Jurus GCR Membesut Teknologi IoT sebagai Solusi Pengembangan Industri Masa Depan

Oleh : Kormen Barus | Minggu, 08 Desember 2019 - 22:29 WIB

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian RI juga menggandeng GCR Indonesia untuk mempromosikan perkembangan teknologi IoT Indonesia di ajang konferensi IoT di Taiwan.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian RI juga menggandeng GCR Indonesia untuk mempromosikan perkembangan teknologi IoT Indonesia di ajang konferensi IoT di Taiwan.

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Pasar Indonesia memiliki potensi besar di Asia. Hal tersebut mendorong Global Channel Resources (GCR), perusahaan IT berbasis e-Commerce dengan fokus B2B (Business to Bussines) yang bergerak di sektor teknologi Internet of Things (IoT) mulai fokus mengembangkan bisnisnya di Indonesia,

“Indonesia memiliki pasar yang besar, terlihat dari jumlah populasinya. GCR pun memilih Indonesia sebagai salah pusat bisnisnya selain Singapura, Taiwan, India, China, Malaysia dan Australia. Kami akan terus mengembangkan bisnis dan menggali potensi IoT di Indonesia tahun depan," papar Tony Tsao (Chairman GCR) kepada media, di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Tony mengatakan, GCR memiliki ekosistem yang bagus di India. Kesuksesan itu akan akan ditularkan ke Indonesia dengan cara melokalisasi dan menciptakan ekosistem IoT di Indonesia.

“Tahun ini, GCR telah melakukan beberapa hal penting seperti melakukan smart education yaitu menggandeng beberapa universitas dan SMK di RI untuk melatih siswanya untuk membuat perangkat IoT seperti sensor air, banjir dll. Bahkan, GCR pun akan mempromosikan perangkat IoT buatan anak bangsa ke luar negeri,”ujarnya.

Country Manager GCR Indonesia Andi Tanudiredja, mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian RI juga menggandeng GCR Indonesia untuk mempromosikan perkembangan teknologi IoT Indonesia di ajang konferensi IoT di Taiwan. Harapannya, ada beberapa investor yang tertarik menanamkan investasinya di sektor IoT di Indonesia. “Melihat penurunan pasar ritel di Indonesia dalah peluang emas GCR untuk menawarkan solusi smart retail yang terbukti dapat meningkatkan keuntungan toko ritel itu sendiri,”ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Perindustrian mendukung penuh mendukung  GCR dalam membangun ekosistem inovasi. Hal ini guna mengembangkan teknologi digital sebagai solusi masa depan dalam upaya peningkatan daya saing industri nasional.

Apalagi untuk mengimplementasikan industri 4.0, salah satu faktor pendukung utamanya adalah ketersediaan infrastruktur digital. Salah satunya adalah IoT.

Tahun Depan, lanjut dia, GCR Indonesia akan mengandalkan tiga amunisi yaitu smart education, smart retail dan smart manufacturing. Smart education, GCR Indonesia akan terus menggandeng universitas dan SMK untuk membuat sensor IoT. "Cara ini akan menciptakan ekosistem dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia di Iot," ujarnya.

"Ketika banyak toko ritel yang tutup, solusi ini dapat membantu pengusaha ritel untuk kembali meningkatkan omset mereka. Solusi ini membantu para pengusaha ritel dalam pengambilan keputusan," ucapnya.

Solusi smart retail terdiri dari kamera, sensor dan aplikasi software yang akan membaca perilaku pelanggan yang datang ke toko Anda. Solusi itu dapat memberikan informasi jenis kelamin, umur, rak mana saja yang menarik perhatian pengunjung.

"Solusi ini dapat membaca pelanggan lebih banyak datangi rak barang yang mana saja dan rak mana saja yang sepi. Jadi para pemilik toko dapat menyiasati rak-rak yang sepi itu dengan cara baru yang menarik pelanggan," ujarnya.

Tak hanya itu, solusi smart retail juga dapat menghitung berapa banyak pelanggan yang datang ke toko Anda setiap harinya sehingga pemilik toko retail dapat memperhitungkan berapa banyak pramuniaga yang hadir.

"Solusi dapat memberikan Anda keputusan yang tepat berapa banyak pramuniaga yang disiapkan. Misal, jika hari-hari sepi, Anda bisa menggunakan sedikit pramuniaga dan ini dapat menghemat gaji pegawai," katanya.

Terakhir, smart manufacturing. GCR Indonesia memiliki banyak sensor-sensor IoT yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda terutama di sektor manufaktur.

Sensor-sensor IoT di industri manufaktur umumnya berbentuk tracking atau melacak. Kasus terkecil, GCR Indonesia memiliki sensor yang dapat mendeteksi tong-tong sampah di pabrik Anda, dimana posisinya, berapa banyak jumlah sampah dan kapan sampah itu harus diambil.

Andi mengatakan salah satu tantangan implementasi IoT di Indonesia adalah kecepatan teknologi. Indonesia sangat lambat mengadopsi teknologi baru. Contoh kasus, jaringan 5G.

Jaringan 5G memiliki peran besar dalam menghubungan perangkat IoT lantaran menawarkan kecepatan tingkat tinggi. Ironisnya, pemerintah Indonesia tidak ingin terburu-buru mengadopsi 5G di Indonesia.

Rencananya, pemerintah baru menggelar frekuensi 5G pada 2022. Padahal, China dan Korea Selatan telah mengimplementasikan 5G tahun ini.

"Teknologi itu perkembangannya cepat sekali di Indonesia. 2022 bukan lagi 5G, bisa saja 6G," ujarnya.

Berdasarkan paparan Kementerian Perindustrian sebelumnya, terdapat lima teknologi digital sebagai fundamental dalam penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia, yaitu IoT, artificial intelligence, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, dan 3D printing. “Jadi, hari ini kita fokus pada internet of everythings. Ini yang harus dikuasai oleh generasi muda kita,” ujarnya.

IoT merujuk pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan barang-barang lainnya yang ditanami perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas yang memungkinkan untuk terhubung dengan jaringan internet maupun mengumpulkan dan bertukar data.

Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satu program prioritas yang perlu dilaksanakan adalah membangun infrastruktur digital nasional. Bahkan, berdasarkan penelitian dari McKinsey & Company, infrastruktur digital di Indonesia akan menciptakan peluang bisnis baru hingga USD150-200 miliar pada tahun 2025-2030.

Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, yang mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 50 persen total penduduk di Indonesia. Oleh karena itu, guna mencapai target Making Indonesia 4.0, diperlukan 17 juta tenaga kerja yang dapat menguasai teknologi digital.

 

Aspirasi besarnya adalah optimisme masa depan, dengan target pada tahun 2030, Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia. Dengan catatan, produktivitas naik dua kali lipat, nett ekspor mencapai 10 persen, dan anggaran riset hingga dua persen.

Implementasi revolusi industri 4.0 perlu dirasakan dan dilakukan bersama-sama oleh seluruh negara. Kolaborasi ini diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Apalagi, saat ini tidak ada satu negara yang bisa mengklaim sudah paling siap dalam industri 4.0. Jadi, semuanya sedang mulai bareng.

Pangsa pasar IoT di Indonesia diperkirakan berkembang pesat dan nilainya bakal mencapai Rp444 triliun pada tahun 2022. Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp192,1 triliun, disusul platform Rp156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, serta network dan gateway Rp39,1 triliun.

Pada periode yang sama, berdasarkan data Indonesia IoT Forum, kemungkinan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, sebesar 16 persen di antaranya terdapat pada industri manufaktur, 15% persen di sektor kesehatan, 11% asuransi, 10% perbankan dan sekuritas, serta sektor ritel, gosir, perbaikan komputer masing-masing 8%.

Selanjutnya, sekitar 7% di pemerintahan, 6% transportasi, 5% utilities, serta real estate and business services and agriculture masing-masing 4%, dan sisanya 3% untuk perumahan dan lain sebagainya.

Saat ini, pemerintah tengah mengembangkan Palapa Ring atau sebuah proyek serat optik sepanjang 36,000 km di 440 kota di Indonesia, demi mendukung tercapainya akses internet berkecepatan tinggi yang merata di tahun 2019.

Dengan selesainya Palapa Ring di 2019, diharapkan permasalahan konektivitas di Indonesia bisa terselesaikan. Dengan begitu, maka tidak akan ada permasalahan dalam konektivitas IoT baik dengan konektivitas langsung (dari end device ke server/cloud) atau dari gateway ke server atau cloud.

Teknologi IoT memang menjadi solusi. Bahkan, pengelola kawasan industri sudah memikirkan untuk segera mengembangkan teknologi ini sebagai pilot plant. Dan, tentunya ini akan menjadi back of bone untuk industri nasional ke depan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pekerja (Photo by Merdeka.com)

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:35 WIB

Jangan Khawatir! DPR: Investor Boleh Datang, Kita Pastikan Kesejahteraan Pekerja Lokal Terjaga

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin saat menerima kunjungan Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) memastikan permasalahan upah minimum yang dituntut para pekerja akan tetap terjaga ditengah…

Anggota DPR RI Obon Tabroni

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:30 WIB

Anggota Dewan Kritisi Program Bantuan Upah Hanya Hanya Diberikan kepada BPJS Ketenagakerjaan

Anggota DPR RI Obon Tabroni mengkritisi pemberian subsidi upah yang hanya diberikan kepada buruh yang terdaftar di dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Pelayanan perbankan di Bank Bukopin (Foto: Doc Bank Bukopin)

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:12 WIB

Ini Strategi Bank Bukopin Bidik Kenaikan DPK 10 Persen

Seiring dengan memasuki usia ke- 50 tahun terus berkiprah mendukung perekenominan Indonesia, Bank Bukopin meluncurkan program “Nabung Super Seru 50 Tahun”.

Pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Jabodetek dengan Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:10 WIB

Disambangi BEM se-Jabodetabek, Azis Syamsudin Tepis Isu RUU Ciptaker Cabut Kemakmuran Rakyat: Tidak Benar, Saya Juga Punya Anak yang Tidak Mungkin Disengsarakan

Dalam pertemuan dengan BEM se Jabodetek, Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menegaskan RUU Ciptaker tidak berkaitan secara inheren dengan Kartu Pra-Kerja.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kiri) menerima sertifikat ISO 37001:2016

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:00 WIB

Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Telkom Peroleh Sertifikat ISO 37001:2016

Setelah menjalani proses sertifikasi dalam memverifikasi kesesuaian penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan sesuai dengan standar internasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom)…