INDUSTRY.co.id - Jakarta - Secara analisa teknikal pergerakan IHSG yang melemah 1.7% mengagalkan pola hammer pattern yang berpotensi reversal. Indikator Stochastic dan RSI bergerak cukup rendah namun belum ada signal reversal seperti golden-cross dan bullish reversal momentum.
"Sehingga kami perkiranan IHSG masih akan bergerak tertahan kembali mencoba menguat dengan support resistance 5350-5535," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Saham-saham yang masih cenderung menarik diantaranya; ADHI, ANTM, ASII, BBNI, BBRI, HOKI, INCO, KLBF, PGAS, MAIN.
IHSG (-1.68%) turun 91.46 poin kelevel 5361.25 dengan saham-saham sektor keuangan (-3.05%) dan Pertambangan (-1.58%) turun signifikan memimpin pelemahan indeks sektoral. Rupiah ditutup melemah -0.37% kelevel Rp14265 per USD setalah sempat turun lebih dari setengah persen. Bank Indonesia melakukan intervensi dengan memotong Rupiah Reserve Ratio menjadi 4% untuk meningkatkan likuiditas hingga $3.2 Miliar dan mendukung aktifitas ekspor import yang melambat akibat sentimen coronavirus yang mulai tampak di Indonesia. IHSG sempat berada cukup optimis setengah persen dizona hijau pasca data indeks kinerja manufaktur PMI Indonesia bulan Februari 2020 naik diatas ekspektasi dan tingkat inflasi masih berada pada zona terkendali namun semua itu rusak setelah adanya 2 kasus pertama coronavirus di Indonesia. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar 291.15 Miliar rupiah.
Bursa Eropa mayoritas menguat seakan melawan arus pelemahan bursa saham Asia. indeks Eurostoxx (+1.38%), FTSE (+2.19%) dan DAX (+1.11%) naik signifikan menunjukan tanda-tanda rebound jangka pendek dengan semua 19 sektor industri menghijau. Data indeks kinerja sektor manufaktur PMI mayoritas naik di Eropa dengan membawa angin segar menanti data indeks manfuktur PMI di AS. Investor akan mencermati perkembangan wabah coronavirus yang dikabarkan mulai terkendali di Tiongkok dan warga negara AS di negara bagian termasuk California dan Texas akan memberikan suara pada "Super Tuesday" untuk calon Demokrat untuk mencalonkan diri melawan Presiden Donald Trump dalam pemilihan November.