Akhirnya, Suzuki Luncurkan XL7, Harganya Rp230 Jutaan

Oleh : Ridwan | Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:30 WIB

Suzuki XL 7 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Suzuki XL 7 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Setelah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa bulan terakhir, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya meluncurkan Suzuki XL7 di Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).

Hadir sebagai penantang baru di segmen Low Sport Utility Vehicle (LSUV) bergaya crossover, XL7 mengaspal dengan tiga pilihan varian.

Mulai dari Zeta yang merupakan varian termurah, kemudian Beta untuk varian menengah, dan Alpha sebagai varian tertingginya.

Untuk harganya, Suzuki XL7 Zeta M/T dibanderol Rp 230 juta, Zeta A/T Rp 240,5 juta, Beta M/T Rp 246,5 juta, Beta A/T Rp 257 juta, Alpha M/T Rp 256,5 juta, dan Alpha A/TRp 267 juta.

Harga tersebut on the road (OTR) DKI Jakarta.

"Bertepatan dengan usia yang ke-50 tahun Suzuki di Indonesia. Kami ingin memberikan sesuatu yang istimewa yaitu peluncuran global produk terbaru kami yaitu Suzuki XL7," kata Seiji ltayama, President Director SIS saat peluncuran di Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).

Dengan hadirnya XL7, ia berharap mampu mengoptimalkan pangsa pasar Suzuki di Indonesia dan sebagai pilar ketiga di dunia setelah Jepang dan India.

Selain itu, Itayama juga mengungkapkan kalau XL7 akan menjadi salah satu model andalan ekspor SIS dengan target ke 30 negara.

Adapun Ertiga versi Crossover ini hadir dengan 8 pilihan warna, yang mana varian Zeta dan Beta dapat pilihan warna Prime Cool Black, Pearl Snow White, Pearl Burgundy Red, Metallic Magma Grey.

Sedangkan varian Alpha punya pilihan warna Rising Orange + Black, Brave Khaki + Black, Prime Cool Black, Prime Snow White.

Untuk dapur pacunya, Suzuki XL7 tetap memakai mesin yang sama dengan Ertiga, yakni K15B 4 silinder DOHC berkapasitas 1.462 cc.

Mesin tersebut mampu menghasilkan daya 103,2 dk pada 6.000 rpm dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm.

Director 4 Wheel PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra menargetkan angka penjualan mencapai 20 persen di tahun 2020. Sedangkan untuk produksinya sendiri dilakukan di pabrik Cikarang dengan kapasitas produksi mencapai 2000 unit per bulan.

Sementara untuk ekspor, lanjut Donny, pihaknya menargetkan bisa mengapalkan Suzuki XL7 ini hingga 12600 unit, dengan 30 negara tujuan.

"Ekspor kita targetkan hingga 12600 unit ke 30 negara tujuan. Asia menjadi kawasan perrama yang akan kita ekspor," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pasar di Sumatera Barat

Rabu, 26 Februari 2020 - 18:03 WIB

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Kementerian PUPR Bangun Dua Pasar di Sumatera Barat

Pasar Atas Kota Bukittinggi mengalami kebakaran hebat pada 30 Oktober 2017 lalu yang menyebabkan hilangnya 1.000 lebih kios pedagang di gedung tiga lantai.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)

Rabu, 26 Februari 2020 - 18:00 WIB

Multi Bintang Indonesia Kembali Raih Sustainable Business Awards

Multi Bintang Indonesia kembali menerima penghargaan tahunan Sustainable Business Awards (SBA) untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

SBA Indonesia 01 (Presiden Direktur, Umesh Phadke dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa)

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:57 WIB

L’Oréal Indonesia Terima Penghargaan Kinerja Holistik Terbaik dan Pengakuan Khusus Manajemen Air

L’Oréal Indonesia dengan bangga menerima dua penghargaan Sustainable Business Award Indonesia dalam kategori Pengakuan Khusus pada Manajemen Air (Special Recognition in Water Management)…

Direksi PT Future Pipe, Fadel Muhammad Wakil Ketua MPR dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:51 WIB

Future Pipe Industries Ekspor Pipa Fiberglass Senilai US$20 Juta

Pemerintah fokus memacu sektor industri agar lebih gencar meningkatkan nilai investasi dan ekspornya. Upaya ini diyakini mampu mendorong penguatan daya saing sektor manufaktur dan struktur ekonomi…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:48 WIB

Menteri Basuki: Banjir Jakarta Tak Hanya Tanggung Jawab Pemprov DKI Jakarta Tapi Juga Pemerintah Pusat

Menteri Basuki meminta agar tidak ada perbedaan kewenangan dalam menangani banjir Jakarta.