Selamatkan Uighur dan Tegakkan HAM

Oleh : Wiyanto | Jumat, 20 Desember 2019 - 21:43 WIB

Uighur musti dibela bangsa Indonesia
Uighur musti dibela bangsa Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Peneliti Amnesty Internasional Indonesia, Papang Hidayat, menyebut pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan pemerintah China terhadap Muslim Uighur di Xinjiang dilakukan secara sistematis. Menurut Papang, dari hasil pantauan lembaganya, pelanggaran HAM terhadap Uighur masuk katagori papan atas.

“Pelanggaran HAM atas Uighur ini masuk papan atas. Di atasnya persekusi sistematik terhadap Palestina yang diokupasi Israel, kemudian praktik apartheid Muslim Rohingya di Rakhine,” ungkap Papang dalam diskusi “Mengungkap Pelanggaran HAM terhadap Uighur” yang digelar Forum Jurnalis Muslim (FORJIM) di Jakarta, Jumat ( 20/12/2019).

Karena masuk katagori pelanggaran papan atas, lanjut Papang kasus Uighur ini masuk dalam kampanye global Amnesty untuk persekusi minoritas paling parah.

Papang, meskipun dia mengaku sebagai keturunan China dan non-Muslim, tetapi mempercayai hasil penelitian Amnesty. Ia mengaku hanya melaporkan yang telah dikerjakan oleh Amnesty.

Data tersebut, menurut Papang, bersumber dari tim Amnesty Internasional yang menangani isu Uighur. "Tim ini saya kenal dekat dan mereka bisa dipercaya," tuturnya.

Papang mengungkap, sejuta orang dari kelompok minoritas yang ditahan di kamp-kamp itu memang sebagian besar adalah Uighur. Namun ada juga dari jumlah itu berasal dari Kazakhstan dan Tajikistan. Mereka ditahan di kamp-kamp rahasa dan tak bisa diakses oleh keluarga.

“Ada istilah deradikalisasi. Kalau di sini ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, mungkin di sana ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik China,” kata Papang sembari tersenyum.

Angka sejuta itu, lanjut pria yang juga peneliti KontraS itu, bagi China yang penduduknya 1,4 miliar jiwa mungkin dianggap tidak seberapa. Tetapi tidak bagi negara-negara lain.

Mengenai istilah re-edukasi yang diklaim oleh China, hal itu disebut Papang sebagai cuci otak (brainwashing). “Kalau saya bilang itu dicuci otak dengan cara penyiksaan dan perlakuan buruk menurut hukum internasional,” kata dia.

Bukti lain bentuk pelanggaran HAM terhadap Uighur adalah pelarangan atas kebebasan berekspresi dan beragama. Pada Ramadhan lalu, ujar Papang, Amnesty Internasional mengungkap perlakuan buruk China terhadap Muslim Uighur. Mereka dilarang berpuasa.

“Semua anggota PKC yang muslim dilarang berpuasa. Masjid bebarapa ditutup. Orang berjenggot ditangkap. Ada juga orang yang tidak ditangkap tapi diawasi,” kata dia.

Ngerinya, kata dia, saat ini China memiliki kuasa di tingkat internasional dengan kekuatan ekonomi global yang luar biasa. Amerika Serikat sudah tersaingi. China berpengaruh terhadap negara-negara lain di dunia.

“Seratus lebih Uighur mencari suaka politik di Thailand dideportasi paksa ke China. Saya tak tahu kalau di Indonesia, ada apa tidak,” kata dia.

Bahkan, China juga berpengaruh terhadap negara-negara Muslim. Buktinya, kata Papang, belum ada negara Muslim yang menyoal Uighur. Padahal lembaganya sudah memberikan berbagai laporan secara konsisten bila ada diskriminasi sistematik. Amnesty bahkan menyebut apartheid seperti Rohingya di Rakhine.

“China berpengaruh terhadap negara Muslim atas nama kerja sama ekonomi atau negara Muslim yang belum ramah HAM,” tanyanya retoris.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pertamina Lubricants (Ist)

Senin, 21 September 2020 - 18:40 WIB

Kemenperin Apresiasi Pertamina Lubricants jadi Pelopor Penerapan SNI Pelumas

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi untuk PT Pertamina Lubricants yang telah menjadi pelopor dalam penerapan standarisasi produk dan penggunaan produk bersertifikat Standar…

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Dok PR)

Senin, 21 September 2020 - 18:00 WIB

Pelatih PERSIB Robert Alberts Soroti Transisi Permainan

Setiap pertandingan kami selalu berpikir untuk memperbaiki segala hal. Tentu saja soal transisi bertahan-menyerang masih terlihat lambat

Azis Syamsudin Wakil Ketua DPR RI

Senin, 21 September 2020 - 17:27 WIB

UAE dan Bahrain 'Rangkul' Israel, DPR: Indonesia Tak Akan Berubah, Tetap Bersama Rakyat Palestina

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyoroti normalisasi hubungan Uni Arab Emirates (UAE) dan Bahrain dengan Israel.  Azis menekankan bahwa posisi Indonesia tidak mengubah dukungan terhadap…

Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)

Senin, 21 September 2020 - 17:20 WIB

Lindungi Industri Semen, Kemenperin Bakal Tingkatkan Serapan Pasar Dalam Negeri

Kemenperin terus mendorong peningkatan serapan pasar domestik. Apalagi, semen merupakan salah satu komoditas yang strategis bagi Indonesia.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian

Senin, 21 September 2020 - 17:15 WIB

Alumni UI Beri Rekomendasi Komunikasi Protokol Kesehatan Efektif

Alumni Universitas Indonesia (UI) dari berbagai latar belakang memberikan rekomendasi terkait komunikasi protokol kesehatan yang efektif yang disampaikan melalui Focus Group Discussion (FGD)…