INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kredit Pintar, perusahaan financial technology (Fintech) peer-to-peer (P2P) lending yang merupakan penyedia solusi kebutuhan akses pembiayaan bagi perorangan juga sektor produktif, mengembangkan strategi kemitraan dengan BPR Group, PT. Modern Multiartha Group pada 29 Oktober 2019 dengan menandatangani nota kesepahaman/MoU.

Strategi kemitraan yang dijalankan oleh Kredit Pintar dengan BPR Group bertujuan untuk mengembangkan layanan keuangan secara digital juga mendorong inklusi keuangan yang sehat di Indonesia.

PT Modern Multiartha merupakan BPR Group yang menaungi 8 BPR, diantaranya, PT BPR Modern Express, PT BPR Irian Sentosa, PT BPR Palu Lokadana Utama, PT BPR Modern Semarang, PT BPR Modern Ternate, PT BPR Modern Papua, PT BPR Modern Kupang, PT BPR Modern Makassar, PT BPR Modern Kendari.

“Kredit Pintar saat ini sedang mendorong pengembangan strategi bisnis dengan memperluas kemitraan dengan BPR dan BPD di wilayah Indonesia. Pada hari ini, kami menggandeng PT Modern Multiartha selaku BPR Group untuk bekerja sama agar dapat melayani masyarakat di daerah lebih baik lagi,” kata CEO dari Kredit Pintar, Wisely Wijaya.

“Dengan demikian, penandatanganan nota kesepahaman/MoU dapat diharapkan dapat membantu untuk mendorong perekonomian daerah agar semakin maju dan terdepan melalui produk dan teknologi yang dimiliki oleh Kredit Pintar. Melalui teknologi, kami ingin menjadi solusi seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses pengkreditan tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah juga perekonomian nasional,” tambah Wisely.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan akumulasi penyaluran pinjaman online perusahaan fintech menembus Rp54,715 triliun sampai Agustus 2019 atau tumbuh 141,40% secara year to date (YTD).

“Melihat data total akumulasi penyaluran pinjaman online perusahaan fintech, potensi besar terhadap keuangan digital di Indonesia terus berkembang dan berdampak baik pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan ini, kami ingin mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi guna membantu masyarakat Indonesia dalam akses pengkreditan,” tutup Wisely.

Sejak berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Nomor Keputusan Izin Usaha KEP -83/D.05/2019 tanggal 30 September 2019 telah menyalurkan pinjaman secara akumulatif mencapai 7 triliun dengan total nasabah 1,7 juta di awal November 2019.