Industri Mamin Nasional Siap Mendunia

Oleh : Herry Barus | Selasa, 12 November 2019 - 06:00 WIB

Adhi Lukman, Ketum Gapmmi
Adhi Lukman, Ketum Gapmmi

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Produksi industri makanan minuman (Mamin) Nasional siap mendunia. Karena itu diperlukan pameran-pameran industri mamin kelas dunia, agar bisa ikut berpromosi.

Demikian disampaikan Adhi Lukman, Ketum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia, Selasa (12/11/2019). Di Jakarta 13-16 November 2019 akan diselenggarakan pameraan Mamin Sial Interfood 2019 Siap Digelar di JIExpo

Industri makanan dan minuman Indonesia siap unjuk gigi di pameran berskala internasional makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran dan cafe, serta bakery The Global Food Marketplace atau Salon International de I’alimentation (SIAL INTERFOOD) di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada 13-16 November 2019.

Ratusan perusahaan itu berasal dari 30 negara seperti: Australia, Argentina, Belanda, Belgia, China, Dubai, Ekuador, India, Itali, Jepang, Jerman, Korsel, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestina, Pakistan, Prancis, Polandia, Saudi Arabia, Singapura, Taiwan, Turki, Timur Leste, Thailand, USA, Vietnam dan Yunani.

Daud Dharma Salim selaku CEO Krista Exhibition mengatakan, Sail Interfood 2019 merupakan sebuah platform yang sempurna karena menyediakan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi bersama.

"Ini merupakan pilihan yang tepat bagi perdagangan dan pengunjung di bidang bisnis makanan dan minuman yang ingin mencari dan menemukan inovasi baru dalam industri makanan dan minuman," kata Daud dalam acara konferensi pers di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (12/11).

Menurut Daud, jumlah peserta pameran makanan dan minuman tahun ini mengalami peningkatan yang drastis, sehingga memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk dapat mengenal produk-produk lokal maupun internasional.

"Pameran yang ke-19 ini cukup spesial karena ada peningkatan peserta pameran yang mencapai 10-15 persen dibanding tahun lalu," ujarnya.

Sementara itu, Direrktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan pameran ini merupakan salah satu terobosan yang tepat mengenalkan produk-produk makanan dan minuman baik dalam maupun luar negeri ke masyarakat.

“Ini adalah pameran internasional yang akan mendatangkan buyer potensial. Sehingga kita bisa mempromosikan industri makanan dan minuman nasional ke dalam maupun luar negeri,” ujarnya

Rochim menyampaikan, industri makanan dan minuman menjadi salah satu industri unggulan dalam mendongkrak pertumbuhan industri, maupun pertumbuhan ekonomi.

Kontribusi industri ini mencapai 36,49 persen terhadap pertumbuhan industri nonmigas hingga triwulan III/2019, di mana angkanya lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang angkanya 35,36 persen.

 

Untuk itu, Kemenperin mendorong peningkatan industri makanan dan minuman, salah satunya dengan mendukung penyelenggaraan pameran di dalam maupun luar negeri.

Dengan demikian, diharapkan ekspor industri makanan dan minuman dapat terus meningkat melalui promosi pada pameran-pameran yang diikuti,” ujar Rochim.

Rencananya pameran ini diikuti lebih dari 880 perusahaan nasional maupun internasional serta dihadiri oleh 82.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri. Selain itu, pameran makanan dan minuman ini akan menampilkan 28 sektor, antara lain produk susu dan telur, keju, daging, ikan dan produk hasil laut, buah dan sayuran, kopi, minuman-minuman, peralatan masakan dan masih banyak lainnya.

Pameran Sail Food juga nantinya akan menghadirkan program-program menarik lainnya seperti: Sial Innovations, La Cuisine Competition (penampilan para chef) dan beberapa kompetisi dan perlombaan di bidang makanan dan minuman. 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Diskusi webinar Bintaro Jaya High Rise (BJHR)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:25 WIB

Bintaro Jaya High Rise Ajak Masyarakat Investasi Properti di Masa Pandemi Covid-19

Ternyata, masa pandemi ini justru menjadi momen emas untuk membeli properti, karena harganya yang cenderung stagnan karena adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Perdagangan saham di IDX (Rizki Meirino/Industry.co.id)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:06 WIB

Penjualan Menurun, PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk Cetak Rp260,22 miliar Hingga Maret 2020

Emiten PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk (SAMF) catat penjualan Rp260,22 miliar hingga periode 31 Maret 2020 turun dari penjualan Rp353,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Suasana konferensi pers virtual Dampak Sosial dan Ekonomi Fintech Lending di Indonesia (Studi Kasus Investree 2017-2019). (Foto: Humas Investree)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:00 WIB

Fintech Lending Berperan Besar untuk Dukung Inklusi Keuangan di Indonesia

Jakarta - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), memaparkan hasil riset terbarunya dalam konferensi pers bertajuk ‚ÄúDampak Sosial dan Ekonomi Fintech…

Jajaran Manajemen Baru PT Adhi Commuter Properti

Jumat, 03 Juli 2020 - 18:58 WIB

Perkuat Perusahaan, PT Adhi Commuter Properti Perkenalkan Jajaran Manajemen Baru

Jajaran manajemen baru tersebut antara lain terdiri dari Direktur Utama Rizkan Firman, Direktur Pemasaran Indra Syahruzza N, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Mochamad Yusuf, Direktur…

PT Adhi Commuter Properti

Jumat, 03 Juli 2020 - 18:52 WIB

Raih Nilai Kontrak Hingga 90% Dari Target, PT Adhi Commuter Properti Kian Cemerlang di Usia yang ke-2

Di tahun ini, Adhi Commuter Properti senantiasa mengembangkan bisnis strategis LRT City di Jabodetabek dengan memperbanyak portofolio produk properti, baik hunian vertikal (high rise building)…