INDUSTRY.co.id - Cianjur - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus menciptakan wirausaha baru dari lingkungan pondok pesantren melalui program Santripreneur. Kali ini, program santripreneur Kemenperin menyasar Pondok Pesantren Al- Ittihad, Cianjur, Jawa Barat.
"Adanya unit pendidikan SMK dalam naungan Yayasan Pondok Pesantren Al Ittihad ini mendasari kami memberikan pembinaan di sektor telematika multimedia. Santri di pondok pesantren ini sudah memiliki dasar, kami berikan stimulus agar dapat menjadi wirausaha baru," kata Direktur jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di Cianjur, Jawa Barat, kemarin.
Ditanmbahkan Gati, pondok pesantren memiliki peran sebagai agent of development yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat. Adapun bentuk pembinaan yang dilakukan berupa bimbingan teknis dan fasilitas mesin peralatan telematika multimedia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, peserta bimbingan teknis sebanyak 20 orang merupakan santri dari pondok pesantren. Diharapkan pada akhirnya akan menjadi wirausaha yang mandiri dan dapat menjadi pionir bagi santri lainnya, untuk maju dan berkembang dalam berwirausaha.
"Para santri akan dilatih selama empat hari. Mulai tanggal 1 hingga 4 Oktober terkait skill telematika multimedia serta kewirausahaan," tambahnya.
Lingkup pembinaannya di antaranya pelatihan teknis produksi dan fasilitasi peralatan di bidang perbengkelan roda dua, perbengkelan las, konveksi, kerajinan. Kemudian ada pula pengolahan roti, pengolahan kopi, daur ulang sampah, produksi garam yodium, pengolahan air minum, dan produksi pupuk organik cair.
Gati berharap, program ini bisa menumbuhkan pionir wirausaha yang berasal dari santri, alumni santri, ataupun masyarakat sekitar pondok pesantren.
Kepala Yayasan Al-Ittihad, H. Hendri Irawan menyambut baik program santripreneur di Pondok Pesantren Al-Ittihad. Cianjur. Menurutnya, program ini merupakan penghargaan besar kepada pasar santri.
"Kami bersyukur, saat ini pemerintah Indonesia memperhatikan para santri. Ini merupakan bukti meningkatnya perhatian pemerintah pada pesantren dan santri," tutup Hendri.