Cargill Berkomitmen Alokasikan Dana US$ 3,5 juta kepada Desa Nanga Lauk, Kalimantan Barat, untuk Mendukung Masyarakat dalam Pelestarian dan Perlindungan Hutan

Oleh : Fitrah Hullah | Kamis, 05 Desember 2019 - 12:55 WIB

Cargill Berkomitmen Alokasikan Dana US$ 3,5 juta kepada Desa Nanga Lauk
Cargill Berkomitmen Alokasikan Dana US$ 3,5 juta kepada Desa Nanga Lauk

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Cargill menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit berkelanjutan melalui dukungan pendanaan sebesar Rp 49 miliar US$ 3,5 juta untuk program konservasi hutan di Desa Nanga Lauk, Kalimantan Barat, selama 25 tahun ke depan.

Dana tersebut akan dikelola melalui Mekanisme Konservasi Komoditas Berkelanjutan atau Sustainable Commodities Conservation Mechanism SCCM bersama dengan Lestari Capital, dan mitra implementasinya, People Resources and Conservation Foundation PRCF Indonesia.

Program Hutan Desa Nanga Lauk yang berlokasi di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terdiri atas Hutan Desa dan Hutan Produksi Terbatas. Hutan Desa mencakup total 1.430 hektar termasuk hutan rawa gambut, tanah rawa dan danau.

Sedangkan Hutan Produksi Terbatas mencakup hutan rawa gambut seluas 9.169 hektar dan kawasan hutan yang berdekatan dengan aliran sungai dan danau. Baik Hutan Desa dan Hutan Produksi Terbatas Nanga Lauk mendukung kehidupan sekitar 700 penduduk di 197 rumah tangga.

Selama beberapa generasi, kawasan hutan ini telah menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat melalui kegiatan menangkap ikan, bercocok tanam, dan memanen hasil hutan seperti madu. Hutan dan aliran air di sekitarnya juga merupakan sumber air, bahan bakar, bahan bangunan, dan obat tradisional.

Rusman, tokoh masyarakat Desa Nanga Lauk, mengatakan, “Kami telah tinggal di sini selama beberapa generasi. Hutan dan sungai telah memberikan manfaat bagi kami dengan menyediakan sarana untuk hidup dan tumbuh. Demi generasi yang akan datang kami perlu memastikan bahwa kami terus melindungi hutan kami. Hal ini merupakan satu-satunya cara agar kami dapat terus mendapatkan manfaat dari ekosistem dan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Kami menyambut baik program pengelolaan hutan berkelanjutan ini karena akan membantu masyarakat sekitar mencari nafkah sekaligus memberikan kontribusi kembali ke hutan yang kami sebut rumah kami.”

Nanga Lauk diharapkan menjadi contoh bagi program-program konservasi berkualitas tinggi yang memiliki manfaat jangka panjang. Program hutan desa memungkinkan anggota masyarakat untuk melindungi dan mengelola hutan serta memperoleh penghasilan dari pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Program ini juga membantu masyarakat meningkatkan mata pencaharian melalui pelatihan di berbagai bidang seperti patroli hutan, keterampilan bisnis, pemasaran dan pengembangan bisnis, pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam seperti rotan, bambu dan madu liar, serta ekowisata.

Richard Low, CEO Cargill Tropical Palm, mengatakan, “Melalui kemitraan dengan Lestari Capital, kami mengembangkan Mekanisme Konservasi Komoditas Berkelanjutan atau Sustainable Commodities Conservation Mechanism (SCCM) untuk mendukung dan melaksanakan program jangka panjang dengan aman dan baik yang sekaligus memperkokoh komitmen kami terhadap pelestarian hutan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat. SCCM merupakan mekanisne Cargill Berkomitmen Alokasikan Dana US$ 3,5 juta kepada Desa Nanga Lauk, Kalimantan Barat, untuk Mendukung Masyarakat dalam Pelestarian dan Perlindungan Hutan 2 konservasi yang pertama di industri kelapa sawit dan Program Hutan Desa Nanga Lauk adalah salah satu contoh yang baik tentang bagaimana kami mengimplementasikan komitmen keberlanjutan dan ketaatan kami terhadap sertifikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas serta melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.”

"Sustainable Commodities Conservation Mechanism SCCM atau Mekanisme Konservasi Komoditas Berkelanjutan yang diprakarsai oleh Lestari Capital adalah mekanisme pelopor untuk memfasilitasi perusahaan yang ingin mengintegrasikan - secara aman dan transparan, dampak positif jangka panjang dari inisiatif lingkungan dan konservasi ke dalam rantai pasokan mereka. Inisiatif konservasi yang didukung oleh SCCM adalah inisiatif yang melestarikan dan merestorasi hutan di Indonesia dengan Nilai Konservasi Tinggi NKT dan Stok Karbon Tinggi SKT, yang merupakan faktor penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mitigasi krisis iklim dunia. Lestari Capital sangat mengapresiasi Cargill yang telah merealisasikan komitmen mereka dan menjadi pionir pengguna SCCM untuk melakukan pembiayaan selama 25 tahun secara langsung ke pihak yang paling membutuhkan, yaitu inisiatif konservasi di lapangan."

Cargill mengoperasikan tiga perkebunan kelapa sawit bersertifikasi RSPO di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan, yang mencakup area lebih dari 80.000 hektar. Selain perkebunan inti, Cargill juga melatih petani plasma dalam Praktik Pertanian yang Berkelanjutan, dan tahun lalu telah membantu lebih dari 3.000 petani plasma untuk mendapatkan sertifikat RSPO Minyak Sawit Berkelanjutan.

Saat ini Cargill telah mendukung lebih dari 16.500 petani plasma binaan untuk memperoleh sertifikasi RSPO. Selain itu, Cargill juga menyediakan fasilitas pelatihan sumber daya manusia terkemuka di industri seperti Institusi Pendidikan khusus Learning Academy untuk melatih para profesional di bidang produksi minyak sawit berkelanjutan. Melalui Institusi Pendidikan khusus tersebut, Cargill juga memperluas kesempatan magang dan penelitian bagi para mahasiswa/i pertanian di Indonesia,

Selain melakukan investasi untuk meningkatkan produksi pertanian, Cargill juga menyediakan fasilitas sekolah dan perawatan kesehatan untuk lebih dari 6.000 anak karyawan dan masyarakat setempat melalui 46 jaringan sekolah berprestasi yang dikelola oleh Yayasan Harapan Masa Depan Cerah YHMDC. Untuk perawatan kesehatan, masyarakat setempat dapat mengakses ke 28 klinik yang juga dikelola secara professional oleh perusahaan.

Keselamatan sangat penting bagi Cargill, dan Cargil menempati posisi terdepan di industri pertanian dalam kinerja dan praktik keselamatan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi hujan deras. (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:00 WIB

BMKG: WASPADA Potensi Hujan Hebat 17-23 Januari 2020

Sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata saat ini masih teridentifikasi aktif dan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan…

Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:00 WIB

BKPM Fasilitasi Pembangunan Lanjutan PLTA Maung

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maung di Banjarnegara, Jawa Tengah, pada akhirnya dilanjutkan kembali. Itu terjadi setelah PT Indonesia Power (IP)…

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi

Sabtu, 18 Januari 2020 - 04:30 WIB

Dharma Bhakti TNI Hanya untuk Rakyat

Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus terus memperkokoh kemanunggalan dengan rakyat karena dharma bhakti TNI dipersembahkan hanya untuk rakyat. Oleh karena itu, laksanakan koordinasi, sinergi…

Mabes TNI Tanda Tangani 73 Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2020

Sabtu, 18 Januari 2020 - 04:00 WIB

Mabes TNI Tanda Tangani 73 Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2020

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menandatangani 73 kontrak barang dan jasa pada 2020 senilai Rp 1.282 triliun. sebagian besar barang dan jasa untuk delapan Satuan Kerja di…

Kasum TNI Terima Kunjungan Kehormatan Deputy Assistatn Secretary of Defence

Sabtu, 18 Januari 2020 - 03:30 WIB

Kasum TNI Terima Kunjungan Kehormatan Deputy Assistatn Secretary of Defence

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima Kunjungan Kehornatan Deputy Assistatn Secretary of Defence…