Jababeka, Kawasan Industri Berbentuk Township yang Terintegrasi Paling Prospektif di Indonesia

Oleh : Heriyanto | Senin, 14 Oktober 2019 - 09:20 WIB

Kawasan Industri Jababeka
Kawasan Industri Jababeka

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pertumbuhan dan pergerakan ekonomi Indonesia tidak dapat lepas dari peranan dari industri dan bisnis yang ada. Terdapat berbagai kawasan industri yang berkembang di Indonesia, salah satunya adalah kawasan industri yang berada di koridor Timur Jakarta (Bekasi-Cikarang-Karawang) dimana telah berkembang sangat pesat dalam 15 tahun belakangan ini.

Dan dapat dipastikan perkembangan kawasan di koridor Timur ini sangatlah pesat dibandingkan dengan kawasan lainnya yang ada di jakarta dalam beberapa tahun kedepan.

Bekasi-Cikarang-Karawang yang terdapat di Timur ibu kota ini telah menjadi jantung pacu utama dari pergerakan ekonomi nasional. Lebih dari 60 persen aktifitas perekonomian telah disumbangkan dari kawasan ini dan 70 persennya diberikan dari kawasan Bekasi-Cikarang.

Angka ekspor di kawasan timur dari kota Jakarta ini telah memberikan kontribusi yang besar hingga dapat menembus angka ekspor di wilayah Batam. Kawasan Bekasi-Cikarang dapat mencetak nilai Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari USD 1 triliun per tahun.

Koridor Timur Jakarta ini telah menjadi penopang ibu kota Jakarta dan menawarkan beragam prospek yang menjanjikan bagi pelaku industri dan investor baik dari dalam maupun luar negri. Tentunya potensi ini menjadi perhatian pemerintah sehingga menjadikan kawasan koridor Timur Jakarta ini menjadi kawasan unggulan yang memiliki geoekonomi dan geostrategis yang memiliki potensi dan kemampuan dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomian negara.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan fasilitas dan insentif secara khusus pada kawasan ini yang diharapkan dapat mendatangkan banyak investor untuk berinvestasi di kawasan ini. Pemerintah Indonesia juga mengharapkan wilayah koridor timur Jakarta dapat menjadi kawasan ekonomi yang terintegrasi antara Jakarta dengan Jawa Barat.

Tuan Rumah Industri Terbesar di Indonesia

Direktur PT Jababeka Tbk, Hyanto Wihadhi, mengatakan, koridor Timur Jakarta (Bekasi-Cikarang-Karawang) telah menarik banyak perhatian berbagai pihak dan saat ini menjadi kawasan yang menawarkan prospek bisnis yang tinggi. Setidaknya lebih dari 5000 industri yang aktif menjalankan usahanya di sepanjang kawasan ini. Sejajaran industri dengan brand ternama dapat ditemukan dari Bekasi hingga Karawang, baik dari skala nasional hingga multinasional.

“Pergerakan pertumbuhan industri di koridor timur ini semakin menunjukkan potensi yang menjanjikan dan menjadi kawasan industri terbesar baik di Indonesia dan di Asia Tenggara,”ujarnya kepada Industry.co.id beberapa waktu lalu.

Mayoritas industri di kawasan koridor Timur Jakarta ini berada di kawasan Jababeka Industrial Estate yang berada di kota mandiri modern Jababeka,Cikarang yang memiliki lahan seluas 5600 ha secara keseluruhan. Jababeka Industrial Estate diperkenalkan sejak tahun 1989 dan telah dikenal sebagai kawasan industri dan teknologi yang mendunia serta bergengsi.

Hal ini menurut Hyanto Wihadhi,  dapat dilihat dari beragam industri multinasional, nasional, dan SMEs (Small Medium Enterprise) yang telah bergabung dengan Jababeka Industrial Estate, seperti perusahaan mainan Mattel, Unilever, Samsung, L’oreal, Nissin, Kraft, United Tractors, Komatsu, Lotte, Aku Food, Ici Paints, Sari Roti, dll. Lebih dari 2000 perusahaan industri yang telah berdiri di Jababeka Industrial Estate yang berasal lebih dari 30 negara seperti Australia, Perancis, Jerman, China, Jepang, Belanda, Singapura, Amerika Serikat, Inggris.

Jababeka Industrial Estate memberikan beragam produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri terkait. Investor dapat memilih kavling industri dengan berbagai ukuran yang dapat disesuaikan, atau gedung pabrik yang memiliki standar internasional.

Jababeka sebagai pengelola kawasan industri terdepan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, telah siap menuju era industri 4.0 , Internet of Thing (IoT) dan Artificial Intellegence (AI) dengan segala dukungan infrastrukturnya seperti dua pembangkit listrik, jaringan fiber optic yang dikelola oleh PT. Infrastruktur Cakrawala Telekomunikasi IcTel yang merupakan anak usaha Jababeka, serta aplikasi sosial J-Smart yang digunakan untuk monitoring segala kegiatan yang ada di Jababeka. Hal ini sejalan dengan slogan Jababeka Industrial yakni “The Leading of Industrial Estate and The Biggest Industrial of Southeast Asia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Sabtu, 18 Januari 2020 - 06:00 WIB

Panglima TNI : Kesetiaan Kepada NKRI Bentuk Nyata Sinergi TNI-Polri

Kesetiaan kepada NKRI merupakan suatu bentuk nyata sinergi antara prajurit TNI-Polri guna menjamin stabilitas keamanan di Indonesia. Rakyat ingin melihat kekuatan besar yang dimiliki oleh Indonesia…

Ilustrasi hujan deras. (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:00 WIB

BMKG: WASPADA Potensi Hujan Hebat 17-23 Januari 2020

Sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata saat ini masih teridentifikasi aktif dan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan…

Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:00 WIB

BKPM Fasilitasi Pembangunan Lanjutan PLTA Maung

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maung di Banjarnegara, Jawa Tengah, pada akhirnya dilanjutkan kembali. Itu terjadi setelah PT Indonesia Power (IP)…

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi

Sabtu, 18 Januari 2020 - 04:30 WIB

Dharma Bhakti TNI Hanya untuk Rakyat

Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus terus memperkokoh kemanunggalan dengan rakyat karena dharma bhakti TNI dipersembahkan hanya untuk rakyat. Oleh karena itu, laksanakan koordinasi, sinergi…

Mabes TNI Tanda Tangani 73 Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2020

Sabtu, 18 Januari 2020 - 04:00 WIB

Mabes TNI Tanda Tangani 73 Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2020

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menandatangani 73 kontrak barang dan jasa pada 2020 senilai Rp 1.282 triliun. sebagian besar barang dan jasa untuk delapan Satuan Kerja di…