Siap-siap, Industri Galangan Kapal Bakal Dipoles Menperin Agar Makin Moncer

Oleh : Ridwan | Senin, 10 Februari 2020 - 19:36 WIB

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi PT Industri Kapal Indonesia (Persero) (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi PT Industri Kapal Indonesia (Persero) (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Makassar - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu kemampuan produksi industri galangan kapal di dslam negeri. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pegoptimalan penggunaan produk dalam negeri dan memperbaiki neraca perdagangan nasional dengan mensubstitusi produk impor. 

"Industri kita sudah sangat siap, termasuk industri galangan kapal," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi PT Industri Kapal Indonesia (Persero) di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/2/2020).

Dalam kunjungannya ke PT Industri Kapal Indonesia (Persero) kali ini, Menperin Agus ingin mendengar langsung dari para pelaku industri galangan kapal nasional, terkait kebutuhan atau tantangan dalam menjalankan usahanya.

"Apalagi, awal berdirinya PT IKI ini melalui Kemenperin. Jadi, merupakan suatu tanggung jawab bagi kami untuk terus memacu sektor ini agar bisa tumbuh dan berkembang," tuturnya. 

Menurut Menperin, banyak hal yang perlu dipenuhi dan dibenahi agar sasaran tersebut bisa tercapai, termasuk untuk pengembangan industri galangan kapal di Tanah Air supaya bisa lebih mandiri. "Ini pasti yang menjadi fokus pemerintah," ujarnya.

Kemudian, yang juga menjadi prioritas Kemenperin adalah menyiapkan ketersedian SDM industri yang kompeten. Dalam hal ini, Kemenperin akan meningkatkan kerja sama yang terkait dengan pelatihan kompetensi bidang pengelasan atau welding.

"Kami sangat terbuka dengan langkah kolaborasi, termasuk dengan pihak pelaku industri. Kami juga akan memfasilitasi bagi para guru dan siswa yang ingin meningkatkan kompetensinya di bidang industri. Oleh karena itu, kami akan segera follow up," imbuh Agus.

Bahkan, Agus mengemukakan dalam rapat terbatas kabinet beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mencontohkan adanya teknologi konstruksi kapal untuk Pelat Datar yang memungkinkan membuat kapal nelayan yang dijamin aman, namun dengan harga yang lebih murah. Ini salah satu yang akan menjadi fokus pemerintah dalam menerapkan hasil riset yang tersambung dengan dunia industri.

Dalam rapat tersebut, Presiden menyampaikan agar Kementerian Kelautan dan Perikanan lebih banyak memprioritaskan pembeliaan kapal-kapal nelayannya yang jenisnya dari hasil riset Pelat Datar tersebut, sekitar 50-60 tonase. 

"Saya rasa PT IKI sudah paham terhadap keunggulan untuk membangun industri perkapalan nelayan yang berbasis Pelat Datar itu, termasuk juga terkait dengan biaya produksi dan perawatannya," ungkapnya.

Di samping itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada tahun ini menganggarkan untuk membeli 11 kapal. Bahkan, dalam lima tahun, ASDP memerlukan sebanyak 54 kapal. 

"Ini menjadi potensi dan challenge bagi industri galangan kapal kita. Ini harus bisa dimanfaatkan sebesarnya untuk kepentingan dalam negeri khususnya untuk menyuplai kebutuhan kapal di Indonesia," tutur Agus.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A Cahyanto mengatakan, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim tidaklah lengkap tanpa adanya industri galangan kapal yang kuat. 

Dengan semangat yang sama, tambah Eko, pemerintah terus berusaha mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar dalam negeri bagi kepentingan pengembangan industri perkapalan dalam negeri sebagaimana diamanatkan oleh Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

"P3DN merupakan salah satu strategi yang cukup penting dan perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan industri perkapalan," ujarnya. 

Hal ini karena kebijakan tersebut dapat memberikan kesempatan dan akumulasi pengalaman kepada industri galangan kapal nasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan kapal serta produk industri manufaktur maritim lainnya. 

Di samping itu, kebijakan lainnya yang akan terus didorong untuk kepentingan kemajuan industri galangan kapal adalah mengenai kebijakan fiskal. Kebijakan tersebut dipandang penting karena dapat memberikan keleluasaan industri galangan kapal dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing. 

Selanjutnya, kebutuhan komponen dalam pembangunan kapal dalam jumlah yang banyak apabila dibarengi dengan kebijaan fiskal yang tepat, akan memberikan keuntungan bagi sektor industri galangan kapal. 

"Kita ketahui bersama bahwa peran dan kontribusi sektor industri perkapalan bagi perekonomian nasional tidak dapat dikesampingkan," ucapnya.

Bahkan, investasi industri perkapalan merupakan investasi yang sangat besar dalam jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, iklim investasi yang kondusif menjadi syarat mutlak yang menjadi perhatian pemerintah agar kesinambungan operasional dan produktivitas sektor industri perkapalan dapat menjadi lebih optimal.

Kemenperin mencatat, industri perkapalan nasional mencapai beberapa kemajuan, di antaranya adalah peningkatan jumlah galangan kapal menjadi lebih dari 250 perusahaan dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 1 juta DWT per tahun untuk bangunan baru dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.

"Ke depan, diharapkan kapasitas produksi untuk bangunan baru maupun reparasi kapal dapat terus ditingkatkan," tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi security system. (Alvis Upitis/Getty Images)

Senin, 06 April 2020 - 23:10 WIB

Six years of the GitHub Security Bug Bounty program

Last month GitHub reached some big milestones for our Security Bug Bounty program. As of February 2020, it’s been six years since we started accepting submissions. Over the years we’ve been…

Media Luar Ruang City Vision

Senin, 06 April 2020 - 22:15 WIB

Media Luar Ruang City Vision Gandeng KAI Sebarluaskan Informasi Covid-19

Sebagai perusahaan media luar ruang terbesar di Indonesia, City Vision berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dan berbagai institusi lain dalam menyebarluaskan informasi kesehatan…

Keringanan kredit properti Sinar Mas

Senin, 06 April 2020 - 21:40 WIB

Industri Properti Lawan Corona, Sinar Mas Land Berikan Keringanan Bayar Kepada Masyarakat

Untuk membantu masyarakat yang ingin membeli hunian dengan cepat, Sinar Mas Land kini menawarkan solusinya dengan program berskala nasional bernama Move in Quickly.

Semen Indonesia Berikan bantuan covid-19 senilai Rp1,9 miliar

Senin, 06 April 2020 - 21:15 WIB

Semen Indonesia Serahkan Bantuan APD dan Alkes Senilai Rp1,93 miliar untuk Tenaga Medis

Semen Indonesia Gresik (SIG) memberikan bantuan alat kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) senilai Rp1,93 miliar.

Ketum BPD HIPMI Jaya 2017-2020, Afifuddin Kalla (Kiri), dan Calon Ketum BPD HIPMI Jaya 2020-2023, Muhamad Alipudin

Senin, 06 April 2020 - 20:27 WIB

Anies Diminta Bentuk Gugus Tugas Ekonomi, Caketum HIPMI: Agar Realisasi 'Titah' Presiden soal Relaksasi Kredit Tidak Gagal Paham di Lapangan

"Kebijakan tersebut juga harus didukung oleh langkah yang konkrit dari pemerintah untuk segera merealisasikan relaksasi tersebut, agar terjadi sinkronisasi seluruh pihak perbankan maupun lembaga…