OJK Suspensi Dua Reksadana Narada Aset Manajemen

Oleh : Wiyanto | Selasa, 19 November 2019 - 11:37 WIB

Iluastrasi Investasi-images IST
Iluastrasi Investasi-images IST

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan resmi melakukan penghentian penjualan (suspensi) dua reksa dana milik PT Narada Aset Manajemen oleh agen penjual reksa dana (Aperd). Penghentian tersebut diputuskan oleh OJK pada surat resmi tertanggal 13 November 2019 bernomor S-1387/PM.21/2019.

"Kami masih melakukan pemeriksaan. suspensi diberlakukan untuk semua produk dan kegiatan usaha. Adapun soal nasabah reksa dana Narada, masih bisa dilakukan pemindahan ke perusahaan aset manajemen lain. Larangannya untuk menambah produk baru," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot kepada Industry.co.id di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Adapun penghentian ini merupakan hasil dari aksi pengawasan yang dilakukan OJK terhadap beberapa transaksi efek saham pada 7 November 2019 silam.

"Sehingga mengakibatkan beberapa perusahaan efek mengalami kesulitan likuiditas dan dana modal kerja bersih disesuaikan [MKBD] menjadi turun," demikian bunyi surat OJK yang ditandatangani oleh Yunita Linda Sari, Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK. Surat itu tertanggal 13 November.

Dalam surat itu, OJK memerintahkan Narada untuk segera melakukan penyelesaian pembayaran atas instruksi pembelian efek kepada beberapa perusahaan efek dan segera melaporkan perkembangan penyelesaian masalah dengan total nilai 177 milyar rupiah. Diperkirakan, Narada berpeluang merugikan nasabah reksadana hingga ratusan miliar.

OJK juga melarang Narada untuk menambah produk investasi yang dikelola serta memperpanjang atau menambah unit dan dana, kecuali dalam rangka penyelesaian gagal bayar yang dimaksud. Selain itu, Narada juga dilarang membeli efek untuk seluruh portofolio reksa dana. Diketahui ada dua reksa dana yang dikelola Narada yaitu Narada Saham Indonesia dan Narada Campuran I. Narada Saham Indonesia merupakan reksa dana saham dan Narada Campuran I adalah reksa dana campuran.

Dalam penelusuran yang dilakukan, pemilik dari Narada Aset Manajemen adalah Made Adi Wibawa Antara dan Gede Arie Suteja Antara. Selain Narada, keduanya juga memiliki saham mayoritas di perusahaan sejenis yaitu PT Simasindo Intitama dan PT Jatarupa.

Belakangan, kedua orang tersebut menjadi terlapor dalam kasus penggelapan saham Ratu Prabu Energi (ARTI) dan penyalahgunaan wewenang jabatan di PT Simasindo. Hal tersebut diketahui dari Laporan Polisi No LP/B/0584/VII/2019/Bareskrim Mabes Polri tertanggal 25 Juni 2019. Berdasarkan perkembangan terakhir, laporan tersebut sudah masuk dalam langkah penyelidikan yang diketahui dari Surat Perintah penyelidikan nomor : SP.Lidik/796/VII/2019/Dit.Tipidum tanggal 9 Juli 2018.

Kami berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada Arie Suteja. Namun hingga artikel ini diterbitkan, belum ada tanggapan terkait kasus Simasindo dan Suspensi Narada Aset Manajemen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut BRI, Sunarso menerima penghargaan (Doc: BRI)

Kamis, 09 Juli 2020 - 22:43 WIB

Keren, Dirut BRI Sunarso Dinobatkan CEO Paling Visioner

Pandemi COVID-19 yang hingga saat ini masih terjadi menjadi akselerator transformasi di tubuh Bank BRI. Proses transformasi tersebut diapresiasi oleh majalah BUMN Track, dimana dalam ajang 9th…

Ilustrasi tambang batu bara (Foto Ist)

Kamis, 09 Juli 2020 - 21:55 WIB

PT Bumi Resources Tbk Tegaskan Telah Bayar Keseluruhan Pokok dan Kupon Tranche A sebesar USD327,82 juta

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menegaskan telah memproses pembayaran kesepuluh sebesar USD6,51 juta melalui agen fasilitas pada tanggal 8 Juli 2020, yang mewakili bunga pinjaman sebesar USD6,51…

Tokio Marine Life Insurance Indonesia mengadakan acara webinar My Turning Point, My New Normal melalui platform Zoom, pada hari ini, Kamis 9 Juli 2020.

Kamis, 09 Juli 2020 - 21:25 WIB

Tokio Marine Life Insurance Indonesia Dorong Masyarakat Bersikap Positif dan Cermat Kelola Keuangan di Era New Normal

Jakarta 09/7/20 – Sejak pandemi COVID-19 merebak awal tahun ini, perlambatan ekonomi pun menjadi tak terelakkan. Sejumlah data yang dipaparkan oleh ekonom, menteri dan juga para pengusaha…

Serahterima KartaNU Cilegon (Doc: BNI Syariah)

Kamis, 09 Juli 2020 - 20:55 WIB

Hore...Kartu Anggota NU Cilegon Berwujud ATM BNI Syariah

BNI Syariah menandatangani kerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon terkait penerbitan kartu debit co-branding kartu anggota NU (KARTANU) yang bisa digunakan sebagai…

MenkopUKM Teten Masduki saat mengunjungi Dapur Bersama GoFood, di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan

Kamis, 09 Juli 2020 - 19:35 WIB

MenkopUKM Apresiasi Dapur Bersama GoFood Fasilitasi UMKM Naik Kelas

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi dibukanya Layanan Dapur Bersama GoFood yang dianggap selaras dengan visi dan konsep Rumah Produksi Bersama yang digagas oleh KemenkopUKM.