Jakarta Child Aid Asia Bantu Anak Kurang Beruntung

Oleh : Herry Barus | Senin, 20 Januari 2020 - 12:00 WIB

Jakarta Child Aid Asia Bantu Anak Kurang Beruntung
Jakarta Child Aid Asia Bantu Anak Kurang Beruntung

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dalam rangka meningkatkan bakat anak-anak di Asia, Yayasan Sehati Indonesia menggelar Jakarta Child Aid Asia III dihelat di Auditorium Gedung Pusat Perfilman H Usmar Ismail Kuningan Jakarta Selatan baru-baru ini.

Diungkapkan Ferdinand Marsa Chief Execitive Board Yayasan Sehati Indonesia, yang menginisiasi menggelar Jakarta Child Aid Asia III, dimulai pada tahun 2005 bertujuan untuk membuat perbedaan bagi anak-anak yang kurang beruntung melalui konser amal dan pada saat yang sama menyediakan platform untuk anak-anak berbakat artistik untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Pada bulan juli 2006, Child Aid Asia menjadi tuan rumah perdana Jakarta Child Aid Asia dengan melihat pemain berbakat dari Indonesia, Jepang, dan Singapore tampil bersama di atas panggung. Beberapa anak dari Indonesia yang tampil di konser amal Jakarta juga diundang untuk tampil di konser anak bantuan asia berikutnya di Singapura, Tokyo, dan Kuala Lumpur

"Kami yakin, dengan bekerja bersama menuju tujuan yang sama. Untuk itu, kami berharap bahwa jaringan organisasi yang berafiliasi di wilayah ini dapat dibentuk, tidak hanya untuk memberikan bantuan pengembangan bagi anak-anak berbakat tetapi kurang istimewa, serta untuk membangun platform regional dengan memamerkan bakat yang telah dibina di berbagai negara, serta membangun persahabatan dan niat baik di antara anak-anak," ujar Ferdinand Marsa usai pergelaran Jakarta Child Aid Asia III.

         

Ferdinand menambahkan, semakin banyak anak di dunia ini yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka kehilangan kesempatan untuk memiliki pendidikan yang layak serta untuk mengembangkan talentanya.

       

"Saatnya telah tiba bagi kita untuk memberi mereka lebih banyak perhatian, sehingga mereka menyadari kemampuan mereka," katanya.

Child Aid Asia Singapura, Jepang, Malaysia, Indonesia, dan Filipina, diakuinya adalah kekuatan dan kemauan dari anak-anak berbakat melintasi negara untuk membantu teman-teman mereka yang kurang beruntung.

"Kedepan  jalannya masih panjang, kami berharap kedepan lebih banyak negara akan bergabung dengan upaya ini, karena dengan bekerja keras bersama-sama, kami dapat membawa masa depan yang lebih baik bagi mereka. Di sini, di Yayasan Sehati Indonesia kami akan mendukung lebih banyak anak setiap tahunnya. Dukungan dan donasi Anda akan membuat peleburan bagi mereka," pungkas Ferdinand Marsa.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pertamina Lubricants (Ist)

Senin, 21 September 2020 - 18:40 WIB

Kemenperin Apresiasi Pertamina Lubricants jadi Pelopor Penerapan SNI Pelumas

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi untuk PT Pertamina Lubricants yang telah menjadi pelopor dalam penerapan standarisasi produk dan penggunaan produk bersertifikat Standar…

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Dok PR)

Senin, 21 September 2020 - 18:00 WIB

Pelatih PERSIB Robert Alberts Soroti Transisi Permainan

Setiap pertandingan kami selalu berpikir untuk memperbaiki segala hal. Tentu saja soal transisi bertahan-menyerang masih terlihat lambat

Azis Syamsudin Wakil Ketua DPR RI

Senin, 21 September 2020 - 17:27 WIB

UAE dan Bahrain 'Rangkul' Israel, DPR: Indonesia Tak Akan Berubah, Tetap Bersama Rakyat Palestina

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyoroti normalisasi hubungan Uni Arab Emirates (UAE) dan Bahrain dengan Israel.  Azis menekankan bahwa posisi Indonesia tidak mengubah dukungan terhadap…

Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)

Senin, 21 September 2020 - 17:20 WIB

Lindungi Industri Semen, Kemenperin Bakal Tingkatkan Serapan Pasar Dalam Negeri

Kemenperin terus mendorong peningkatan serapan pasar domestik. Apalagi, semen merupakan salah satu komoditas yang strategis bagi Indonesia.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian

Senin, 21 September 2020 - 17:15 WIB

Alumni UI Beri Rekomendasi Komunikasi Protokol Kesehatan Efektif

Alumni Universitas Indonesia (UI) dari berbagai latar belakang memberikan rekomendasi terkait komunikasi protokol kesehatan yang efektif yang disampaikan melalui Focus Group Discussion (FGD)…