DNA Pulau Komodo adalah Special Interest Tourism dan High End Destination

Oleh : Herry Barus | Minggu, 06 Oktober 2019 - 08:00 WIB

Taman Nasional Komodo (Foto Dok Industry.co.id)
Taman Nasional Komodo (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Usulan Kemenko Maritim agar Pulau Komodo dijadikan destinasi eksklusif dengan tarif khusus didukung penuh oleh Dony Oskaria,  Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional sekaligus Ketua Pokja Industri Pariwisata KEIN RI.  Menurut Dony,  usulan Kemenko Maritim sudah sesuai dengan kondrat destinasi Pulau Komodo. 

"Saya mendukung penuh Pulau Komodo dijadikan destinasi Eksklusif karena DNA wisata warisan dunia tersebut berkategori special interest tourism atau wisata minat khusus.  Oleh karena itu,  destinasi semacam itu harus dikemas secara khusus pula agar tetap bisa mempertahankan prinsip sustainability di satu sisi dan keasliannya di sisi lain", ungkap Dony kepada awak media,  Sabtu (5/10/19), di Jakarta

Dony menambahkan,  wisata minat khusus memang harus dibanderol dengan tarif premium untuk menunjukan kepada khalayak bahwa Pulau Komodo adalah istimewa dan memang benar-benar unik.  Secara prinsip,  special interest tourism bersifat high cost low impact.  Karena sifatnya khusus, harganya atau cost of productnya juga khusus,   dan impact sosial ekonominya kepada masyarakat sekitar kecil,  apalagi Pulau Komodo berupa sebuah pulau,  yang tak banyak dikelilingi oleh pemukiman penduduk. 

Oleh karena itu,  kata Dony,  kekhususan dan keunikan Pulau Komodo akan berakibat pada biaya pengembangan dan perawatannya nanti menjadi tinggi,  sesuai dengan nilai Pulau Komodo yang juga bernilai sangat tinggi. Justru kalau Pulau Komodo dijadikan destinasi mass tourism atau wisata masal, walaupun cost of productnya murah,  ancaman kepunahan dan kerusakan lingkungannya akan sangat besar,  yang akan mengurangi nilai (value)  Pulau Komodo di satu sisi dan menggelembungkan biaya rekonstruksinya nanti jika sudah terlanjur rusak, di sisi lain.

"Jadi,  saya setuju dan mendukung usulan Kemenko Maritim menjadikan Pulau Komodo sebagai destinasi high end dengan cost of product yang sepadan pula.  Harga yang mahal nantinya akan diikuti dengan konsep pengembangan yang eksklusif,  yang ditujukan untuk memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.  Selain itu,  harga yang khusus akan mengundang rasa penasaran segmen pasar berkocek tebal di seluruh dunia untuk datang ke Pulau Komodo.  Kami tak sabar menunggu realisasi usulan tersebut", tutup Dony

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI Kunjungi Posko Masak JS2

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:30 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Kunjungi Posko Masak Bersama Satgas Lawan Covid-19 DPR RI

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI mengunjungi Posko Masak JS2 di Jalan Raya Cilandak KKO

Ilustrasi Anak Sekolah (ist)

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:30 WIB

85,5 Persen Orang Tua Cemas Anaknya Kembali Sekolah

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof Unifah Rosyidi mengatakan sebanyak 85,5 persen orang tua cemas anaknya kembali ke sekolah pada tahun ajaran baru.

Ilustrasi Perumahan Rakyat

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:15 WIB

APBN Terbatas, BP Tapera: Kami Diamanatkan UU Himpun Dana Pekerja untuk Wujudkan Mimpi Rumah Pertama MBR

Dengan adanya aturan tersebut, tugas menghimpun dana akan diserahkan bertahap selama 7 tahun kepada Tapera untuk segera dilakukan pengadaan perumahan rakyat dengan mengumpulkan tabungan wajib…

PT. South Pacific Viscose (PT. SPV) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:00 WIB

Penurunan Harga Gas Industri Disambut Positif Oleh PT SPV

PT. South Pacific Viscose (PT. SPV), perusahaan serat viscose berbahan dasar kayu untuk pasar dunia, menyampaikan rasa terima kasih dan menyambut baik kebijakan penurunan harga gas industri…

Bantuan Modal BUMN (ilustrasi Sindonews.com)

Minggu, 07 Juni 2020 - 08:56 WIB

Catat, Anak Buah Menkeu Tegaskan BUMN yang Masuk Program PEN Harus Penuhi Kriteria Perusahaan Sehat

Pemerintah menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan diikutsertakan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah BUMN yang sehat namun terdampak cukup keras karena…