Terwujudnya Kemandirian Kesehatan dan Obat Nasional Didukung Menristek

Oleh : Herry Barus | Kamis, 27 Februari 2020 - 11:00 WIB

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro (Foto Dok Humas)
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro (Foto Dok Humas)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menegaskan dalam upaya meningkatkan inovasi mesti terjalin sinergi yang positif dengan triple helix yang mencakup akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah. Beliau membuat alur strategi meliputi kebutuhan strategis dunia usaha melalui penelitian dari lembaga pemerintah non-kementerian (LPNK) dan perguruan tinggi.

“Dalam sinergi tersebut masih sering ditemui kendala keterlambatan pertumbuhan industri, khususnya industri alat kesehatan dan obat di Indonesia. Oleh karena itu Forum Discussion Group_ (FGD) ini diselenggarakan untuk mempertemukan pelaku kemitraan (triple helix) membangun komunikasi serta saling bertukar informasi demi mendorong peningkatan kapasitas inovasi nasional,” jelas Menristek Bambang pada saat membuka forum diskusi Sinergi Triple Helix_ Bidang Kesehatan dan Obat di ruang senat akademik fakultas kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Salemba, Jakarta (26/2/2020).

Untuk meningkatkan pemanfaatan hasil inovasi khususnya dibidang kesehatan dan obat, pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengeluarkan instrumen kebijakan dengan progam pendanaan komersialisasi produk inovasi sampai tahap uji klinis dan mendorong peningkatan dukungan dalam bentuk program dan anggaran kepada para komunitas penelitian dan pengembangan yang memiliki produk inovasi.

Menristek Bambang mengungkapkan bahwa saat ini 90-95 persen alat kesehatan dan obat nasional masih menggunakan bahan baku impor. Beliau menyebut kebutuhan impor secara bertahap harus diturunkan dengan membangun kemandirian Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Kemandirian obat nasional dapat dibangun dengan mengembangkan dan memanfaatkan biodiversitas yang dimiliki Indonesia, sehingga mengurangi ketergantungan pasokan bahan baku impor.

“Mungkin tidak perlu berpikir dulu mengenai ekspor obat atau bagaimana Indonesia bisa menguasai katakanlah pasar obat di ASEAN. Tapi menguasai pasar obat dalam negeri dan bisa mengurangi angka signifikan dari 90 ke 70 persen saja sudah prestasi luar biasa. Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri,” terang Menristek Bambang.

Dalam Forum Diskusi Sinergi  Triple Helix Bidang Kesehatan dan Obat tersebut turut hadir Plt. Staf Ahli Bidang Infrastruktur (Kemenristek/BRIN) Ali Ghufron Mukti, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, serta turut mengundang kementerian dan lembaga terkait guna mempercepat tumbuh kembangnya produk-produk inovasi dibidang kesehatan dan obat.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama PT Pupuk Kujang Bambang Eka Cahyana meninggal dunia, pada Jumat, 3 April 2020.

Jumat, 03 April 2020 - 14:14 WIB

CEO Pupuk Kujang Meninggal Dunia

Jakarta-Kabar datang dari BUMN pupuk tanah air, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Bambang Eka Cahyana meninggal dunia, pada Jumat, 3 April 2020.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (persero) Aas Asikin Idat (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 03 April 2020 - 14:00 WIB

Sejumlah Tantangan Bisnis Selama Delapan Tahun Dilewati Pupuk Indonesia

Tepat pada hari ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Pupuk genap berusia 8 tahun. HUT yang mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Demi Indonesia” ini diperingati dengan suasana…

Hotel (Ilustrasi)

Jumat, 03 April 2020 - 13:15 WIB

Per Kamis Kemarin Jumlah Hotel yang Tutup Capai 826, Ini Respon Menparekraf

Jumlah hotel yang menutup sementara operasionalnya di tengah pandemi virus corona (COVID-19) bertambah. Per hari ini, sudah 826 hotel terpaksa tutup karena tak lagi memiliki pengunjung.

Ilustrasi pernikahan (Foto Ist)

Jumat, 03 April 2020 - 13:06 WIB

KUA Enggan Layani Akad Nikah, Gara-gara Corona?

Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menerbitkan edaran baru terkait protokol penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) pada pelayanan kebimasislaman. Edaran yang ditujukan ke Kepala Kanwil…

Pembagian bingkisan terhadap orang miskin

Jumat, 03 April 2020 - 12:17 WIB

Sembako untuk Kaum Marjinal

Baru dua tahun belakangan ini, Karsidi (47), menjalani profesinya sebagai penjual koran keliling di Kota Semarang. Sebelum menjadi penjaja koran, ia menjalani pekerjaan sebagai pengumpul rongsok…