Aktifitas Bongkar Muat Alat Berat, Spareparts IPCC Melambat

Oleh : Wiyanto | Senin, 18 November 2019 - 13:21 WIB

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)
Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Belum sepenuhnya pulih sektor pertambangan, perkebunan, maupun infrastruktur membuat permintaan berbagai alat berat masih cenderung stagnan. Bahkan masih menunjukan pelemahan. Kondisi tersebut turut berimbas pada aktivitas bongkar muat kendaraan alat berat di Terminal Internasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).

Namun demikian, Sofyan Gumelar Sekretaris Perusahaan menjelaskan, pencapaian di bulan Oktober terlihat lebih baik dari bulan sebelumnya.

"Terlihat jumlah alat berat yang ditangani di terminal internasional IPCC mencapai angka 936 unit di bulan Oktober 2019 atau lebih tinggi 5,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 889 unit," ujar dia di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Sementara itu, dari angka pencapaian bongkar muat alat berat di bulan Oktober tersebut secara total mengalami penurunan 47,27 persen secara year to date (YTD) dibandingkan bulan Desember 2018 sebesar 1.775 unit.

Penurunan tersebut diakibatkan lebih rendahnya pencapaian alat berat impor, yaitu sebesar 63,51 persen menjadi 936 unit dari 1.775 unit di bulan Desember 2018. Di lain sisi, angka ekspor alat berat secara YTD meningkat 17,04 persen dari 358 unit menjadi 419 unit.

Jika dibandingkan pada periode yang sama di bulan Oktober 2019 dengan tahun sebelumnya (Year on Year / YoY) maka tercatat alat berat mengalami pelemahan 53,08 persen menjadi 936 unit dari 1.995 unit. Adapun penurunan tersebut dikontribusi oleh pencapaian bongkar muat alat berat ekspor yang turun 5,20 persen menjadi 419 unit dari 442 unit pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Di lain pihak, angka impor alat berat di bulan yang sama tahun ini jauh lebih rendah sebesar 66,71 persen dari 1.553 unit menjadi 517 unit dibandingkan pencapaian di tahun sebelumnya.

Secara akumulai (Januari hingga Oktober 2019), jumlah alat berat yang ditangani di IPCC telah mencapai 11.145 unit atau lebih rendah 39,02 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 18.276 unit. Angka tersebut dikontribusi oleh angka ekspor yang turun 25,74 persen dari 4.448 unit di periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi 3.303 unit.

Begitupun dengan impor yang lebih rendah 43,29 persen menjadi 7.842 unit dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 13.828 unit. Sementara itu, dari sisi spareparts di terminal internasional tercatat volume bongkar muat per Oktober 2019 berjumlah 4.300 M3 atau lebih rendah 16,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 5.143 M3.

Kondisi yang sama juga terlihat jika dibandingkan secara year to date (YTD) dimana terlihat turun 49,7persen dari posisi di akhir Desember tahun lalu sebesar 8.551 M3 dari jumlah 4.300 M3di bulan Oktober dikontribusi oleh kenaikan volume ekspor sebesar 9,81 persen dari jumlah 1.573 M3 di bulan lalu menjadi 1.728 M3 serta impor sebesar 2.573 M3 atau lebih rendah 27,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara YTD angka impor menunjukan kenaikan 10,32 persen dari jumlah 2.332 M3 di bulan Desember 2018 menjadi 2.573 M3.

Sementara itu, ekspor turun 72,22 persen menjadi 1.728 M3 dari 6.220 M3 di akhir tahun lalu. Dari sisi angka Year on Year (YoY), kedua aktivitas tersebut menunjukan penurunan. Total spareparts secara YoY yang ditangangi IPCC di bulan Oktober 2019 turun 65,63 persen menjadi 4.300 M3dari bulan yang sama di tahun lalu sebesar 8.551 M3.

Ekspor lebih rendah 75,13 persen YoY menjadi 1.728 M3 dari 6.947 M3 di tahun lalu. Lalu, impor sebesar 2.573 M3 atau di bawah bulan yang sama di tahun lalu sebanyak 5.563 M3.

Perlambatan pun juga terjadi jika dihitung secara akumulasi (Januari hingga Oktober 2019) dimana total spareparts yang ditangani IPCC ialah berjumlah 51.690 M3 di tahun ini atau lebih rendah 41,44 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebanyak 88.267 M3.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Managing Director PT BWJ, Rully Lasahido (Hariyanto/Hariyanto)

Minggu, 15 Desember 2019 - 10:01 WIB

Experience Tanjung Lesung, Gebrak Sektor Pariwisata Banten

PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung kembali membuat gebrakan di akhir tahun ini dengan meluncurkan produk layanan digital bernama Experience…

Anab Afifi, Penulis Buku dan CEO Boston Price Asia

Minggu, 15 Desember 2019 - 08:46 WIB

Bung Nadiem, Ketahuilah Tanpa Penghafal Dunia Kiamat!

Bung Nadiem, Anda perlu menengok kembali sejarah peradaban leluhur Anda. Anda telah mewarisi DNA leluhur Anda para penghafal hebat itu. Karena itulah, Anda bisa jadi sehebat sekarang ini.

Ketua MPR Bsmbang Soesatyo

Minggu, 15 Desember 2019 - 06:00 WIB

Generasi Milenial Merupakan Generator serta Kreator Kemajuan Bangsa

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (bamsoet) menegaskan generasi milenial merupakan generator sekaligus kreator kemajuan bangsa. Karenanya harus menjadi subjek dan tujuan pembangunan dalam kerangka…

TNI-Polri Solid Berbenah Dalam Menyambut Natal Bersama Masyarakat di Senggo

Minggu, 15 Desember 2019 - 05:00 WIB

TNI-Polri Solid Berbenah Dalam Menyambut Natal Bersama Masyarakat di Senggo

Satgas Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad bersama Koramil, Polsek dan masyarakat kampung Senggo, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Papua, melaksanakan penyiapan sarana ibadah dalam rangka menyambut…

Direktur Eksekutif Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa

Minggu, 15 Desember 2019 - 04:05 WIB

PADMA Desak Menaker Segera Mempercepat MoU dengan Malaysia

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Malaysia berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia. Keduanya juga berkomitmen untuk menyelesaikan…