Menteri Teten Dorong Pelatihan SDM KUMKM di Daerah Wisata Super Prioritas

Oleh : Ridwan | Senin, 24 Februari 2020 - 19:36 WIB

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, pihaknya melakukan konsolidasi untuk memperkuat daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air agar bisa naik kelas dan mampu berkompetisi dengan brand dari luar.

"Harus ada perubahan cara pandang. Selama ini memang pelaku UMKM takut naik kelas karena takut dengan pajak. Kami akan terus lakukan pelatihan wirausaha agar mereka naik kelas," kata Teten Masduki, dalam sambutannya pada acara pembukaan kolaborasi untuk Koperasi Keren dan UMKM Naik Kelas, di Yogyakarta, Senin (24/2/2020).

Teten menyampaikan bahwa salah satu program prioritas Presiden, Joko Widodo, adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia.

"Kata kunci SDM tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing, dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berperadaban tinggi dan menjadi negara maju dan ini sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yaitu membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur,” ujarnya.

Turut hadir pada acara tersebut, mewakili Gubernur D.I Yogyakarta yaitu Asisten Gubernur Bidang Perekonomian, Bupati Sleman, hadir juga Putri Indahsari Tanjung (Staf Khusus Presiden), Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Ir. Arif Rahman Hakim didampingi Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Nasrun, dan serta Asdep Standarisasi dan Sertifikasi SDM KUMKM Endang Prihantini.

Lebih lanjut Menteri Teten minta kepada Deputi Bidang SDM pendidikan/pelatihan SDM KUMKM terutama untuk Kewirausahaan/Vocational untuk diperluas dan diperbanyak, khususnya daerah wisata super prioritas (bali baru), seperti sekarang di Sleman dan sekitarnya sebagai penyanggah wisata Borobudur, untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional saat ini sebesar 3,47 persen dari jumlah penduduk, dan tahun 2021 ditargetkan 3,64 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di negara maju yang mencapai 14 persen. Jumlah tersebut juga masih lebih kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di Malaysia 4,74 persen, Thailand 4,26 persen dan Singapura yang mencapai 8,76 persen.

"Masa produk UMKM kita kalah terus dengan negara-negara tetangga, dengan bonus demografi usia produktif kita harus jadi pemenang di ASEAN," tegas Teten.

Menteri Teten menyampaikan Strategi Nasional (STRANAS) Pengembangan KUMKM dilaksanakan melalui 3 pilar yaitu, Peningkatan Kapasitas Usaha; Mendorong Lembaga Keuangan Ramah Bagi KUMKM serta meningkatkan Koordinasi Lintas Sektor Untuk Mendukung Ekosistem KUMKM.

Dari 3 pilar ini akan dijabarkan melalui Enam Strategi yaitu, Perluasan Akses Pasar, Meningkatkan Daya Saing, Pengembangan Kewirausahaan, Akselerasi Pembiayaan dan Investasi, Kemudahan dan Kesempatan Berusaha, dan Koordinasi Lintas Sektor.

Pada Kesempatan yang sama Deputi Bidang SDM Ir. Arif Rahman Hakim dalam laporannya menyebutkan, bahwa target jumlah wirausaha yang mendapatkan pelatihan tahun 2020 sebanyak 57.700 orang, meningkatkan Rasio Kewirausahaan dari 3,47 menjadi 3,64 persen dan Rasio Wirausaha berbasis peluang menjadi 10,30 perse yang akan dikerjakan bersama-sama dengan lintas kementerian/lembaga.

Di tempat yang sama, juga hadir Staf khusus presiden Putri Indahsari Tanjung menyatakan bahwa untuk jadi pengusaha, semua butuh proses. "Awal mulainya harus ada dorongan usaha. Dorongan bisa apapun bentuknya, karena pengusaha adalah orang yang bisa melihat peluang atau menciptakan peluang," ujar Putri.

Menurutnya, pengusaha harus mau bertransformasi dan mampu beradaptasi. Mindset nya harus berubah. "Pengusaha harus mau beradaptasi, berkolaborasi, mau berubah, tahu hitung hitungan dan terus belajar," pungkas Putri Tanjung.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tim Rescue KIK Lakukan Pertolongan Pertama Jatuhnya Heli MI 17 Milik TNI AD

Minggu, 07 Juni 2020 - 07:30 WIB

Pengelola Kawasan Industri Kendal Lakukan Pertolongan Pertama Jatuhnya Heli MI 17 Milik TNI AD

Didik Purbadi Direktur KIK menerangkan, tim rescue yang terdiri dari security, petugas TNI, Polri yang bertugas di kawasan langsung bergegas datang ke lokasi sesaat setelah kejadian.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Foto: Ist)

Minggu, 07 Juni 2020 - 07:30 WIB

Sri Mulyani Bikin Presiden Trump "Enggak" Bisa Tidur, Ini Penyebabnya!

Netflix, Spotify, Facebook hingga Zoom harus membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari hasil jualannya.

Petani di Temanggung Jateng Siap Hadapi Iklim Ekstrem

Minggu, 07 Juni 2020 - 07:00 WIB

Petani di Temanggung Jateng Siap Hadapi Iklim Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menggelar Sekolah Lapang Iklim atau SLI secara virtual di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2020). Kegiatan…

TNI Garda Terdepan Penjaga Ideologi Pancasila

Minggu, 07 Juni 2020 - 06:00 WIB

TNI Garda Terdepan Penjaga Ideologi Pancasila

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan Ketetapan MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah…

Tingkatkan Imunitas Tubuh, Prajurit Marinir Sidoarjo Laksanakan Olah Raga

Minggu, 07 Juni 2020 - 05:30 WIB

Tingkatkan Imunitas Tubuh, Prajurit Marinir Sidoarjo Laksanakan Olah Raga

Dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh dan kebugaran fisik, prajurit Brigif 2 Marinir melaksanakan olahraga di Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo. Sabtu (06/06/2020).