OVO SmartCube Siap Suguhkan Pengalaman Pembayaran Non-Tunai Terintegrasi

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 19 Oktober 2019 - 12:00 WIB

Vira Shanty, Chief Data Officer OVO
Vira Shanty, Chief Data Officer OVO

INDUSTRY.co.id - Jakarta,– OVO, platform penyedia layanan pembayaran, rewards dan layanan keuangan terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan kesiapan dari OVO SmartCube untuk merambah ke lebih banyak kota besar di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang berbasis teknologi digital terdepan di Indonesia, OVO senantiasa melakukan inovasi dan terobosan baru untuk membangun interaksi yang lebih kuat dengan pelanggan, salah satunya melalui OVO SmartCube, smart vending machine pertama di Indonesia yang memiliki kemampuan analisis data. Melalui kemampuan analisis data ini, OVO SmartCube menjadi salah satu channel yang dapat digunakan brand untuk membangun interaksi yang lebih kuat dengan penggunanya.

“OVO SmartCube merupakan smart vending machine pertama di Indonesia yang memiliki kemampuan real-time data analysis dengan menyuguhkan pengalaman digital interaktif, sehingga mampu menyesuaikan produk serta layanan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna. Setelah sukses dalam peluncuran tahap pertama di bulan Juli lalu, kami siap menjawab permintaan dari lebih banyak brand dan perusahaan, dengan menambah lebih banyak titik dan kota di Indonesia. Rencananya kami akan menambah 500 titik hingga akhir 2020 nanti,” jelas Vira Shanty, Chief Data Officer OVO.

Vira menambahkan, “Kemampuan real-time data analysis dari OVO SmartCube dapat merekam secara lengkap tingkah laku dan demografi pelanggan yang bertransaksi di smart vending machine tersebut seperti halnya usia, jenis kelamin, lokasi, spending power, dan device yang mereka gunakan. Selain itu, kemampuan data analitik OVO SmartCube juga mampu mengevaluasi preferensi konsumen dan menyediakan informasi secara instan dan akurat, misalnya mengenai waktu yang digunakan untuk belanja, maupun mengenai produk yang paling sering dibeli oleh pelanggan. Informasi yang dapat diakses oleh brand mitra dalam bentuk Insight dapat dimanfaatkan oleh brand mitra untuk memberikan penawaran-penawaran yang sesuai dengan target.”

OVO SmartCube juga dilengkapi dengan beberapa inovasi fitur yang dapat dimanfaatkan oleh banyak brand untuk mendekatkan diri dengan konsumennya, seperti memberikan contoh produk (product sampling), penjualan (selling), survei, pemasangan iklan (advertising), layanan isi ulang (top-up), beragam program deals/voucher, serta menampilkan video iklan dari banyak brand untuk menawarkan produk mereka.

“Di tengah kemajuan digital teknologi, marketer kini berlomba-lomba untuk melakukan pendekatan pemasaran yang berpusat pada konsumen (customer centric) yang menuntut interaksi yang lebih bermakna antara brand dengan konsumennya. OVO SmartCube siap hadir untuk menjawab kebutuhan brand dalam mengenal konsumennya lebih personal,” tutup Vira.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sriwijaya Air Nataru

Jumat, 22 November 2019 - 06:00 WIB

Sambut Liburan Nataru, Sriwijaya Air Group Beri Free Baggage Allowance Sampai 20 Kg

Memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang, Sriwijaya Air Group kembali menghadirkan program istimewa bagi para pelanggan setianya. Program ini seakan memahami kebutuhan para…

Peluncuran realme 3

Kamis, 21 November 2019 - 21:49 WIB

Jadi Merek Smartphone Paling Cepat Berkembang, realme Masih akan Terus Melaju Kencang

Diperkenalkan ke pasar smartphone Oktober tahun lalu, kemudian menjadi Top 5 di Q2, dan Top 4 di Q3.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Kamis, 21 November 2019 - 20:05 WIB

Tekan Impor Produk Petrokimia, Kemenperin Rayu SK Group Investasi di Indonesia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya melakukan penjajakan peluang investasi sektor industri dari perusahaan-perusahan top di Korsel yang belum memiliki kegiatan produksi di…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 21 November 2019 - 19:30 WIB

Berkontribusi Cukup Signifikan, Industri Kimia Jadi Prioritas

Menperin Agus Gumiwang menyebutkan, industri kimia merupakan satu dari lima sektor yang sedang mendapat prioritas pengembangan, sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 21 November 2019 - 18:46 WIB

Pabrik Anyar Cabot di Cilegon Bakal Tekan Impor Rp 1,5 Triliun

PT. Cabot Indonesia (PT CI) merupakan satu-satunya produsen karbon hitam (carbon black) di dalam negeri, dengan total kapasitas produksi mencapai 90.000 ton per tahun.