INDUSTRY.co.id - Jakarta - Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) kian membaik menjadi 74,10%, atau turun 3,68% dari 2018, yang menunjukan langkah efisiensi yang diterapkan manajemen berjalan tepat sasaran. Program transformasi menuju otomasi dan digitalisasi mulai membuahkan hasil.
"Pencapaian BOPO ini juga berada dibawah rata-rata perbankan yaitu sebesar 80,65% pada 2019 yang mencerminkan program efisiensi di Bank Mega berjalan lebih baik dibanding tingkat efisiensi secara industri," kata Direktur Utama Kostaman Thayib dalam Public Expose (Paparan Kinerja) PT Bank Mega Tbk periode tahun 2019, Kamis (5/3/2020).
Sedangkan dari sisi permodalan, lanjut Kostaman, rasio kecukupan modal (CAR) Bank pada tahun 2018 tercatat sebesar 23,68% menguat dari tahun 2018 yang mencerminkan struktur permodalan yang kuat.
Fungsi intermediasi perbankan berjalan dengan baik yang tercermin dari rasio LDR sebesar 69,67%, dan sudah sesuai dengan target dan strategi Bank Mega untuk menjaga tingkat likuiditas pada kisaran 70% agar dapat menjaga yang baik dalam mengantisipasi kondisi yang tidak menentu. Pada situasi tertentu, bahkan Bank Mega menetapkan rasio LDR pada 61%
Sejalan dengan pencapaian kinerja yang menggembirakan di tahun 2019, Bank Mega juga terus melakukan pengembangan dan inovasi pada Sistem Teknologi Informasi untuk menciptakan layanan perbankan digital (digital banking) demi peningkatan kualitas pelayanan terhadap para Nasabah. Beberapa layanan digital tersebut diantaranya adalah M Smile, Digital On Boarding, Mega Intelligent Assistant (MILA), dan Mega Employee Mobile (MEMo).