Yayasan Peta Bencana dan BNPB Luncurkan Petabencana.id Platform Pelaporan Bencana Via Medsos

Oleh : Hariyanto | Rabu, 12 Februari 2020 - 16:01 WIB

Peluncuran Petabencana.id
Peluncuran Petabencana.id

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam rangka peluncuran skala nasional platform PetaBencana.id, Yayasan Peta Bencana dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), didukung oleh PLN dan Bank BRI, mengadakan kegiatan nasional kesiapsiagaan bencana untuk pertama kalinya yang bernama #112Challenge.

Acara peluncuran Petabencana.id yang digelar di Gedung Graha BNPB ini  juga dihadiri oleh Letjen Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lebih dari 125 organisasi di 56 kabupaten/kota dan 17 provinsi di Indonesia berpartisipasi dalam kompetisi skala nasional tersebut, di mana warga  mensimulasikan pelaporan banjir dan pembagian informasi real-time melalui PetaBencana.id.

“PetaBencana.id adalah platform yang terbuka dan gratis dalam menyediakan informasi bencana real-time dan komunikasi transparan antara warga dan lembaga pemerintah, untuk mengurangi risiko dan mempercepat waktu tanggap darurat. Platform online ini memanfaatkan penggunaan media sosial untuk memilah informasi bencana dari warga di lokasi bencana, yang memiliki informasi paling mutakhir, dan menampilkan informasi ini langsung  dalam peta berbasis web," kata Nashin Mahtani, Direktur Petabencana.id, Selasa (11/2/2020).

Nashin mengatakan almarhum Sutopo mempunyai peran penting dalam pengembangan Petabencana.id sebagai media utama berbagi informasi bencana yang diharapkan dapat menghasilkan gambaran yang komprehensif dari kejadian bencana, dan memungkinkan warga, lembaga kemanusiaan, dan instansi pemerintah untuk membuat keputusan berbasis informasi yang memadai pada keadaan darurat.

“Yayasan Peta Bencana dan BNPB, didukung oleh PLN dan Bank BRI, menjadi tuan rumah kegiatan nasional kesiapsiagaan bencana , bernama #112Challenge. Lebih dari 125 organisasi di 56 kabupaten/kota dan 17 provinsi di Indonesia berpartisipasi dalam kompetisi skala nasional tersebut, di mana warga mensimulasikan pelaporan banjir dan pembagian informasi real-time melalui PetaBencana.id. Dengan inisiatif ini kami berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana dari tingkat masyarakat dengan semangat gotong royong,” tambah Nashin Mahtani

"Transparansi platform ini menyediakan keterbukaan akses pada informasi darurat yang dibutuhkan untuk membuat keputusan bagi warga, organisasi komunitas, lembaga kemanusiaan, dan lembaga pemerintah, sehingga membangun kolaborasi dan respon yang terkoordinasi dalam kejadian bencana di seluruh wilayah Indonesia," tambah Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Sejak tahun 2013, PetaBencana.id sudah digunakan oleh jutaan pengguna di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta kota besar lain seperti Kota Bandung, Semarang dan Surabaya. Yayasan Peta Bencana mengembangkan platform tersebut dan memenangkan beberapa penghargaan seperti United Nations Public Service Award 2019. Palang Merah Internasional juga merekomendasikan proyek ini sebagai model untuk partisipasi masyarakat dalam respon bencana.

Dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat ini, lebih dari 125 sekolah, BPBD, lembaga non-pemerintah, dan bisnis di Indonesia secara bersamaan menggelar mural bertemakan bencana di komunitas masing-masing sebagai bagian dari #112Challenge. Mereka mengajak teman, keluarga, tetangga, dan komunitas di sekitar untuk berfoto dengan mural dan mem-posting laporan simulasi bencana ke platform PetaBencana.id.

Terhitung saat ini, semua penduduk Indonesia bisa mengirimkan laporan bencana dengan mencuit @petabencana, mengirim pesan facebook ke @petabencana, atau mengirim pesan telegram ke @bencanabot. Pemerintah juga memantau peta tersebut untuk mengukur situasi dan respon yang sesuai, juga dapat menampilkan kondisi terkini pada peta untuk memperingatkan warga tentang kondisi bencana.

Mengacu pada bukti bahwa pengumpulan, pembagian dan visualisasi data berbasis komunitas telah mengurangi risiko bencana dan membantu upaya pertolongan, pada tahun 2020 platform ini akan berekspansi untuk mendukung seluruh Indonesia. Selanjutnya, masih di tahunn yang sama PetaBencana.id juga akan mengembangkan mekanisme laporan dengasn menyertakan laporan bencana lain, termasuk gunungapi, gempabumi, anginkencang, dan kebakaran hutan dan lahan.

PetaBencana.id adalah bagian dari USAID BNPB InAWARE: Proyek Manajemen Bencana Peringatan Dini dan Penguatan Kapasitas Dukungan Keputusan di Indonesia. PetaBencana.id didukung oleh U.S. Agency for International Development (USAID). Proyek ini terselenggara berkat kolaborasi dengan mitra proyek yaitu Pacific Disaster Center University of Hawaii dan Humanitarian Openstreetmap Team (HOT); mitra pelaksana BNPB; mitra data termasuk MapBox, Twitter, qlue, dan PasangMata detik.com; serta sponsor #112Challenge, PT.PLN dan Bank Rakyat Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kawasan Industri Jababeka (Istimewa)

Rabu, 26 Februari 2020 - 16:01 WIB

2020, Jababeka Optimis Permintaan Lahan Makin Tinggi

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. memandang permintaan lahan tahun ini akan setinggi tahun lalu.

Moduit Dukung Industri Keuangan Digital

Rabu, 26 Februari 2020 - 15:00 WIB

Moduit Dukung Industri Keuangan Digital

Indonesia – Moduit, platform investasi reksa dana daring yang terintegrasi, hari ini kembali meluncurkan tambahan fitur aplikasi yang khusus dikembangkan untuk para penasihat keuangan, Moduit…

GAIKINDO Serukan Safety Lewat GIICOMVEC 2020

Rabu, 26 Februari 2020 - 14:30 WIB

GAIKINDO Serukan Safety Lewat GIICOMVEC 2020

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi momok di Indonesia, berdasarkan statistik Korlantas Polri, dalam empat tahun kebelakang jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia, trennya…

Ilustrasi instalasi gas. (Foto: Istimewa)

Rabu, 26 Februari 2020 - 14:20 WIB

Penurunan Harga Gas untuk 7 Sektor Industri Dinilai Tidak Fair

Ekonom Senior Faisal Basri mengkritisi rencana pemerintah menurunkan harga gas industri hingga USD 6/mmbtu. Dia menilai rencana penurunan harga itu tidak memiliki dasar yang kuat.

Bajak sawah

Rabu, 26 Februari 2020 - 14:15 WIB

Tantangan Pertanian Memanfaatkan ICT Terintegrasi Kostratani

Pakar ekonomi pertanian IPB Prof. Muhammad Firdaus melihat kini adanya tantangan dan isu pertanian yang harus diselesaikan pemerintah, parsial antara pertanian level kecamatan dan sisi teknologi…