Adira Finance Memperoleh Fasilitas Pinjaman Sindikasi Sejumlah USD300 Juta

Oleh : Herry Barus | Rabu, 22 Januari 2020 - 08:29 WIB

Adira Finance
Adira Finance

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance” atau“Perusahaan”) telah melaksanakan penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi sebesar USD300 juta di Singapura. Pengaruh Indonesia di ekonomi global yang memakin kuat mendorong bank-bank luar negeri untuk memberikan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan Indonesia dengan kinerja yang mumpuni. Adira Finance melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui pinjaman sindikasi dalam mata uang asing.

Kepercayaan  investor  terhadap  Adira  Finance  tetap  kuat,  terlihat  dari  penerbitan  pinjaman  sindikasi  ini yang  mengalami  kelebihan  permintaan  (oversubscribed)  sekitar  3  kali  dari  rencana  awal.

Fasilitas ini telah berhasil menarik minat para investor asing  yang  kebanyakannya  berasal  dari  Singapura, Taiwan dan Jepang. Fasilitas berjumlah USD300 juta ini  memiliki  tenor  3  tahun  dengan  tingkat  bunga  yang kompetitif.

 Dalam proses penerbitan pinjaman sindikasi ini, Adira Finance  menunjuk  MUFG  Bank,  Ltd.;  ANZ  Bank  Ltd.; DBS  Bank  Ltd.;  Maybank  Ltd.;  dan  United  Overseas Bank  Limited.  sebagai  mandated  lead  arrangers  dan bookrunners. 

 Seperti  tahun-tahun  sebelumnya  sejak  penerbitan pinjaman  sindikasi  yang  pertama,  Perusahaan  akan melakukan lindung nilai penuh (fully-hedged) ke dalam  mata uang rupiah untuk memitigasi risiko mata uang (currency risk) dan suku bunga (interest rate risk). 

 “Kami  berhasil  merampungkan  pinjaman  sindikasi kedelapan  di  tahun  2020.  Fasilitas  ini  akan  dipergunakan untuk mendukung bisnis pembiayaan di  Indonesia  dan  akan  digunakan  untuk  membantu pencapaian pertumbuhan pembiayaan di tahun 2020.  Dengan  dukungan  dari  pemeringkat  credit Internasional  yaitu  dari  Moody’s  dan  Fitch,  dimana  kami memperoleh peringkat Baa2 dan BBB (investment grade)  yang  merupakan  rating  yang  sama  dengan  Republik Indonesia, kami berharap akan memperkuat  posisi  pasar  dan  tingkat  kepercayaan  di  komunitas keuangan, sehingga  kami  mendapatkan  kesempatan untuk terus berupaya memperoleh sumber pendanaan yang  kompetitif,”  jelas  Hafid  Hadeli,  Direktur  Utama Adira Finance.

 “Adira Finance terus mendiversifikasi sumber dananya sehubungan  dengan  pertumbuhan  kebutuhan pendanaan  perusahaan.  Adapun  fasilitas  pinjaman dalam mata uang asing memberikan kontribusi sebesar 30,4%  atas  total  pendanaan  sendiri  Perusahaan  yang  mencapai Rp22,9 triliun pada Desember 2019. Sekitar 21% dari pendanaan sendiri merupakan pinjaman dari bank lokal dan 48% berasal dari pendanaan dari pasar modal berupa obligasi dan sukuk mudharabah. Dengan keseluruhan  total  pinjaman  tersebut,  gearing  ratio berada  di  level  2,8  kali  pada  FY2019,”  papar  I  Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Perusahaan

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Samsung Giga Party Audio

Senin, 24 Februari 2020 - 16:06 WIB

Samsung Hadirkan Samsung Giga Party Audio

Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Samsung Giga Party Audio, penambahan terbaru ke jajaran home audio dan entertainment. Dengan Built-in Woofer, Bass Booster, dan fungsi Karaoke Mode,…

Hugh Jackman dan Allison Janney di HBO GO dan HBO

Senin, 24 Februari 2020 - 15:44 WIB

Bad Education dari HBO Films

Terinspirasi dari peristiwa nyata, Bad Education, mulai tayang berbarengan waktunya dengan A.S. pada 26 April jam 8.00 WIB HBO GO dan HBO, berkisah tentang Frank Tassone (Hugh Jackman) dan Pam…

NU CARE-LAZISNU dan Treasury

Senin, 24 Februari 2020 - 15:23 WIB

Kolaborasi NU CARE-LAZISNU dan Treasury Mempelopori Donasi Emas

Sebagai lembaga yang bergerak dibidang sosial, NU CARE-LAZISNU memiliki mimpi untuk turut mewujudkan kesejahteran umat dan masyarakat Indonesia, dengan menggunakan instrumen yang bisa memberikan…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto

Senin, 24 Februari 2020 - 14:50 WIB

Status Negara Berkembang Dicabut, Kadin Minta Pemerintah Perkuat Daya Saing

Langkah Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang harus dipandang sebagai tantangan.

Ilustrasi properti di Kota Sydney

Senin, 24 Februari 2020 - 14:45 WIB

Perubahan Demografis Dorong Pergeseran Pasar Properti di Kota Sydney

Perubahan demografis telah mengubah tren properti di Australia. Diperkirakan pasar properti Negeri Kanguru itu bisa kembali bangkit sebagai salah satu destinasi investasi utama.