INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dari sisi aktivitas bongkar muat kendaraan CBU mampu bertumbuh dua digit namun, belum dapat mengimbangi penurunan pada aktivitas bongkar muat kendaraan alat berat dan spareparts yang tercatat turun seiring dengan pelemahan pada aktivitas pertambangan dan konstruksi.

Advertisement

Namun demikian, IPCC masih mampu mempertahankan angka marjin keuntungan sepanjang sembilan bulan pertama di tahun ini pada level double digit berkat pengelolaan perusahaan yang baik.

Tercatat angka operating margin berada di level 30,6 persen. Dilanjutkan dengan angka EBITDA margin di level 39,7 persen dan net profit margin di angka 31 persen. Dari sisi pendapatan IPCC selama sembilan bulan di tahun 2019 mencapai Rp 359,52 miliar lebih rendah dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 383,80 miliar. Sementara itu, laba usaha tercatat sebesar Rp 109,96 miliar setelah adanya kenaikan beban pada biaya Kerja Sama Mitra Usaha (KSMU) dan biaya biaya lainnya. Dengan demikian, meski terjadi peningkatan pada biaya namun, bottom line atau laba bersih IPCC masih dapat tercatat positif sebesar Rp 111,36 miliar.

Advertisement

Realisasi belanja modal hingga September 2019 sebesar Rp 137,84 miliar seiring langkah perseroan untuk menambah sarana dan suprastruktur untuk menunjang kegiatan operasional agar dapat berjalan dengan baik. Terlihat adanya penambahan pada alat-alat fasilitas pelabuhan, instalasi fasilitas pelabuhan, jalan dan bangunan, serta peralatan pendukung lainnya. RoA tercatat sebesar 11,21 persen; RoE sebesar 12,04% serta angka debt to equity ratio yang relatif masih rendah di level 0,07 kali dan current ratio sebesar 7,05 kali.

Selanjutnya, ke depan dengan harapan kondisi global dapat membaik maka diharapkan aktivitas bongkar muat kendaraan terutama pada segmen alat berat di lapangan IPCC dapat bertumbuh lebih baik sehingga berimbas positif pada kinerja perseroan.

Advertisement

Dari sisi operasional, sebelumnya disampaikan secara akumulasi (Januari hingga September 2019) pada aktivitas bongkar muat kendaraan CBU di terminal Internasional mengalami pertumbuhan dua digit, yaitu 16,53 persen menjadi 294.306 unit di periode akumulasi tahun 2019 dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 sebesar 252.549 unit.

Tercatat pertumbuhan ekspor CBU naik dua digit menjadi 27,95 persen dengan jumlah akumulasi di 2019 sebesar 235.721 unit dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 sebesar 184.223 unit. Sementra itu, pada aktivitas impor mengalami penurunan sebanyak 14,26 persen dengan jumlah 58.585 unit dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar 68.326 unit.

Advertisement