IHSG Lanjutkan Penguatan Support Resistance 6130-6220

Oleh : Wiyanto | Rabu, 16 Oktober 2019 - 07:57 WIB

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)
Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Secara teknikal IHSG berhasil tutup diatas Moving Average 20 hari dan FR61.8% sehingga potensi IHSG akan melanjutkan penguatan cukup berpeluang besar dengan target selanjutnya pada area moving average 50 hari yang berada dilevel 6220.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebutkan indikator stochastic bergerak optimis mendekati area overbought dengan RSI yang cenderung memiliki momentum penguatan.

"Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak melanjutkan penguatannya dengan support resistance 6130-6220," ujar dia di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Saham-saham yang menarik secara teknikal diantaranya; WSBP, WTON, MAIN, BRPT, SMBR, HMSP, UNVR, BBNI, BBTN, PGAS, SRIL, IMAS, ADRO, INDY, WSKT, PTPP, ADHI, LPKR, UNTR, SCMA.

Diketahui kemarin, HSG (+0.51%) naik 31.29 poin kelevel 6158.17 setelah sempat berada pada zona negatif akibat neraca perdagangan yang rilis berkontraksi dengan ekspektasi. Neraca perdagangan indonesia pada bulan September 2019 defisit sebesar $160 juta dengan aktifitas ekspor turun 5.74% YoY dan aktifitas Import turun 2.41% YoY. Meskipun keduanya turun aktifitas import masih lebih besar dari ekspor sehingga membuat neraca perdagangan memiliki value defisit.

Ekspor minyak dan gas turun cukup dalam 37.1% sedangkan import bahan konsumsi naik 6.1%. Indeks sektor industri dasar (+2.81%) naik signifikan dengan saham-saham produsen bubur kertas melonjak dimana INKP (+11.55%) dan TKIM (+7.30%) naik pasca sentimen tingginya permintaan pengiriman bubur kertas di China melonjak dibulan ini menyebar. Investor asing melakukan aksi jual bersih 643.32 miliar rupiah dengan pergerakan nilai tukar rupiah (-0.18%) kelevel Rp14166 per USD.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri Hasil Tembakau (IHT)

Senin, 18 November 2019 - 18:15 WIB

Bakal Timbulkan Banyak Pengangguran, Kemenko Perekonomian Tak Sepakat Revisi PP 109/2012

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tidak sepakat dengan wacana revisi Peraturan Pemerintah 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau…

Prof .Dr. Emil Salim

Senin, 18 November 2019 - 17:00 WIB

Biro Oktroi Roosseno Berikan Penghargaan Rosseno Award ke X Kepada Prof. Dr. Emil Salim

Prof .Dr. Emil Salim mengaku bangga sekaligus terharu, di usia senjanya masih ada lembaga bergengsi yang menganugerahi Roosseno Award.

Penthouse mewah Skye by Crown Group

Senin, 18 November 2019 - 16:30 WIB

Crown Group Luncurkan Penthouse Mewah Seharga Rp 45 Miliar di Skye by Crown Group

Pengembang ternama di Australia, Crown Group resmi meluncurkan Penthouse mewah di Skye by Crown Group. Penthouse yang menakjubkan ini menawarkan gaya hidup resor perkotaan yang mewah dan nyaman,…

Untouchables, Pameran Bersama Nunung WS-Natisa Jones

Senin, 18 November 2019 - 16:00 WIB

Untouchables, Pameran Bersama Nunung WS-Natisa Jones Ciptadana Art Program 2019

Memutarbalikkan yang tak tersentuh dalam jangkauan kita adalah inti dari kreativitas dan merupakan wilayah dari seniman yang ditampilkan dalam Pameran Program Seni 2019 dan Kalendar Seni 2020…

Industri mainan anak (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 18 November 2019 - 15:45 WIB

Kemenperin Bakal Rebut Pasar Mainan Anak di AS

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi peluang bagi industri mainan anak dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor ke AS.