Perlakuan Benih Cegah Serangan Hama dan Penyakit

Oleh : Wiyanto | Jumat, 13 Desember 2019 - 11:33 WIB

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)
Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Karawang Pengendalian hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tidak harus selalu dilakukan pada saat pertanaman sudah tumbuh. Akan tetapi bisa dilakukan juga pada benih padi sebelum ditanam.

Demikian dikatakan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Balai Besar Peramalan OPT, Sendy pada kegiatan uji direct seed di lahan percobaan Balai Besar Peramalan OPT bersama Balai Besar Mekanisasi Pertanian di Karawang, kemarin Rabu (11/12).

Sendy menjelaskan dengan melakukan perlakuan benih (seed treatment) kemunculan hama dan penyakit di lapangan dapat dikurangi serangannya. Penyakit yang terbawa benih ini dapat ditekan kemunculannya kalau benihnya diperlakukan terlebih dahulu.

"Dengan melakukan deteksi dini, penangganan penyakit otomatis berkurang dan tidak perlu lagi membeli pestisida atau obat-obat kimia yang harganya mahal saat pertanaman," jelasnya.

Salah satu seed treatment yang sedang diuji coba adalah iron coating. Kegiatan yang dilakukan bersama Balai Besar Mekanisasi Pertanian Balai Besar Mektan ini sebagai tindaklanjut hasil penelitian yang dilakukan di Negara Jepang.

Penelitian yang dilakukan adalah benih padi yang dilapisi (zat besi)Fe terbukti menekan penyakit yang ditularkan melalui benih seperti : bakteri hawar bibit ( Burkholderia plantarii ), bakteri busuk gabah ( Burkholderia glumae ), bakteri hawar daun jingga ( Acidovorax avenae subsp. avenae), penyakit “Bakanae” ( Gibberella fujikuroi ), bintik cokelat ( Cochliobolus miyabeanus ), dan blas ( Pyricularia grisea ).

Pelapisan Fe juga menekan viabilitas nematoda Aphelenchoides besseyi dalam biji dan menekan terjadinya gejala penyakit.

Selain dapat menekan serangan penyakit terbawa benih, pelapisan menggunakan Fe juga dapat menekan serangan burung pipit saat benih ditabur ke lahan .

Di tempat yang sama Joko Perekayasa Madya Balai Besar Mektan menjelaskan iron coating itu benih pra-kecambah yang digranulasi menggunakan campuran bubuk Fe tereduksi dan gipsum terkalsinasi. Serbuk Fe pada permukaan benih dioksidasi, menghasilkan karat, yang berfungsi sebagai pengikat untuk pembentukan lapisan keras lapisan. Biji yang dilapisi Fe kering dapat disiapkan secara manual atau mekanis dalam jumlah besar dan disimpan lebih dari 1 tahun pada suhu kamar.

Hasil uji direct seed yang dilakukan di Balai Besar Peramalan OPT dengan menggunakan transplanter sitem tanam benih langsung untuk 1 hektar membutuhkan waktu 3.67 Jam dengan jumlah kebutuhan benih 37, 22 Kg/Ha.

“Kapasitas waktu kerja alat tanam dipengaruhi oleh keadaan lahan, bila lahan terlalu tergenang makan laju alat tanam akan semakin lambat dan membutuhkan waktu yang lebih lama," tutur Joko.

Jika ujicoba ini berhasil dan memuaskan secepatnya Kementan akan menyebar luaskan hasil nya untuk diujicobakan ke Balai Pengajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini untuk mendorong terwujudnya Pertanian Modern dan turut andil menekan biaya produksi yang selama ini memberatkan para petani.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CFLD Kembangkan Kawasan Industri Strategis

Selasa, 27 Oktober 2020 - 22:23 WIB

CFLD Kembangkan Kawasan Industri Strategis

CFLD menjabarkan data investasi langsung oleh Korea Selatan di Indonesia yang menempati posisi ke-5 sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 kuartal ke-2, dimana 60 persen dari investasi ini terletak…

 Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo) RI, Widodo Muktiyo, mengatakan PR adalah jantung organisasi yang berperan menstimulasi publik dengan informasi.

Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:50 WIB

Pandemi Hantam Dunia PR! Namun Sejumlah Perusahaan Ini Sukses Meningkatkan Kepercayaan Publik Sehingga Meraih TPR Award 2020

Jakarta -- Komunikasi menjadi Kunci dalam penyelenggaraan pelayanan publik bagi sebuah institusi maupun perusahaan. Guna membangun dan meningkatkan kepercayaan publik

Ilustrasi ekonomi

Selasa, 27 Oktober 2020 - 18:23 WIB

Ekonomi Kolaboratif Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi COVID-19

Ekonomi kolaboratif, atau yang kita kenal juga dengan sebutan ekonomi Pancasila, ternyata dapat menjadi solusi bagi Indonesia, juga bagi negara-negara lain di dunia, untuk keluar dari jurang…

Program Beauty For A Better Life L’oréal Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2020 - 18:15 WIB

Program Beauty For A Better Life L’oréal Indonesia, Memberdayakan Perempuan untuk Mengatasi Tantangan Dunia Melalui Pelatihan Kecantikan

program BFBL L’Oréal Indonesia di selenggarakan bekerja sama dengan mitra NGO yakni Yayasan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan CSR Jababeka.

Mochamad Iriawan, Ketum PSSI

Selasa, 27 Oktober 2020 - 18:00 WIB

Harapan PSSI-Kemenpora Agar Kompetisi Segera Bergulir

Mochamad Iriawan menyampaikan pemaparannya mengenai road map persiapan Tim Nasional Indonesia U-19 yang nantinya akan bermain di Piala Dunia U-20 tahun 2021, yang sudah dilakukan dan yang nantinya…