INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bjb) mencatatkan aset mencapai Rp123,6 triliun atau tumbuh 8,3 persen.
Direktur Utama bjb Yuddy Renaldi mengatakan tren pertumbuhan yang dicatatkan bank bjb ini tidak bisa dilepaskan dari strategi ekspansi yang sesuai dengan visi perseroan dalam menghasilkan pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan. Kurva pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan ini tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb di mana rasio NPL dapat dijaga pada level 1,75% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan sebesar 2,60%.
"Pertumbuhan yang diperoleh bank bjb kami jaga agar selalu berkualitas. Di sisi lain, kami juga mempertahankan kualitas pelayanan agar tetap prima sembari terus melakukan perbaikan-perbaikan dari segi infrastruktur teknologi maupun pelayanan guna merespons perkembangan zaman dan kebutuhan nasabah," tutur Yuddy dalam Analyst Meeting bank bjb Triwulan III 2019 di Jakarta (30/9/2019).
Yuddy menuturkan berbagai terobosan juga terus dilakukan perseroan, khususnya dalam memberikan pengalaman yang lebih mudah dan cepat dalam bertransaksi. Perbaikan fasilitas pada layanan bjb Digi terus dilakukan. Selain itu, bank bjb senantiasa mendorong agar pemerintah daerah mewujudkan gagasan konsep smart city melalui berbagai kerja sama elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain perluasan penggunaan aplikasi SP2D Online dan pengembangan layanan penerimaan bagi pemerintah daerah seperti pajak, retribusi dan lain-lain. Selain itu momentum penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia saat ini juga mencerminkan prakiraan inflasi yang terkendali serta kondisi likuiditas yang melonggar, sehingga akan membantu perbankan dalam penghematan biaya dana.
"Berbagai peningkatan kualitas layanan bank bjb kami harapkan dapat memberikan pengalaman bagi nasabah dan mitra yang kemudian akan mendorong pertumbuhan bisnis. Peningkatan layanan diharapkan menjadi fondasi bank bjb untuk mencapai visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia," ujar Yuddy.