Sasar Pasar Busana Muslimah, Daliatex Luncurkan Produk Kain Anti Bakteri

Oleh : Amazon Dalimunthe | Senin, 09 Desember 2019 - 11:08 WIB

Deviana, Marketing Executive Daliatex. Perusahaan textil yang sudah berdiri sejak 50 tahun lalu.
Deviana, Marketing Executive Daliatex. Perusahaan textil yang sudah berdiri sejak 50 tahun lalu.

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Industri busana muslimah Indonesia dikenal dengan segala macam inovasinya. Itulah yang membuat negara kita dikenal sebagai salah satu yang terbesar dalam industry pakaian atau busana muslimah. Dan kini inovasi tersebut tidak berhenti. Melihat perkembangan pasar yang demikian massif, PT Daliatex Kusuma, sebuah perusahaan tekstil yang sudah berdiri sejak 50 tahun lalu, baru baru ini meluncurkan produk baru yang inovatf yakni kain atau bahan untuk hijab anti bakteri. Ini menyusul produk sebelumnya yakni bahan hijab anti air

“Bahan kain terbaru yang kami produksi ini kami harapkan menjadi solusi bagi mereka yang berhijab yang aktifitas dan mobilitasnya tinggi, “ kata Marketing Executive PT Daliatex Kusuma, Devina Unjoto, saat ditemui dalam acara ‘Jakarta Halal Things’ di Pelataran Senayan City, Senayan, Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Devina melanjutkan “Dengan adanya teknologi anti bakteri ini maka akan mengurangi bau keringat dan juga mengurangi resiko timbulnya jerawat pada kulit yang diakibatkan oleh bakteri,”

Untuk teknologi ini pihaknya melakukan riset selama tiga bulan untuk menghasilkan kain hijab anti bakteri. “Kita inginnya selalu terdepan dengan kita terus berupaya memberikan yang terbaik dari produk kain terbaru kita. Bahan yang kita produksi selalu kita utamakan kenyamanan dengan tetap memikirkan fashionnya,”ujar Devina.

Devina menyampaikan, PT Daliatex Kusuma sebagai produsen tektil ternama yang berlokasi di Bandung mempunyai misi untuk mendukung perkembangan industry fashion di Indonesia. “Untuk mencapai hal tersebut Daliatex mempunyai komitmen untuk terus berusaha mengembangkan produk-produk kain agar dapat terus memenuhi kebutuhan konsumen, “ ucapnya mantap.

Sebelumnya, lanjut Devina, Daliatex juga telah memiliki bahan untuk hijab yang menggunakan teknologi water repellent (anti air) pertama di Indonesia. Kain anti air ini banyak yang menyangka tidak bisa dicuci karena anti air, ternyata tetap bisa di cuci. Hanya saja jika terpercik air saat wudhu, missalnya, dia tidak meninggalkan bekas seperti lepek,” tegas Devina.

Saat ini sudah banyak brand atau merek atau perancang yang sudah bekerjasama dengan Deliatex yang berminat dengan bahan kain hijab anti bakteri ini. Namun ia enggan menyebut nama-nama brandnya. “Kita menjaga kode etik .  Saya tidak bisa sebutkan brand-brand apa saja. Nanti kalau mereka sudah lempar e pasaran produknya baru akan tahu mana yang bersumber dari kain produksi kami,” pungkas Devina. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Agens hayati pembasmi hama (Doc: Kementan)

Minggu, 31 Mei 2020 - 13:16 WIB

Kabar Gembira! Ini Agens Hayati Ramah Lingkungan Basmi Hama

Kesadaran masyarakat akan dampak negatif penggunaan pestisida yang kurang bijaksana, baik terhadap manusia maupun terhadap lingkungan semakin tinggi. Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT)…

Ilustrasi Anak Sekolah (ist)

Minggu, 31 Mei 2020 - 13:15 WIB

Catat! Tahun Ajaran Baru Beda dengan Pembukaan Sekolah 13 Juli 2020

Proses Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 akan segera dimulai, artinya sistem pembelajaran akan segera masuk Tahun Ajaran baru 2020/2021.

kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Minggu, 31 Mei 2020 - 13:09 WIB

Dasyat! Ini Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Karhutla

Jakarta-Siaga kolaboratif dan langkah preventif merupakan upaya yang harus dilakukan para pemangku kepentingan dalam menghadapi musim kering tahun ini.

OPPO Indonesia

Minggu, 31 Mei 2020 - 12:45 WIB

OPPO Berikan Cashback Perangkat A12 dan A9 2020

OPPO seri A merupakan perangkat yang populer di kalangan anak muda di Indonesia. Perangkat lini seri A datang dengan mengusung desain yang trendi dan modern, warna perangkat yang sejalan dengan…

Ilustrasi Uang Pemerintah

Minggu, 31 Mei 2020 - 12:25 WIB

Anggaran Covid-19 Rp405,1 triliun, Timwas DPR: BPK Harus Detail, Agar Tidak Terjadi Kesalahan

Tim Pengawas (Timwas) Penanganan Bencana Pandemi Covid-19 DPR RI meminta Badan Pemeeiksa Keuangan (BPK) melakukan pengawasan secara detail terhadap penggunaan anggaran ini.