Menristek Bambang Brodjonegoro Tinjau Perkembangan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca

Oleh : Herry Barus | Senin, 13 Januari 2020 - 13:00 WIB

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang P.S Brodjonegoro (Tengah)
Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang P.S Brodjonegoro (Tengah)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang P.S Brodjonegoro melakukan kunjungan ke posko Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza dan Panglima Komando Operasi TNI AU I (Pangkoopsau I) M. Khairil Lubis. Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau _progress_ operasi Teknologi Modifikasi Cuaca guna meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek.

Menteri Bambang menyatakan, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca yang dilakukan oleh BPPT bersama TNI Angkatan Udara, telah menurunkan 30 hingga 50 persen intensitas hujan di Jabodetabek. Modifikasi cuaca dilakukan dengan menaburkan garam pada awan hujan di area yang berpotensi membawa awan hujan tersebut memasuki wilayah Jabodetabek.

"Berdasarkan statistik, kita mampu mengurangi antara 30 sampai 50 persen dari hujan yang seharusnya jatuh di sini (Jabodetabek)," ujarnya usai meninjau posko operasi TMC di Skadron Udara 2, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta (11/1/2020).

Menteri Bambang menegaskan teknologi mitigasi bencana menjadi prioritas pengembangan riset di Indonesia saat ini. Hal ini dilakukan karena Indonesia rawan terjadi berbagai bencana seperti banjir, gempa bumi, tsunami, longsor, kebakaran, dan lainnya.

Oleh sebab itu program 'multi hazards warning system' perlu dilakukan terus menerus, karena bencana di Indonesia tidak hanya berupa banjir saja, tapi seperti Tsunami, tanah longsor (land slide), gempa, kebakaran hutan. Menteri Bambang mengucapkan terima kasih kepada kerjasama yang sangat baik antara BPPT, TNI AU, BMKG, BNPB, dan Pemerintah Daerah yang tidak pernah lelah untuk terus menerus mendukung Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), sehingga pengurangan curah hujan benar benar dirasakan oleh daerah terdampak seperti Jabodeta bek.

Lebih lanjut Menteri Bambang menginginkan kerjasama dan program implementasi program TMC ini dapat digunakan tidak saja untuk dimusim hujan, untuk memindahkan tempat turunnya hujan, tapi juga dapat di manfaatkan untuk mengatasi karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan akan mengoptimalkan upaya penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), mengingat saat ini memasuki puncak musim hujan. Beliau menjelaskan saat ini pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan banjir Jabodetabek 2020 sudah memasuki hari ke sembilan.

Bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan khusus tanggal 10-13 Januari 2020 operasi modifikasi cuaca akan berjalan lebih intensif.

"Kami akan terbang hingga empat sampai lima sorti penerbangan. Ini sebagai ikhtiar untuk mengurangi potensi curah hujan yang sangat tinggi, mengingat memasuki puncak musim hujan,” ungkap Hammam.

Untuk mendukung operasi TMC, TNI AU mengerahkan dua pesawat yaitu CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, dan C-212 Cassa Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

TMC dilaksanakan dengan menyemai garam NaCl di awan aktif dari kabin pesawat CN-295 dan C-212 Cassa yang sudah dimodifikasi dengan konsul khusus. Sekali terbang, CN-295 mampu membawa garam 2.4 ton dan C-212 berkapasitas 800 kg. Rata-rata dalam sehari, pesawat TNI AU mampu melaksanakan tiga kali sorti penerbangan, disesuaikan kondisi di lapangan.

Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Badan BPPT, Hammam Riza, Panglima Komando Operasi TNI AU I (Pangkoopsau I) M. Khairil Lubis, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Alam (TPSA) Yudi Anantasena, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN Nada D.S Marsudi, serta tamu undangan lainnya

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kakao (kakaoindonesia)

Jumat, 21 Februari 2020 - 07:31 WIB

Pertanian Andalan Perbaikan Neraca Dagang

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan neraca perdagangan melalui lalu lintas ekspor. Peningkatan dilakukan sebagai upaya menekan angka defisit neraca…

Qlue hadir di kota Tomohon

Jumat, 21 Februari 2020 - 07:29 WIB

Qlue Hadirkan Berbagai Solusi Smart City di Tomohon

Berbagai solusi teknologi smart city Qlue secara resmi hadir di Kota Tomohon Kamis (20/2/2020). Solusi tersebut bertujuan untuk meningkatkan layanan publik, memahami berbagai potensi wilayah,…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Jumat, 21 Februari 2020 - 07:22 WIB

Nilai Ekspor Pertanian Surplus Tumbuh 10,90 Persen

Ekspor produk pertanian pada periode November dan Desember 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa volume dan nilai ekspor produk pertanian…

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyaksikan pedet di Sumut

Jumat, 21 Februari 2020 - 07:11 WIB

Produksi Pedet Sumut Diharap Tekan Defisit Kebutuhan Daging Sapi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan panen 1000 ekor pedet sekaligus meluncurkan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) di Kabupaten Serdang Bedagai…

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Sumut

Jumat, 21 Februari 2020 - 06:59 WIB

Ekspor 28 Komoditas Pertanian Medan Senilai Rp79,6 Miliar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kinerja ekspor pertanian asal Provinsi Sumatera Utara dengan hadir dan melepas ekspor 28 komoditas pertanian sekaligus senilai Rp. 79,6 miliar…