Hoshino Resorts OMO5 Tokyo Otsuka Gelar Festival Serba Sakura

Oleh : Ridwan | Rabu, 19 Februari 2020 - 18:30 WIB

Festival serba Sakura
Festival serba Sakura

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Hoshino Resorts OMO5 Tokyo Otsuka, sebuah hotel pariwisata perkotaan di mana para tamu dapat sepenuhnya merasakan kota Otsuka, akan menjadi tuan rumah "Festival Serba Sakura OMO" bagi pengunjung untuk menikmati bunga sakura sampai puas di tempat kelahiran bunga sakura Somei-Yoshino. 

Para tamu dapat menikmati dekorasi bunga sakura buatan di hotel, dan makanan penutup bertema sakura yang dibuat dengan kerja sama dengan bisnis lokal. Tur yang dijalankan oleh pemandu lokal hotel, "OMO Rangers," juga akan diubah menjadi "Tur Bunga Sakura" untuk waktu yang terbatas. 

Menggunakan pengetahuan mendalam mereka tentang Otsuka, “Sakura Rangers” dapat menunjukkan para tamu tempat-tempat terbaik untuk melihat bunga sakura. Mari berkunjung dan nikmati melihat bunga sakura di OMO5 Tokyo Otsuka, yang terletak di Toshima, tempat kelahiran bunga sakura Somei-Yoshino.

Tujuan “Festival Serba Sakura OMO”

Distrik Toshima, tempat OMO5 Tokyo Otsuka berada, sebenarnya merupakan tempat kelahiran bunga sakura Somei-Yoshino. Diperkirakan oleh beberapa orang bahwa Somei-Yoshino diciptakan melalui perkembangbiakan selektif oleh para hortikultura Kastil Edo, di tempat yang sekarang bernama Somei. Karena sejarah ini, daerah sekitar OMO5 Tokyo Otsuka adalah tuan rumah bagi banyak tempat melihat bunga sakura, seperti jalan yang dibatasi oleh pohon Somei-Yoshino, atau Asukayama yang telah lama dikenal sebagai tempat yang tepat untuk melihat bunga sakura. 

Festival Serba Sakura OMO dibentuk disini berdasarkan keinginan mendalam untuk memastikan bunga sakura istimewa dilihat oleh sebanyak mungkin orang.

3 Hal yang Wajib untuk Dinikmati di Festival Serba Sakura OMO

1. Dekorasi hotel bertemakan bunga sakura
Para tamu di OMO Base, lounge lobi terbuka di lantai 4 hotel yang menampilkan gaya Otsuka modern, setiap hari akan disambut dengan bunga buatan Somei-Yoshino yang mekar penuh selama acara berlangsung. Di OMO Base, pengunjung dapat menikmati keindahan fotogenik dari bunga sakura saat mereka berubah sepanjang hari. 

Pada siang hari, bunga-bunga cerah bersinar di bawah sinar matahari. Dan pada malam hari, bunga sakura yang diterangi oleh lentera kertas menciptakan pemandangan yang benar-benar ajaib.

2. “Set Manisan Hanami”, dibuat dengan kerja sama dengan bisnis lokal

Untuk waktu yang terbatas, Set Manisan Hanami akan ditawarkan di kafe OMO yang kasual di lantai 4 hotel, untuk membantu para tamu menikmati hanami (kegiatan melihat bunga sakura) lebih dalam lagi. Set Manisan Hanami yang terdiri dari “cherry blossom mille-feuille” dan “cherry blossom monaka” merupakan menu ekslusif kafe OMO yang dibuat dengan kerja sama dengan bisnis lokal di Otsuka. 

Dari penampilan hingga aroma yang dibuat menyerupai bunga sakura, para pengunjung dapat menikmati bunga sakura hingga puas. Kolaborasi ini dimungkinkan karena OMO adalah hotel yang menghargai hubungan dengan bisnis lokal dan memberikan pengalaman kota autentik kepada para tamu.

Deskripsi Menu Orisinil kafe OMO

Cherry Blossom Mille-Feuille
“Fruit Sugi, toko kelontong Otsuka tercinta x NODOKA, kedai teh yang mengembangkan cara baru untuk menikmati teh”. 

Makanan penutup yang dibuat dengan stroberi segar dari Fruit Sugi, dan the NODOKA yang kaya. Kafe OMO mengambil hidangan Prancis “mille-feuille”, menatanya dengan gaya khas Jepang, dan memasukkannya ke dalam kotak persegi. Rasa teh yang kaya dan sedikit pahit dilengkapi secara indah dengan rasa asam manis stroberi.

Cherry Blossom Monaka
“Toko wagashi bersejarah SENNARI Monaka x Fruit Sugi”

Makanan penutup dibuat dengan menempatkan pasta kacang putih yang kaya rasa dari SENNARI Monaka dan stroberi dari Fruit Sugi ke dalam monaka berbentuk bunga sakura. Para tamu dapat sepenuhnya menikmati rasa stroberi disamping pasta kacang manis putih yang lembut. Wafer monaka juga diresapi dengan aroma bunga sakura sehingga para tamu dapat mengalami tampilan dan aroma dari hidangan penutup yang terinspirasi dari bunga sakura. 

Deskripsi Bisnis Lokal

Toko kelontong “Fruit Sugi”
Sebuah toko buah dan sayuran yang telah dicintai penduduk Otsuka lebih dari setengah abad lamanya. Baru-baru ini, Fruit Sugi menjadi bahan pembicaraan di kota Otsuka berkat parfait buah musiman yang menjadi viral di media sosial.


Toko teh “NODOKA”
Toko teh yang berbasis di Otsuka yang menawarkan teh Jepang berkualitas tinggi langsung dari perkebunan teh Jepang organik terbaik. Obyektif mereka adalah untuk “menciptakan seperangkat nilai baru untuk teh tradisional Jepang, serta berbagi berbagai macam cara menikmati teh dengan seluruh dunia”Toko manisan Jepang “SENARI Monaka” Toko wagashi bersejarah yang didirikan pada tahun 1937 dan telah beroperasi selama 82 tahun. Pengunjung toko ini dapat mengalami suasana nostalgia dengan kehadiran para ibu Otsuka yang mengenakan celemek dan menyambut tamu dengan senyuman menawan.

3. Hanya untuk waktu terbatas, tur trem Tokyo pagi dengan OMO Rangers berubah menjadi Tur Bunga Sakura!

Selama acara berlangsung, tur trem Tokyo reguler 
dengan “OMO Rangers” akan berubah menjadi Tur Bunga Sakura dimana para peserta dapat sepenuhnya menikmati keindahan bunga sakura Otsuka! Dengan mengenakan mantel yang dihiasi bunga sakura, para “Sakura Rangers” akan menunjukkan sekitaran Otsuka kepada para tamu dan memperkenalkan bunga sakura yang berjejer di jalanan. 

Para “rangers” memiliki pengetahuan yang luas tentang bunga sakura, sehingga para peserta tur akan dapat melihat bunga-bunga dari perspektif baru. Otsuka juga memiliki budaya musik yang dinamis, dan permainan gitar yang ceria para “rangers” pasti dapat membangkitkan semangat siapapun.

OMO merupakan brand terbaru dan keempat dari Hoshino Resorts. OMO bisa dibilang kotak harta karun bagi para pelancong. Sebagian besar buku panduan hanya menutupi permukaan suatu tujuan, tetapi OMO mencakup budaya yang lebih dalam. 

Bervariasi dalam budaya dan penampilan, kota-kota di Jepang tidak pernah berhenti memikat hati pengunjung. OMO datang dengan konsep “hotel yang menginspirasi” dan membayangkan apa yang akan diminati wisatawan saat berlibur. 

Konsep ini membawa OMO mendapatkan ide dimana mengubah lingkungan sekitar hote menjadi resor besar yang terdiri dari tempat-tempat wisata regional, akomodasi kasual dan ramah wisatawan dan kafe hotel yang menyajikan kelezatan makanan khas lokal. Seiring meningkatkan pengunjung dan perkembangan kota, OMO akan terus memberikan pendekatan baru dan menarik untuk bepergian ke Jepang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama PT Pupuk Kujang Bambang Eka Cahyana meninggal dunia, pada Jumat, 3 April 2020.

Jumat, 03 April 2020 - 14:14 WIB

CEO Pupuk Kujang Meninggal Dunia

Jakarta-Kabar datang dari BUMN pupuk tanah air, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Bambang Eka Cahyana meninggal dunia, pada Jumat, 3 April 2020.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (persero) Aas Asikin Idat (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 03 April 2020 - 14:00 WIB

Sejumlah Tantangan Bisnis Selama Delapan Tahun Ditewati Pupuk Indonesia

Tepat pada hari ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Pupuk genap berusia 8 tahun. HUT yang mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Demi Indonesia” ini diperingati dengan suasana…

Ilustrasi pernikahan (Foto Ist)

Jumat, 03 April 2020 - 13:06 WIB

KUA Enggan Layani Akad Nikah, Gara-gara Corona?

Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menerbitkan edaran baru terkait protokol penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) pada pelayanan kebimasislaman. Edaran yang ditujukan ke Kepala Kanwil…

Shopee Donasi dan Subsidi 1 Juta Masker untuk Indonesia

Jumat, 03 April 2020 - 13:00 WIB

Shopee Donasi dan Subsidi 1 Juta Masker untuk Indonesia

Shopee, platform e-commerce terpercaya di Asia Tenggara dan Taiwan, kembali memberikan donasi dan subsidi sebanyak 1 juta masker untuk dokter dan tenaga medis melalui Badan Nasional Penanggulangan…

Pembagian bingkisan terhadap orang miskin

Jumat, 03 April 2020 - 12:17 WIB

Sembako untuk Kaum Marjinal

Baru dua tahun belakangan ini, Karsidi (47), menjalani profesinya sebagai penjual koran keliling di Kota Semarang. Sebelum menjadi penjaja koran, ia menjalani pekerjaan sebagai pengumpul rongsok…