INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan IHSG secara analisa teknikal bergerak menutup gap down yang terbentuk diakhir pekan lalu dengan percobaa uji resistance MA5. Indikator Stochastic berpotensi golden-cross pada area oversold dan RSI bullish reversal momentum. Indikasi penguatan lanjutan mulai terlihat setelah Indikator berpotensi memberikan signal reversal jangka pendek.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak kembali mencoba menguat diatas moving average 5 hari dengan support resistance 5500-5600," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; ACES, ANTM, ASII, BBCA, BBRI, BBTN, BBNI, ESSA, KLBF, LSIP, MAIN, MEDC, PWON, TINS, TOWR, WTON.

IHSG (+2.94%) naik 157.38 poin kelevel 5520.63 setelah bursa saham global kompak menguat signifikan. Sektor infrasturktur (+4.22%) dan Consumer (+3.90%) memimpin penguatan dengan naik lebih dari 3% hingga akhir seri perdagangan. Saham GIAA (+5.51%) mengalami kenaikan merespon stimulus pemerintah mengenai pengurangan harga Avtur dan pembebasan pajak hotel dan restauran di 10 tujuan wisata Indonesia. saham TLKM (+5.23%) naik memimpin kenaikan saham-saham telekomunikasi setelah ISAT (+3.35%) mampu membukan laba setelah mengalami kerugian pada tahun sebelumnya. Investor terlihat mulai kondusif terlepas dari penemuan vaksi coronavirus yang dikabarkan mulai dipattenkan di Tiongkok, Investor optimis pada kebijakan bank Indonesia guna mengintervensi rupiah. Bank Indonesia memberikan lima kebijakan moneter seperti penurunan GWM valuta asing menjadi 4% dan GWM rupiah dipangkas 50bps dan Mempermudah underlying Transaksi dan Bank Kustodian bagi investor asing serta melakukan tiga intervensi dipasar berbeda yakni pasar Spot, DNDF dan pembelian SBN pasar sekunder. Namun investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar 241.16 Miliar rupiah diseluruh papan perdagangan.

Indeks saham Eropa serentak naik signifikan. Indeks Eurostoxx (+2.28%), FTSE (+2.14%) dan DAX (+2.56%) naik lebih dari dua persen mengiringi ekuitas berjangka di AS yang naik lebih tinggi karena serangkaian kebijakan dan tindakan pemerintah akan cukup intens dalam menjaga ancaman ekonomi dari coronavirus. Fokus investor tampaknya akan pada teleconference antara kepala keuangan G-7 tentang coronavirus sebelumnya Trump mengatakan kepada The Fed harus mengurangi dan memotong suku bunga lanjutan. OECD telah memperingatkan bahwa pertumbuhan akan turun ke level yang tidak terlihat dalam lebih dari satu dekade, manufaktur mengalami kontraksi paling banyak sejak Februari 2009, dan semakin banyak semak-semak yang memperingatkan tentang dampak penyakit.