INDUSTRY.co.id - Jakarta - PermataBank mencatatkan kredit sebesar Rp. 107,6 triliun pada September 2019 dengan tumbuh moderat 1.0% yang dikontribusi dari Retail Banking dan Wholesale Banking.
Ridha DM Wirakusumah, Direktur Utama PermataBank menyatakan pertumbuhan kredit netto secara marjinal ini terutama disebabkan percepatan penyelesaian kredit bermasalah yang menyebabkan penurunan jumlah kredit yang diberikan.
"Secara bruto, kredit sehat yang diberikan tumbuh sebesar 8% dibandingkan dengan tahun lalu, yang dibukukan secara selektif dengan mengutamakan kualitas aset sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko kredit yang lebih pruden," kata dia di Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Rasio Non Performing Loan (NPL) gross dan NPL net di September 2019 semakin membaik secara signifikan masing-masing di posisi 3,3% dan 1,2% dari 4,8% dan 1,7% pada September 2018. Sebagai perbandingan, rasio NPL gross dan NPL net pada bulan Desember 2018 ada di posisi 4,4% dan 1,7%. Semua angka ini terus terjaga dibawah ketentuan regulator. Rasio NPL coverage tetap terjaga baik di level 164%, walaupun relatif turun dari 189% pada periode yang sama tahun lalu dan 176% pada Desember 2018. Pencapaian ini sejalan dengan perbaikan kualitas aset usaha dan kehati-hatian dalam memitigasi potensi kerugian kredit.
Keseluruhan biaya operasional terkontrol dengan baik, meningkat sejalan dengan rentang inflasi pada level 3,0% year-on-year. Rasio BOPO di September 2019 membaik secara signifikan menjadi 87% dari 96% pada September 2018, sebagai hasil dari penurunan biaya pencadangan kerugian kredit dan efisiensi biaya operasional ditengah tekanan inflasi.