850 Prajurit TNI Konga XXIII-N Unifil Gelar Latihan Teknis

Oleh : Herry Barus | Senin, 21 Oktober 2019 - 16:00 WIB

850 Prajurit TNI Konga XXIII-N Unifil Gelar Latihan Teknis
850 Prajurit TNI Konga XXIII-N Unifil Gelar Latihan Teknis

INDUSTRY.co.id - Bogor-Sebanyak 850 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-N Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) menggelar latihan teknis dalam rangka pelaksanaan program aplikasi PDT (Pre Deployment Training) di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul Bogor, Jawa Barat, Senin (21/10/2019).

Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-N Unifil TA 2019 yang berjumlah 850 orang terdiri dari tiga matra (TNI AD,  TNI AL, TNI AU) di bawah pimpinan Letkol Inf Prasetyo Ari Wibowo S.sos M.I.Pol (Akmil 2001) sebagai Komandan Satgas, merupakan pasukan pemeliharaan perdamaian dunia dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang akan bertugas selama satu tahun di wilayah Lebanon.

Dansatgas Yonmek XXIII-N Unifil menyampaikan bahwa latihan teknis merupakan inti dari pelaksanaan Pre Deployment Training yang diprogramkan oleh PMPP TNI. “Bagi para perwira staf, harus mempunyai perencanaan kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing guna mendukung suksesnya pelaksanaan tersebut, mulai dari persiapan Marshaling Area sampai pelaksanaan penugasan di daerah misi (Lebanon),” ujarnya.

“Beberapa minggu yang lalu materi telah disampaikan oleh para Gumil kepada seluruh personel satgas dengan baik dan lancar, dan beberapa tambahan pembekalan yang disampaikan oleh narasumber sehingga dapat menambah wawasan dan gambaran pada saat penugasan di daerah misi nantinya,” ungkapnya.

Letkol Inf Prasetyo Ari Wibowo menegaskan bahwa materi teknis ini sangat penting bagi seluruh personel satgas sebagai implementasi apabila menghadapi suatu permasalahan yang terkait dan bagaimana cara mengatasi jika sudah berada di daerah penugasan nantinya.

“Semua materi yang diberikan kepada peserta PDT merupakan bekal persiapan yang dirancang sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan SOP (Standar Operasi Prosedur) dan ROE (Rule Of Engagment) di daerah misi serta sejalan dengan tuntutan operasi penugasan,” tutup Dansatgas.

Pelaksanaan materi teknis ditempatkan sesuai bidangnya masing-masing, antara lain Kompi A melaksanakan STIR 1-15, Kompi B melaksanakan Fixed War (Line 1), Kompi C melaksanakan CRC (Line 4), Kompi D melaksanakan Escort Convoy (Aula) dan HQ Staffex (Aula), termasuk bagian Koki yang dituntut untuk bisa memasak makanan yang berkualitas untuk disajikan pada saat didaerah misi nantinya. 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

FKB UBSI Gelar General Conversation untuk Mahasiswa

Jumat, 22 November 2019 - 07:00 WIB

FKB UBSI Gelar General Conversation untuk Mahasiswa

Fakultas Komunikasi dan Bahasa (FKB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan General Conversation Seminar and Workshop dengan tema “Tips and Tricks on How to Start a Conversation…

Sriwijaya Air Nataru

Jumat, 22 November 2019 - 06:00 WIB

Sambut Liburan Nataru, Sriwijaya Air Group Beri Free Baggage Allowance Sampai 20 Kg

Memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang, Sriwijaya Air Group kembali menghadirkan program istimewa bagi para pelanggan setianya. Program ini seakan memahami kebutuhan para…

Peluncuran realme 3

Kamis, 21 November 2019 - 21:49 WIB

Jadi Merek Smartphone Paling Cepat Berkembang, realme Masih akan Terus Melaju Kencang

Diperkenalkan ke pasar smartphone Oktober tahun lalu, kemudian menjadi Top 5 di Q2, dan Top 4 di Q3.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Kamis, 21 November 2019 - 20:05 WIB

Tekan Impor Produk Petrokimia, Kemenperin Rayu SK Group Investasi di Indonesia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya melakukan penjajakan peluang investasi sektor industri dari perusahaan-perusahan top di Korsel yang belum memiliki kegiatan produksi di…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 21 November 2019 - 19:30 WIB

Berkontribusi Cukup Signifikan, Industri Kimia Jadi Prioritas

Menperin Agus Gumiwang menyebutkan, industri kimia merupakan satu dari lima sektor yang sedang mendapat prioritas pengembangan, sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.