INDUSTRY.co.id, Jakarta - Dosen Program Studi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan aksi bersih pantai di Pulau Pari Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan UNJ.

Menurut Shahibah Yuliani, Salah satu tim dosen, tema lingkungan di wilayah pesisir diambil mengingat pentingnya menjaga kelestarian ekositem laut untuk sumber kehidupan dan penghidupan masyarakat kepulauan.

"Kegiatan diawali dengan berbagai penyuluhan. Selain  kampanye lingkungan dengan memanfaatkan media sosial Instagram melalui laut.kitabersama, peserta juga diberikan  pemahaman hak atas tanah, womenpreneur untuk penduduk Pulau Pari dan dilanjutkan dengan aksi nyata mengajak perempuan nelayan membersihkan pantai bersama Nova Scorviana sebagai koordinator aksi dan Asmani sebagai penggerak perempuan nelayan," ujar Shahibah dalam rilis pers kepada Industry.co.id, Senin (9/12).

Menurut Mustakbirin, pengurus  RT 01 setempat, menyampaikan  sampah plastik telah menjadi salah satu masalah utama laut dan pesisir.

“Sampah-sampah plastik tersebut biasanya berasal dari pesisir pantai tempat objek wisata yang dibuang dan terbawa gelombang. Ada juga berasal dari pelabuhan-pelabuhan pantai dan aktivitas nelayan di pelabuhan perikanan atau berasal dari rumah tangga di perkotaan kemudian dibawa oleh aliran sungai dan bermuara ke laut.” ujar Mustakbirin.

Masyarakat yang menjadi peserta penyuluhan adalah perempuan, yang juga womanpreuneur, diharapkan selain mampu menjaga lingkungan alam juga mampu meningkatkan wisatawan Pulau Pari sekaligus peningkatan ekonomi keluarga.

“Selain penyewaan homestay yang sudah dimiliki, keripik sukun, rumput laut, kerupuk ikan yang dibuat  dapat lebih dipasarkan secara luas melalui sosial media maupun aplikasi lainnya..” Ujar Dian Alfia, pemateri womanpreneur .  

Sementara “Pemahaman hak atas tanah diberikan, agar masyarakat sekitar  tahu tentang proses peralihan kepemilikan dan mengerti hak atas tanah”  Imbuh, Martini yang merupakan salah satu penyuluh.  

Dalam kegiatan selama tiga hari itu, selama akhir Agustus 2019. Selain penyuluhan, mereka juga menggelar kegiatan seminar untuk guru mengenai pendidikan kebencanaan dan aplikasi Kurikulum 2013 dalam pembelajaran di beberapa sekolah. Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi warga sekolah untuk tanggap darurat terhadap bencana alam yang mudah terjadi di daerah pesisir.

“Kami berharap sekolah dapat menjadi salah satu ujung tombak kesiapsiagaan bencana di masyarakat,” Ujar anggota Tim Pengabdian Masyarakat UNJ, Nandi Kurniawan. Menurut dia, sekolah dapat menjembatani pengetahuan dan sosialiasi mengenai kebencanaan yang akan menumbukan kesadaran bencana sehingga meminimalisir kerugian baik moril maupun materil.

Sesi berikutnya adalah materi tentang Pendekatan Saintifik pada kurikulum 2013. Menurut Eko Siswono, pemateri dalam kegiatan ini, permasalahan yang dialami oleh guru saat ini mengenai kebijakan Kurikulum 2013 yang menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran.

"Tidak jarang kegagalan dalam implementasi kurikulum baru itu disebabkan oleh kurangnya pemahaman guru sehingga sosialiasi, worshop sangatlah diperlukan untuk memaksimalkan tujuan itu sepenuhnya," kata Eko.

Kepala SDN-SMPN satu atap Titin Yanni mengatakan sangat menyambut baik kegiatan semacam ini. Menurutnya kegiatan ini menjadi input tambahan bagi guru guru yang sangat sulit mendapatkan akses pengetahuan yang sangat penting.