Kemenperin Bakal Rebut Pasar Mainan Anak di AS

Oleh : Ridwan | Senin, 18 November 2019 - 15:45 WIB

Industri mainan anak (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Industri mainan anak (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi peluang bagi industri mainan anak dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor ke AS.

"China kan sudah tidak bisa lagi ekspor ke AS, ini jadi peluang buat kita (Indonesia) untuk ambil pasar di AS," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (18/11).

Gati melihat potensi pasar industri mainan Amerika Serikat sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pembeli dari negara tersebut yang mulai berdatangan ke Indonesia. "Pasar mainan anak yang bisa kita ambil dari China itu cukup banyak, termasuk di AS. Ini tugas kami dari pemerintah dan asosiasi untuk menarik investor dari China ke Indonesia, seperti yang dilakukan oleh para investor industri furnitur," terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Gati, pihaknya bersama asosiasi akan melakukan misi dagang ke China untuk mempromosikan industri mainan anak dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk menarik investor China agar bisa menenamkan investasinya di Indonesia.

"Kemarin sudah ada investor dari Hongkong yang telah buka pabrik mainan anak di Sragen, selanjutnya kami akan ajak juga negara-negara lainnya," ucap Dirjen IKMA.

Menurutnya, industri mainan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Ini tercermin dari capaian nilai ekspor mainan anak-anak pada 2018 yang menembus hingga USD 319,93 juta atau naik 5,79 persen dibanding perolehan periode sebelumnya sebesar USD 302,42 juta.

"Industri mainan nasional telah menunjukkan daya saingnya di kancah global. Hal ini sekaligus mampu membuktikan bahwa Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk mainan unggulan yang telah mendunia," ungkap dia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Sudarman Wijaya optimis pangsa pasar ekspor industri mainan anak akan semakin meningkat pasca perang dagang antara China dengan AS. "Kita harus ambil kesempatan, ini potensi yang sangat besar untuk Indonesia," jelas Sudarman.

Ditambahkan Sudarman, asosiasi melihat pasar AS sangat menjanjikan bagi industri mainan anak dalam negri. Menurutnya, hingga saat ini sudah banyak buyer dari AS yang menemui produsen-produsen mainan di Indonesia. "Ini menjadi bukti bahwa kualitas produk mainan anak dalam negeri sudah berdaya saing di kancah global. Ini menjadi nilai plus buat kami," tutur Sudarman.

Ia pun optimis ekpsor mainan anak mampu tumbuh 10 persen pada akhir tahun 2019. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Komandan Puspom TNI Sampaikan Kronologis Kasus Pembunuhan Anggota TNI

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:30 WIB

Berikut Kronologis Kasus Pembunuhan Anggota TNI

Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis, S.H., M.H. memberikan keterangan pers kepada awak media terkait pembunuhan anggota TNI yang dilakukan oleh oknum Perwira…

Danrem Merauke Gunakan Panser Anoa Kunjungi Mapolres Timika

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:00 WIB

Danrem Merauke Gunakan Panser Anoa Kunjungi Mapolres Timika

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menggunakan Panser Anoa milik Detasemen Kavaleri 3/Serigala Ceta dalam rangka menghadiri HUT Bhayangkara…

Pasukan Garuda Kongo Gelar Latihan Batalyon Mobile Reserve di Blue Line

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:00 WIB

Pasukan Garuda Kongo Gelar Latihan Batalyon Mobile Reserve di Blue Line

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-N/UNIFIL atau Indobatt menggelar latihan kesiapsiagaan Batalyon Mobile Reserve (BMR) dari Kompi Delta secara…

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono,M.Tr (Han)

Jumat, 03 Juli 2020 - 04:30 WIB

Dankormar Dukung Prajurit Marinir Ikuti Kemajuan Teknologi

- “Kalian harus terus mengisi dan mengembangkan diri dengan ilmu serta mampu mengikuti perkembangan teknologi saat ini dan yang akan datang”, ucap Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor…

Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani

Jumat, 03 Juli 2020 - 04:30 WIB

Bisnis Pontang-panting, Pengusaha Butuh Stimulus Modal Kerja Rp 600 Triliun

"Kami hitung bersama dengan Kadin untuk sektor tekstil, transportasi, dan sektor manufaktur lainnya itu membutuhkan bantuan modal usaha sebesar Rp 600 triliun untuk setahun,"