Naik 5,96 persen, PT Acset Indonusa Tbk Raih Pendapatan sebesar Rp. 3,95 triliun

Oleh : Candra Mata | Kamis, 27 Februari 2020 - 09:03 WIB

Tol Layang Jakarta Cikampek II
Tol Layang Jakarta Cikampek II

INDUSTRY co.idJakarta, PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) menutup tahun 2019 dengan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,96%, dari Rp3,72triliun menjadi Rp3,95triliun. 

Pencapaian lain dalam semester ini adalah diresmikannya proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Japek II) oleh Presiden Indonesia Joko Widodo pada 12 Desember 2019 lalu. 

Tol Japek II merupakan proyek Kerja Sama Operasi (KSO) bersama dengan Waskita Karya dan merupakan tol layang terpanjang di Indonesia. 

Dengan diresmikannya Tol Japek II membuktikan kontribusi nyata ACSET untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. 

Seiring dengan ini, Perusahaan juga senantiasa melakukan perbaikan secara kontinu dalam aspek pengelolaan proyek dan pengelolaan finansial untuk dapat membukukan hasil yang lebih baik bagi seluruh kepentingan stakeholders.

Berdasarkan kontribusi lini bisnis dalam perolehan pendapatan, sektor infrastruktur berkontribusi sebesar 66%, konstruksi sebesar 21%, fondasi sebesar 10% dan sektor lainnya sebesar 3%. 

Di akhir tahun 2019, ACSET mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,14triliun. 

Hal ini merupakan dampak lanjutan dari keterlambatan penyelesaian proyek Contractor Pre-Financing (CPF) dan proyek struktur yang juga berdampak pada periode sebelumnya. 

Lebih lanjut, keterlambatan penyelesaian proyek menimbulkan peningkatan biaya pendanaan, biaya overhead, dan biaya lain yang dialokasikan untuk percepatan penyelesaian proyek tersebut. 

Di samping ini, ACSET juga mengalami penyesuaian nilai pekerjaan sehingga pendapatan dan laba proyek berjalan menjadi terkoreksi. 

Hingga kini, ACSET masih mengerjakan sejumlah proyek dengan total kontrak senilai Rp4,1triliun, yang mana terdiri dari carry over order tahun 2018 dan kontrak baru tahun 2019.

Perolehan kontrak baru tahun 2019 adalah sebesar Rp1,7triliun. Beberapa proyek strategis yang diyakini dapat membawa added-value bagi Perusahaan. 

Di antaranya, Pekerjaan Sipil Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU) Jawa 1, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Soma Karimun (2 x 25 MW) di Riau, dan proyek struktur Arumaya Residence. 

Hingga kini, ACSET masih mengerjakan sejumlah proyek dengan total kontrak senilai Rp4,1triliun, yang mana terdiri dari carry over order tahun 2018 dan kontrak baru tahun 2019.

Sepanjang tahun 2019, ACSET menerapkan prinsip Know Your Counterparts (KYC) dalam memilih proyek yang Perusahaan targetkan. 

Prinsip ini mengarahkan ACSET untuk dapat menjadi lebih selektif dan selalu mempertimbangkan kemampuan serta kompetensi yang ACSET miliki sebelum menentukan proyek-proyek yang akan diikuti tendernya. 

Tahun 2019 juga diwarnai oleh dinamika pemilihan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, yang mana sedikit banyak juga turut mempengaruhi proses dan waktu tender proyek sehingga banyak yang mengalami penundaan ke tahun 2020.

Di tahun 2020, ACSET akan terus berupaya mencapai kontrak baru yang sesuai dengan kemampuan dan kapasitas Perusahaan. 

Optimisme ini dilandasi oleh upaya perbaikan nyata yang tengah dilaksanakan Perusahaan dalam aspek finansial, kualitas operasional dan juga pengembangan sumber daya internal. 

Strategi perbaikan juga disertai dengan upaya diversifikasi segmen pendapatan sebagai inisiatif Perusahaan untuk membuka peluang dalam pekerjaan spesialis yang baru, seperti diversifikasi bidang soil improvement dan marine works. 

ACSET di tahun 2020 masih akan fokus pada proyek infastruktur strategis, seperti pembangunan jalan tol landed dan elevated, pembangkit listrik dan pelabuhan. 

Selain itu, ACSET juga terus memberdayakan kompetensinya di bidang fondasi dan struktur dengan menargetkan proyek-proyek yang memiliki potensi untuk memberikan ruang perkembangan lebih jauh secara kompetensi dan kontribusi bagi stakeholders Perusahaan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Hotel (Ilustrasi)

Jumat, 03 April 2020 - 13:15 WIB

Per Kamis Kemarin Jumlah Hotel yang Tutup Capai 826, Ini Respon Menparekraf

Jumlah hotel yang menutup sementara operasionalnya di tengah pandemi virus corona (COVID-19) bertambah. Per hari ini, sudah 826 hotel terpaksa tutup karena tak lagi memiliki pengunjung.

Ilustrasi pernikahan (Foto Ist)

Jumat, 03 April 2020 - 13:06 WIB

KUA Enggan Layani Akad Nikah, Gara-gara Corona?

Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menerbitkan edaran baru terkait protokol penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) pada pelayanan kebimasislaman. Edaran yang ditujukan ke Kepala Kanwil…

Shopee Donasi dan Subsidi 1 Juta Masker untuk Indonesia

Jumat, 03 April 2020 - 13:00 WIB

Shopee Donasi dan Subsidi 1 Juta Masker untuk Indonesia

Shopee, platform e-commerce terpercaya di Asia Tenggara dan Taiwan, kembali memberikan donasi dan subsidi sebanyak 1 juta masker untuk dokter dan tenaga medis melalui Badan Nasional Penanggulangan…

Pembagian bingkisan terhadap orang miskin

Jumat, 03 April 2020 - 12:17 WIB

Sembako untuk Kaum Marjinal

Baru dua tahun belakangan ini, Karsidi (47), menjalani profesinya sebagai penjual koran keliling di Kota Semarang. Sebelum menjadi penjaja koran, ia menjalani pekerjaan sebagai pengumpul rongsok…

Indonesia Lawan Covid-19 (foto Richard Juniar)

Jumat, 03 April 2020 - 12:15 WIB

Selain Donasi Rp72 miliar, Jubir Pemerintah: Banyak Sekali Relawan yang Telah Bergabung Bersama Kami Hadapi Covid-19

Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto menyampaikan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Bertambah Menjadi 1.790 Kasus di seluruh Indonesia "Sementara itu pasien yang terkonfirmasi…