Heboh Pria Tidak Tamat SD di Sulsel, Sukses Terbangkan Pesawat Rakitannya

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 17 Januari 2020 - 14:31 WIB

 Chaerul (tengah) saat diwawancarai Kompas TV
Chaerul (tengah) saat diwawancarai Kompas TV

INDUSTRY.co.id, Pinrang- Chaerul (40),  Montir Motor di  Pallameang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), hanya sampai  kelas lima SD dan tidak pernah naik pesawat. Namun kini ia jadi perbincangan banyak orang. Pasalnya, Pesawat ultralight yang dirakitnya selama 3 bulan berhasil mengudara saat uji coba.

Kisah  Chaerul tertarik dengan pesawat, bermula pada tahun 2002. Awalnya ia membuat helikopter. Namun, helikopter yang ia rakit gagal terbang.

Pantang menyerah, Chaerul meneruskan mimpinya. Ia ingin membuat pesawat karena penasaran rasanya terbang naik pesawat. Sebab, ia belum pernah menaiki pesawat terbang.

Setelah 17 tahun kemudian, tepatnya September 2019, Chaerul kembali merancang pesawat terbang dari barang bekas. Sayap pesawat dibuat dari parasut bekas yang biasanya dijadikan penutup mobil, sedangkan mesin pesawat ia buat dari mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 CC. “Saya belajar dari internet,”ujarnya.

Momen uji coba pesawat ultralight rakitan yang berhasil terbang dan ramai di media social itu dilakukan di Pantai Ujung Tape, Pinrang, Rabu (15/1/2020).

Dari video yang beredar, pesawat rakitan ultralight itu terbang dan mendarat dengan mulus setelah berputar-putar di udara.

Chaerul mengaku gemetar saat  merasakan sensasi terbang untuk pertama kalinya. Sebelumnya Chaerul sudah dua kali uji coba pesawat rakitannya, namun tak berhasil. Chaerul akhirnya mengutak-atik komponen hingga pesawat rakitannya bisa terbang. Pesawat rakitan ultralight ini terbuat dari barang bekas seperti roda dari gerobak pengangkut pasir, sayap dari parasut bekas. Sedangkan mesin pesawat menggunakan mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 Cc. Proses perakitan pesawat buatan Chaerul menelan biaya Rp 30 an juta rupiah.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ojek online sedang mengambil pesanan costumer

Selasa, 07 April 2020 - 16:00 WIB

Masyarakat Antusias Belanja Online di TTIC Kementan

Antrian panjang terlihat dari pintu masuk Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pengunjung yang didominasi oleh driver Gojek ini bergantian masuk ke dalam pasar…

Gerakan 15.000 Masker, ASDP Berdayakan UMKM Lokal Sekitar Pelabuhan di Seluruh Indonesia

Selasa, 07 April 2020 - 16:00 WIB

Gerakan 15.000 Masker, ASDP Berdayakan UMKM Lokal Sekitar Pelabuhan di Seluruh Indonesia

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar secara serentak program Gerakan 15.000 Masker Kain dengan memberdayakan Ikatan Istri Karyawan ASDP (IIKA) dan UMKM penjahit lokal di lingkungan seluruh…

Ketum HIPMI di tanah bumbu

Selasa, 07 April 2020 - 15:35 WIB

Bos HIPMI Gandeng Yayasan 69 Sulap Hotel Miliknya di Kalsel Menjadi Tempat Isolasi dan Karantina Pasien Covid-19

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming bersama Yayasan 69 meminjamkan Hotel Medina di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan…

Komunitas Plastik untuk Kebaikan Sumbang Sembako untuk Pemuluang

Selasa, 07 April 2020 - 15:20 WIB

#Komunitas Plastik untuk Kebaikan Sumbang Sembako untuk Pemuluang

Salah satu kelompok rentan yang sangat terpengaruh oleh wabah pandemi covid 19 adalah pemulung dan petugas kebersihan. Bukan saja karena penghasilan mereka merosot tajam sebagai akibat kebijakan…

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira

Selasa, 07 April 2020 - 15:06 WIB

Polemik PKP2B, Aspebindo: Apabila Kuasa Pertambangan Habis Serahkan Dulu ke Pemerintah Lalu Lelang Kembali, Jangan Dong Main Perpanjang Otomatis

Polemik mengenai kelanjutan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) generasi 1 yang akan jatuh tempo kembali bergulir seiring dengan pemberlakuan Rancangan Undang-Undang…