situasi yang ada dan siapkan instrumen policy yang dimiliki untuk terus mitigasi atau meminimalkan dampak. Baik terhadap sektor pengusaha, perusahaan korporasi atau masyarakat. Jadi pemerintah selalu melihat dari sisi ekonomi, kita lihat demand side, konsumsi, investasi dan juga sektor usaha supply chain atau production side," ujar Sri Mulyani di Kemenko Perekonomian, Jumat (13/3/2020).

Alex Suharly, Ketua Pedagang Glodok, mengatakan, himbauan kalau tidak penting jangan keluar dari rumah tentu sangat berdampak bagi para pedagang. 

Advertisement

Kita meminta kepada pemerintah, agar stimulus pajak jangan hanya diberikan kepada sektor-sektor industri tertentu. Tapi pedagang-prragang seperti kami di Glodok tolong  diberikan stimulus pajak khusus pph 25.

“Hal itu penting, saat ini perdagangan lesu, pembeli berkurang yang datang  ke mall atau pasar sehingga penghasilan prsh berkurang,”ujar Alex kepada industry.co.id, Senin (16/03/2020).

Advertisement

Menurutnya, Virus corona ini berdampak pada pedagang, terutama mulai terasa dari minggu lalu. Calon konsumen yang datang ke pasar berkurang, apalagi hari ini lebih berkurang lagi.

Berdasarkan pantauan industry.co.id, Pusat Perbelanjaan di Glodok Sepi Pengunjung.

Terpantau pada Senin siang (16/03/2020), pusat perbelanjaan di Glodok sepi pengunjung akibat adanya pemberitaan terkait virus corona COVID-19 dan masyarakat untuk tidak keluar rumah.

Rupanya penurunan pengunjung ke pusat-pusat perbelanjaan akibat kekhawatiran corona berdampak signifikan bagi pedagang atau peritel di mal-mal.

Pedagang mengeluhkan penjualan mereka drop semenjak ada kasus positif corona di Indonesia.

“Penjualan kami sepi, turun drastis. Repot kalau begini terus,”cetus Bejo, Pedagang Alat Musik di Kawasan Glodok.