INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi peluang bagi industri mainan anak dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor ke AS.

Advertisement

"China kan sudah tidak bisa lagi ekspor ke AS, ini jadi peluang buat kita (Indonesia) untuk ambil pasar di AS," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (18/11).

Gati melihat potensi pasar industri mainan Amerika Serikat sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pembeli dari negara tersebut yang mulai berdatangan ke Indonesia. "Pasar mainan anak yang bisa kita ambil dari China itu cukup banyak, termasuk di AS. Ini tugas kami dari pemerintah dan asosiasi untuk menarik investor dari China ke Indonesia, seperti yang dilakukan oleh para investor industri furnitur," terangnya.

Advertisement

Oleh karena itu, lanjut Gati, pihaknya bersama asosiasi akan melakukan misi dagang ke China untuk mempromosikan industri mainan anak dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk menarik investor China agar bisa menenamkan investasinya di Indonesia.

"Kemarin sudah ada investor dari Hongkong yang telah buka pabrik mainan anak di Sragen, selanjutnya kami akan ajak juga negara-negara lainnya," ucap Dirjen IKMA.

Advertisement

Menurutnya, industri mainan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Ini tercermin dari capaian nilai ekspor mainan anak-anak pada 2018 yang menembus hingga USD 319,93 juta atau naik 5,79 persen dibanding perolehan periode sebelumnya sebesar USD 302,42 juta.

"Industri mainan nasional telah menunjukkan daya saingnya di kancah global. Hal ini sekaligus mampu membuktikan bahwa Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk mainan unggulan yang telah mendunia," ungkap dia.

Advertisement

Ketua Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Sudarman Wijaya optimis pangsa pasar ekspor industri mainan anak akan semakin meningkat pasca perang dagang antara China dengan AS. "Kita harus ambil kesempatan, ini potensi yang sangat besar untuk Indonesia," jelas Sudarman.

Ditambahkan Sudarman, asosiasi melihat pasar AS sangat menjanjikan bagi industri mainan anak dalam negri. Menurutnya, hingga saat ini sudah banyak buyer dari AS yang menemui produsen-produsen mainan di Indonesia. "Ini menjadi bukti bahwa kualitas produk mainan anak dalam negeri sudah berdaya saing di kancah global. Ini menjadi nilai plus buat kami," tutur Sudarman.

Ia pun optimis ekpsor mainan anak mampu tumbuh 10 persen pada akhir tahun 2019.