INDUSTRY.co.id, Pinrang- Chaerul (40),  Montir Motor di  Pallameang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), hanya sampai  kelas lima SD dan tidak pernah naik pesawat. Namun kini ia jadi perbincangan banyak orang. Pasalnya, Pesawat ultralight yang dirakitnya selama 3 bulan berhasil mengudara saat uji coba.

Advertisement

Kisah  Chaerul tertarik dengan pesawat, bermula pada tahun 2002. Awalnya ia membuat helikopter. Namun, helikopter yang ia rakit gagal terbang.

Pantang menyerah, Chaerul meneruskan mimpinya. Ia ingin membuat pesawat karena penasaran rasanya terbang naik pesawat. Sebab, ia belum pernah menaiki pesawat terbang.

Advertisement

Setelah 17 tahun kemudian, tepatnya September 2019, Chaerul kembali merancang pesawat terbang dari barang bekas. Sayap pesawat dibuat dari parasut bekas yang biasanya dijadikan penutup mobil, sedangkan mesin pesawat ia buat dari mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 CC. “Saya belajar dari internet,”ujarnya.

Momen uji coba pesawat ultralight rakitan yang berhasil terbang dan ramai di media social itu dilakukan di Pantai Ujung Tape, Pinrang, Rabu (15/1/2020).

Advertisement

Dari video yang beredar, pesawat rakitan ultralight itu terbang dan mendarat dengan mulus setelah berputar-putar di udara.

Chaerul mengaku gemetar saat  merasakan sensasi terbang untuk pertama kalinya. Sebelumnya Chaerul sudah dua kali uji coba pesawat rakitannya, namun tak berhasil. Chaerul akhirnya mengutak-atik komponen hingga pesawat rakitannya bisa terbang. Pesawat rakitan ultralight ini terbuat dari barang bekas seperti roda dari gerobak pengangkut pasir, sayap dari parasut bekas. Sedangkan mesin pesawat menggunakan mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 Cc. Proses perakitan pesawat buatan Chaerul menelan biaya Rp 30 an juta rupiah.

Advertisement