INDUSTRY.co.id - Jakarta - Secara teknikal IHSG bergerak mengkonfirmasi reversal perlahan kembali menguji level psikologis 6000. Indikator Stochastic golden-cross dan RSI bullish reversal momentum pada area oversold.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyebutkan secara Fibonacci Retracement IHSG mengarah kelevel ratio 38.2% dikisaran 6050.

"Sehingga kami pekirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatannya dengan support resistance 5950-6050," kata dia di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Saham-saham yang menarik secara teknikal diantaranya; LSIP, AALI, SIMP, CPIN, MAIN, ADRO, ITMG, PTBA, MEDC, RALS.

IHSG (+0.95%) naik sebesar 56.17 poin kelevel 5978.51 dengan sektor pertanian (+3.87%) memimpin penguatan disusul oleh sektor industri dasar (+2.28%). Saham-saham produsen kelapa sawit memimpin penguatan diakhir sesi perdagangan. BWPT (+12.93%), SSMS (+6.04%), LSIP (+4.74%), AALI (+4.67%) dan SIMP (+3.87%) naik signifikan setelah data output minyak kelapa sawit Malaysia turun terendah sejak tahun 2016 sehingga stok persediaan CPO diperkirakan kembali turun. Langkah pembatasan produksi oleh Malaysia adalah sebagai upaya menstabilkan harga CPO ditengah penurunan ekspor yang cukup signifikan. Sebelumnya pergerakan IHSG sempat melempem setelah rilis data pertumbuhan ekonomi yang berada dibawah ekspektasi. Produk Domestik Bruto (PDB) finis dilevel 5,02% ditahun 2019 lebih rendah 2bps dari perkiraan. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke 4 tahun 2019 merupakan pertumbuhan paling lambat sejak akhir tahun 2016. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 568.44 Miliar rupiah.

Bursa Eropa mayoritas dibuka menguat. Indeks Eurostoxx (+1.00%), FTSE (+0.75%) dan DAX (+1.28%) naik sepersen mengikuti bursa Asia dan ekuitas berjangka di AS. Pound Inggris naik 0,1%. Euro sedikit berubah pada $ 1,1041. Seakan menghapus katalis negatif pada data ekonomi Eropa seperti data penjualan ritel turun 1.3% YoY. Selanjutnya investor masih akan menanti perkembangan vaksi coronavirus dan upaya-upaya tiongkok serta WHO menanggulangi penyebarannya. Dari dalam negeri investor masih akan sedikit terpukul pada laju pertumbuhan ekonomi dan indeks keyakinan bisnis yang masih dibawah ekspektasi.